Heavenly Earth

Heavenly Earth
Bab 55


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Iqbal..


Setelah saling berjabat tangan dan berkenalan keduanya pun hanya melempar senyum.


Iqbal sedikit serius menatap Bumi sampai akhirnya ia dikagetkan oleh Mitha.


"Om kenapa?, naksir ya! " seru gadis manis itu.


Iqbal langsung menautkan alisnya kemudian memencet hidung Mitha.


"Enak aja! Om masih normal ya!" rutuk Duda anak satu itu sampai Mitha harus terkekeh.


"Om, ikut kita keliling yuk? kapan lagi aku jalan-jalan sama satu bujang dan satu Duda. Wah... keren banget, kan?"


Astaghfirullah..


ucap Bumi dan Iqbal berbarengan seraya memegang dada mereka masing-masing saat mendengar ucapan bocah centil tujuh belas tahun itu.


"Dek, kamu ngomong apa sih!" cetus Bumi yang merasa tak enak hati pada Iqbal.


"Tata emang gitu, omongannya harus dikuncir sama karet dua biji" timpal Iqbal sambil menggelengkan Kepalanya.


"Yes, Tata special dong" ucapnya sembari bertepuk tangan kecil.


Bumi yang mendengar Iqbal menyebut adiknya itu dengan nama Tata tentu di buat penasaran dengan hubungan keduanya, terlebih mereka terlihat sangat akrab padahal dari segi umur jelas jauh berbeda.


"Om, Pamit duluan ya" ucap Iqbal dengan tangan kanan menepuk pelan pucuk kepala Mitha.


"Yah.. nanti aja dong"


Gadis itu merengek sambil menarik lengan kemeja Iqbal yang di gulung sampai siku.


Bumi yang melihat drama kemanjaan adiknya pun di buat jengah dan jengkel.


"Dek, gak boleh gitu!" tegas Bumi.

__ADS_1


Mitha langsung meringsek ke arah Bumi, ia takut jika kakak sepupunya itu semakin marah padanya.


Bumi adalah saudara Mitha yang paling galak dan tegas, ia tak pernah mau di bantah dan akan memerintah lewat sorot matanya yang tajam seperti ingin menerkam.


.


.


.


Setelah Iqbal berpamitan kini tinggal Bumi dan Mitha, gadis cantik itu langsung menarik tangan kakaknya untuk Berkeliling lagi, keluar masuk dari satu toko ke toko lain hanya untuk melihat lihat tanpa membeli membuat Bumi semakin kesal di buatnya.


"Cuma di liat sama dipegang aja!"


"Haha, barangku dirumah juga masih banyak yang baru, jadi liat liat aja deh" jawabnya sambil tertawa.


Tak aneh memang jika ia mengatakan hal itu dengan status dirinya sebagai tuan putri keluarga Pradipta, sudah bisa Dipastikan seberapa kayanya Mitha di usianya yang masih belia.


Dari pada melihat kakaknya makin kesal,,ia pun langsung menarik tangan Bumi ke stand Icecream dekat eskalator.


"Baik, tunggu sebentar ya"


Mitha hanya mengangguk pelan, kemudian bergelayut manja dilengan Bumi membawa pemuda dingin itu ke salah satu meja kosong.


"kak, senyum dong" godanya dengan wajah di buat sangat menggemaskan


"Gak ada, Senyumnya abis!" cetus Bumi malas.


Mitha lalu mencibirkan bibirnya, ia kesal tapi juga lucu dengan sikap Bumi yang menurutnya sangat berbeda apalagi dengan kakak sepupunya yang satu lagi yaitu Air.


"Bapak-bapak tadi siapa?" tanya Bumi, ia masih di buat penasaran dengan sosok pria yang baru dikenalnya tadi.


"Bapak siapa?" Mitha balik bertanya.


"Yang tadi. Om Iqbal! "


"Oh... " jawabnya, karna ada pelayan yang membawa pesanannya.

__ADS_1


"Om Iqbal asistennya Daddy, tapi sekarang udah enggak lagi, udah setahunan ini kayanya deh" jawab Mitha.


"kenapa?" .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Karna Om Iqbal itu Duda keren!


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Si Mantan Duda impian takut kalah saingπŸ˜†πŸ˜†


Takut Mommy kecantol duda lagi, 🀣🀣


makanya asistennya pas jadi duda langsung di pecat 😌😌


Jahatnya kau DaddyDudπŸ˜‚


Like komennya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2