Heavenly Earth

Heavenly Earth
bab 61


__ADS_3

πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Sebulan berlalu Bumi benar-benar ikut dengan Oppa ke kota X untuk menemani pria baya itu menemui sahabatnya di tempat tersebut, Bumi yang memang tak banyak bicara hanya diam sepanjang perjalanan jika oppanya yang tak bertanya lebih dulu padanya.


"Gimana mau dapet pacar sikap kamunya dingin begini, Kak" goda Oppa saat keduanya berada di pesawat pribadi milik keluarga.


"Aku gak mau pacaran" jawabnya santai dengan mata terpejam.


"Ya sudah, kalau gitu langsung oppa nikahkan saja ya" kekeh pria baya itu semakin suka meledek cucu keduanya, pemuda yang sangat ia banggakan sedari kecil.


"Oppa gak usah macem-macem ya, aku gak mau" ancam Bumi yang langsung mentap tajam kearah oppa.


" Hem, baiklah tapi oppa harap kamu tidak menyesal karna sudah menolak niat baik oppa untuk menjodohkanmu, Bu"


Bumi menghela nafas berat, Ia meringsek mendekat saat oppa merentangkan kedua tangannya.


"Apa oppa tahu bagaimana sulitnya melupakan seseorang?, aku masih mencintainya dan belum ingin menggantikannya dengan siapapun. Ternyata se'egois ini hatiku untuknya" lirih Bumi dalam dekapan Oppa.


Pemuda tampan itu memang seringkali meluapkan rasa kehilangan dan rindunya pada orang tua juga oppa dan ommanya, hanya dengan cara itu ia bisa sedikit melupakan rasa sedihnya yang sedang mengalami patah hati abadi.


"Datangi dia dan rayu sekali lagi, bagaiamana?" tawar oppa Sambil mengusap lembut punggung si tengah.


"Datangi kemana?, aku bahkan tak tahu keberadaannya saat ini. Dia mungkin sudah lebih tenang di tempat barunya dan juga hubungannya tanpa ada beban harus dibawa kemana perasaannya. Ia sudah memilih pilihan yang tepat di satu IMAN dan di satu AMIN" keluhnya dengan nada kesal.


"Kamu tinggal minta kepada papamu untuk mencarinya, Oppa yakin kurang dari dua puluh empat jam kamu pasti akan tau dimana dia saat ini"


Bumi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum getir.


"Aku lelah menangis untuk rasa sakit yang sama" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


Jika orang lain menganggap Bumi adalah sosok pria dingin dan angkuh tentu bagi keluarganya itu salah besar, Bumi tetap sosok anak berhati lembut yang sering kali menangis dalam diam tanpa ingin siapapun tahu betapa perihnya luka hati yang ia rasakan.


"Titik terbaik mencintainya adalah disaat aku harus ikhlas mengalah demi Tuhannya, aku tak seberani itu memaksa ia meninggalkan keyakinannya meski sudah berulang kali ku coba"


"Ya, hatinya begitu kuat mempertahankan Imannya, Entah harus dengan cara apa lagi agar hatinya bisa luluh" ucap Oppa dengan pandangan jauh entah kemana.


.

__ADS_1


.


Pesawat akhirnya mendarat di bandara kota x, keduanya bergegas turun dan melanjutkan perjalanan darat dengan mobil mewah yang sudah sedari tadi menunggu.


Hanya obrolan ringan yang di perbincangan kan antara Bumi dan oppa sambil terus menikmati jalanan yang nampak lengang dan asri.


"Berapa lama kita disini?" tanya Bumi.


"Satu bulan" jawab Oppa dengan sangat tenang.


Si tengah langsung menoleh sambil mengernyitkan dahinya


"Kata oppa seminggu, kok jadi sebulan?!" protes Bumi yang bingung dengan perjanjian awal mereka.


"Sebulan lebih baik, disini tempatnya sangat cocok untuk orang-orang patah hati sepertimu" ejek oppa sambil terkekeh.


"Oppa, Aku cuti kuliah hanya satu minggu. Pekerjaanku cukup banyak" keluh Bumi yang langsung panik.


"Semua sudah beres, kamu tinggal bersenang-senang di sini syukur syukur kamu malah mendapat jodoh" Oppa berkata sambil tertawa dan itu langsung membuat Bumi mendengus kesal.


"Kenapa jadi oppa yang gak sabaran sih!" cetus Bumi yang sering dibuat pusing dengan permintaan pria baya itu.


Air sudah bersama Hujan begitupun Cahaya yang memang sedari bayi dengan Langit, hanya kamu yang masih oppa pikirkan" jawabnya serius dengan sorot mata sendu.


"Jangan fikirkan tentang aku, Oppa fikirkan kesehatan oppa karna itu jauh lebih baik" ucap Bumi dengan senyum terbaiknya.


.


.


Setelah melakukan perjalanan yang cukup memakan waktu akhirnya mobil berhenti di halaman sebuah rumah besar satu lantai, Bumi turun lebih dulu untuk membantu oppa untuk keluar dari mobil.


"Ini rumah siapa?" tanya Bumi saat perasaannya mulai aneh.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hj. Ruslan...


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Kawal sampe halal yuuuuukk.


di lapak kakaknya kesian tuh di ledekin mulu🀣🀣🀣


Kira-kira belom ketemu apa belom kawin ya?

__ADS_1


eh nikah maksudnya


Like komennya yuk ramaikan😘😘


__ADS_2