Heavenly Earth

Heavenly Earth
bab 27


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Usai makan siang, Bumi dan Kahyangan bergegas kerumah sakit yang jaraknya cukup dekat.


Tak sampai sepuluh menit keduanya sampai di lobby dan bergegas ke lantai empat tempat dimana Ibu dirawat.


Sudah tiga hari, belum ada juga kabar baik tentang kondisi ibu. Keadaannya justru kian melemah dan bergantung dari alat yang menempel ditubuhnya.


Kahyangan tak pernah berhenti menitikan air matanya jika sudah sampai di sisi wanita yang sudah melahirkannya itu, meski tak sehisteris kemarin-kemarin namun tangis tanpa air mata bukan kah jauh menyakitkan?


"Apa kita bawa aja ibu keluar negeri?"


Gadis itu menoleh sambil menghapus air matanya.


"Aku tak punya uang, Bu" jawabnya jujur, jika ia punya mungkin ia pun sudah melakukan itu saat ini.


"Kamu gak harus mikirin itu. Yang penting ibu sembuh dulu, sudah tiga hari ini belum ada perubahan meski sudah ditangani oleh dokter terbaik" sambung Bumi.


Kahyangan tak menjawab, ia diam seribu bahasa.


Bisa saja ia menyetujui saran Bumi tapi apa itu tidak memalukan?


Sedangkan hubungan mereka pun sekarang tak jelas seperti apa.


"Aku ikhlas membantumu, tak ada yang aku inginkan selain melihatmu bahagia, Yang" tambah pemuda itu yang seakan tahu isi hati gadisnya.


Kahyangan tersenyum kecil, andai mereka tak berbeda mungkin sekarang ia sudah menarik Bumi ke KUA saking bahagianya mendapat pendamping yang luar biasa baik segala-galanya


Tapi mereka tak sama atau mungkin belum sama?


.


.


Jam tujuh malam, keduanya memutuskan untuk pulang lebih dulu ke apartemen.


Membersihkan diri lalu makan malam tentu itu adalah pilihan yang tepat saat ini.


Bumi sedari awal sudah memperkerjakan satu suster yang ditugaskan khusus menjaga ibu dua puluh empat jam saat ada dan tiadanya Kahyangan di rumah sakit karna sadar jika gadis itu tak memiliki sanak saudara yang bisa di andalkan.


"Kita ke mama yuk" ajak Bumi saat menunggu pintu lift terbuka.

__ADS_1


"Boleh, aku juga belum bilang terimakasih sama mama"


"Mau langsung apa mau ke kamar kamu dulu?" tanya Bumi.


"Aku mau mandi, Bu"


Sebelum ke lantai apartemen Reza dan Melisa, pasangan itu lebih dulu ke kamar Kahyangan.


Selama menunggu gadisnya membersihkan diri, ia memilih memainkan ponselnya di ruang tengah.


Drrrtttt...


Getaran benda pipih tanda panggilan telepon masuk membuat Bumi membenarkan posisi duduknya karna perasaannya mendadak tak enak hati.


"Hallo" jawab Bumi.


"Hallo, Tuan. Keadaan Ibu Merlin semakin drop semua dokter sedang berkumpul di kamar rawat sedang melakukan pemeriksaan " jelas Sarah, suster yang ditugaskan Bumi menjaga Ibu dirumah sakit.


"Saya segera kesana sekarang"


Kahyangan yang baru keluar dari kamar usai mandi langsung di tarik Bumi untuk keluar.


Langkah Kedua semakin tergesa saat Bumi memberitahukan kondisi Ibu saat ini.


"Sabar dulu, kita belum tau secara jelas sayang"


Bumi mencoba menenangkan Kahyangan meski hatinya sendiri pun gundah gulana.


Sampai di lobby rumah sakit keduanya bergegas menaiki lift Kelantai empat, dan benar saja kini dalam ruangan tersebut sudah ada team dokter terbaik sedang menangani ibu.


Kahyangan kembali histeris dan menangis sejadi jadinya dalam dekapan Bumi.


Bayangan perpisahan seakan ada di pelupuk matanya.


Team medis yang sudah berusaha semaksimal mungkin justru di buat pasrah saat monitor detak jantung semakin lemah.


Dokter memberi kode pada pasangan itu antara menguatkan atau mengiklankan ibu.


Kahyangan mengangguk lemah saat Bumi membisikan sesuatu padanya, ia mengurai pelukannya kemudian melangkah gontai menghampiri ibu yang kondisinya sungguh sangat memprihatikan.


Luka bakar yang hampir di seluruh tubuhnya membuat siapapun yang melihat akan merasa tersayat hatinya.

__ADS_1


"Bu, Yayang ikhlas. Yayang gak apa-apa kok, Yayang bisa sendiri kalo ibu mau ikut ayah ke surga. Yayang janji gak akan sedih. Yayang tahu ibu sakit kan? Tuhan udah nunggu Ibu" bisiknya lirih menahan tangis karna ia tahu bagaimana pun ibu masih bisa mendengarnya dengan baik.


"Banyak yang sayang sama Yayang, ibu gak perlu khawatir ya. Yayang akan lepas ibu kalo ibu udah gak kuat, tapi kalo ibu kuat, ayo.. ibu pasti bisa lawan sakitnya. Yayang akan dampingin ibu terus"


Semua yang ada di dalam ruangan menitikan air matanya, sungguh malang nasib anak semata wayang itu kini, tak ada orangtua, saudara bahkan tempat tinggal pun mulai porak-poranda.


Detak jantung kini semakin lemah dan harapan sudah mulai menipis bahkan team dokter sudah siap melepas kan semua alat yang menempel di tubuh ibu.


"Ada Bumi yang akan jagain Yayang, ibu percaya itu, kan?" kini secara bergantian Bumi ikut berbisik di telinga wanita yang begitu sangat baik padanya.


Ibu menyayanginya dengan begitu tulus dari hati dan Bumi bisa merasakannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tiiit.


20.55 Pasien di nyatakan meninggal....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***


Rip ibu..


surga tempatmu, aku yakin kamu mau merayu tuhanmu kan?? 🤭🤭🤭

__ADS_1


Di tunggu hasil negoisasi nya, ok.😂😂😂


Like komen nya yuk ramai


__ADS_2