
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
10 tahun kemudian.
Bumi dan Kahyangan akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah mereka sendiri yang tak jauh dari rumah utama. Bukan di apartemen seperti saat awal mereka menikah tapi ini sebuah rumah mewah yang cukup luas dan pastinya nyaman untuk dihuni oleh keluarga kecil mereka. Terlebih si kembar yang kini sudah masuk sekolah Dasar.
"Ola dulu!" jerit anak kedua Bumi dan Kahyangan saat berebut kursi ingin dekat Uminya.
Wanita cantik bergamis ungu muda itu sudah sangat sangat biasa melihat tingkah putra dan putrinya terlebih si cantik yang cengeng tak bisa di sentuh sama sekali. Sifat manjanya begitu mirip dengan Bungsu Rahardian lainnya yaitu Cahaya dan Ameera.
"Umi duduk dekat Aby, gak usah ribut. Ok" tegas Bumi yang baru saja datang ke ruang makan.
Ala yang berdiri di belakang Abynya itupun masih la mengejek adiknya dengan menjulurkan lidah, Ola yang tak terima tentu kembali merengek.
"Kak Ala, Umi"
Kahyangan yang sedari tadi hanya tersenyum tentu langsung mengusap kepala gadis kecilnya yang tertutup hijab putih.
"Kakak gak ngapa ngapain. Adeknya tuh" elak Ala semakin mencibir.
"Sudah sudah, ayo sarapan."
Keempatnya makan pagi dengan masakan hasil buatan Kahyangan di meja makan kecil karna hanya ada empat kursi disana, berbeda jika ada anggota keluarga lainya tentu mereka akan makan di ruang makan utama.
Di iringi gemericik air kolam ikan, semua hidangan pun habis tak tersisa.
Kahyangan pun segera bangun untuk menyiapkan bekal untuk suami dan juga si kembar.
__ADS_1
"Tin, tempat makan anak-anak mana?" tanya menantu kedua Rahardian itu.
"Sudah ada di rak piring, Nyonya." jawab Titin.
Titin adalah salah satu ART yang tak sengaja di pekerjakan oleh Bumi dan Kahyangan, semua bermula dari di temukannya Titin di sebuah halte pinggir jalan dalam keadaan hamil besar saat hujan lebat lima tahun lalu.
Yayang yang tak sengaja melihat ada wanita hamil sedang merintih kesakitan sendiri tentu meminta suaminya menepi karna saat itu mereka sedang dalam perjalanan pulang dari rumah utama.
Pasangan baik hati itu tentu langsung menolong si wanita hamil dan membawanya kerumah sakit karna ada darah yang sudah mengalir di antara dua kaki. Sampai di rumah sakit terdekat, tak lama seorang bayi perempuan pun lahir dan di beri nama Asmara Kasih.
"Nih, sudah Ara ambilkan, Umi" kata si gadis kecil yang ternyata sudah ada di belakang Khayangan. Meski Ara hanya anak dari ART tapi Yayang begitu menyayanginya karna ia ikut mengurus Ara sejak bayi.
"Terimakasih, Cantik. Mau bantu Umi buat bikin bekal?" tawarnya lagi yang si sambut rasa senang.
"Mau.. mau.. Ara buat bekal untuk kak Gala ya"
"Iya, Sayang."
"Selesai, Ara kasih ke kak Gala ya, Umi" Pintanya dengan kotak makan yang masih ia pegang di tangan mungilnya.
"Iya, Yuk ke meja makan" ajak Kahyangan yang sudah memegang dua kotak makan.
Keduanya berjalan bersama, Gala yang melihat ada dua wanita cantik mendekat tentu langsung melebarkan senyum tampannya.
"Mana buat kakak?" tanya Gala, ia tahu jika bekalnya sering Ara lah yang membuatkannya.
"Nih" sahut Ara sambil menyodorkan si kotak makan berwarna biru.
__ADS_1
"Terimakasih"
"Sama-sama, kak" jawab Ara lagi. Bocah lima tahun itu memang sangat menggemaskan dengan poni yang menutupi kening lebarnya.
Ara yang sudah memberikan apa yang ia bawa pun langsung berpamitan untuk kembali ke dapur tapi belum sempat ia melangkah, tangannya di cekal liat oleh Gala.
"Ada apa lagi?" tanya Ara.
.
.
.
.
.
Jangan kemana-mana, diam dan tunggu kakak sampai pulang sekolah.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Aku bisa ter Gala Gala ini sih 🤭🤭🤭😍😂😂
Teh kok loncatnya jauh?.
iya, ini bocoran kisah Gala yang bakal launcing bulan depan ya 😄😄.
__ADS_1
emak bapaknya mah udah basi lah, udah cape nangis kan.. kan... kan.
Like komennya dulu yuk.