Heavenly Earth

Heavenly Earth
bab 69


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


"Ada yang ingin aku bicara kan denganmu, di hadapan orangtuamu" pinta Yusuf yang masih duduk di atas sepedah motornya.


"Hal apa? kok kaya yang serius banget?" tanya Alin yang membuat ia begitu penasaran karna raut wajah kekasihnya itu begitu serius tanpa senyum.


"Kita bicara di dalam, bisa?"


Alin hanya mengangguk lalu ia menerima uluran tangan Yusuf untuk masuk kedalam Ruko yang menjadi tempat tinggal Alin dan kedua orang tuanya.


.


.


"Mah.. Pah. Yusuf ingin bicara dengan kita" ucap Alin saat sudah berada di lantai dua.


"Ada apa?, mari masuk sini" ajak mama ramah seperti biasanya.


Yusuf dan Alin duduk berdampingan, begitu juga dengan mama dan papa gadis itu. keempatnya kini duduk saling berhadapan di ruang TV yang merangkap menjadi ruang tamu.


"Kedatanganku kemari mungkin sudah biasa, tapi niatku kali ini akan luar biasa" ucap Yusuf mengawali perbincangan diantara mereka.


"Kami selalu menerimamu, Yusuf" sahut papa setelah ia saling pandang dengan anak istrinya.


"Aku ingin menikahi Alin hari ini juga"


Semua yang mendengar Perkataan Yusuf tentu langsung terlonjak kaget, mana mungkin pria yang begitu taat Ibadahnya harus kalah dengan rasa cinta. Dan nekat mengambil keputusan menikahi gadis yang jelas berbeda dengannya.

__ADS_1


"Yusuf, menikah bukanlah perkara mudah meski saya tahu kamu sudah mapan, tapi itu saja tak cukup" ujar Papa.


"Aku tahu, Om. Tapi aku terlalu mencintai putrimu" ucap Yusuf yang langsung menoleh kearah pujaan hatinya dengan satu tetesan air mata.


"Aku gak minta kamu begini, kita bicarakan lagi baik baik ya" balas Alin yang terlihat panik.


Yusuf menggelengkan kepala, ia yang sudah nekat bagai tak mau mempedulikan apapun lagi.


"Aku akan ikut denganmu, kita akan bersama sampai maut yang memisahkan kita. Aku mencintaimu lebih dari apapun itu. Maka izinkan aku untuk satu amin denganmu" tegas Yusuf dengan sangat lantang penuh keyakinan.


Alin menjatuhkan satu tetes air mata, ia bingung harus bahagia atau sedih dengan keputusan pria pemilik hatinya itu.


Karna menjadi Kristen sama halnya seperti perkataan Yesus yang tertulis dalam KitabΒ Markus 10:45 β€œDia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”


********


"Ambu kenal dengan orangtuaku?" tanya Kahyangan sedikit kaget.


"Tentu, ayahmu adalah adik Ambu." jawab Ambu tangisnya kembali pecah mana kala selama ini ia tak pernah tau kabar tentang Yusuf.


"Benarkah?, Ambu keluarga Ayah" tanya Kahyangan lagi lebih memastikan apa yang ia dengar saat ini.


Iqbal yang Sedari tadi berdiri di ambang pintu seakan paham apa yang terjadi dengan Ambu juga Kahyangan.


Ia pun mendekat kearah keluarganya yang masih saling memeluk.


"Dia adikmu, A' tolong di jaga ya" pesan Abah pada Iqbal yang di balas anggukan kepala.

__ADS_1


"Tentu, Abah. Sudah sejak lama Aku menjaganya" timpal Iqbal sambil mengelus kepala Kahyangan.


Ambu semakin mengeratkan pelukannya sembari terus mencium pucuk kepala Yayang. Rasa haru, bahagia dan sedih kini campur aduk dalam hatinya.


Ia yang teramat merindu adiknya selama ini setidaknya bisa terwakilkan oleh hadirnya Kahyangan yang sejak awal melihatnya saja sudah merasa dekat.


Sejauh apapun Yusuf pergi dari Ambu, ternyata justru anaknya yang datang mendekat.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih ya Allah...


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Huft... like komennya aja yuk ramaikan 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2