
ππππππππ
Tak terasa sudah delapan belas hari Bumi menghabiskan waktu di kota X, ada kenyamanan dalam dirinya yang entah atas dasar apa ia pun tak tahu alasannya, Ia hanya sedang menikmati rasa rindu yang seakan berkurang karna Bumi seperti bisa menghirup harum tubuh Kahyangan di sekitarnya.
"Senyum terus, Kak" sapa Oppa yang membuyarkan lamunannya.
"Oppa, ngagetin aja!" jawab Bumi yang memang sedikit terkejut.
"Kirain ngangenin" goda pria baya itu yang kini sudah duduk di sisinya.
"Tiap hari ketemu Oppa, mana kangen" kekeh si tampan sambil menoleh.
"Bukan kangen Oppa, tapi kangen sama yang belum bisa kamu lupain"
Bumi hanya tersenyum kecil, ia tak bisa menjawab apa-apa jika sudah di goda seperti itu.
"Sudah terbiasakah tanpanya?" tanya Oppa yang mulai serius mengawali obrolan mereka.
"Hem, aku dulu memang sangat takut kehilangannya tapi sekarang kalau dia mau pergi ya silahkan atau tetap tinggal pun ya silahkan" jawab Bumi setelah menarik nafas dalam-dalam.
"Itu sama halnya kamu sudah memasrahkan nya" balas Oppa sambil menepuk pelan bahu cucu yang selalu ia banggakan itu.
"Bukan pasrah, tapi cuma lebih ke menghargai keputusannya, karna yang namanya cinta gak bisa di paksakan. Dan aku akan tetap sayang dia apapun pilihannya" jelas Bumi dengan khas sifat dewasanya.
*****
Alhamdulillah....
Semua mengucap hamdallah usai pak ustadz membaca doa penutup dalam rangka acara pengajian yang biasa di gelar di kediaman Abah dan Ambu.
Wanita baya itu melambaikan tangannya pada Kahyangan yang duduk di sudut ruangan dekat dapur.
"Yang, kenalin ini Hj Ruslan" ujar Abah memperkenalkan putri angkatnya itu pada tokoh masyarakat yang cukup terkenal dan berpengaruh di kota X.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum pak Hj Ruslan " sapa Yayang dengan kedua tangan ia tangkup kan di depan dadanya.
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Hj Ruslan yang tak kalah ramah dan sopan seperti Kahyangan.
"Saya Kahyangan" ucapnya Memperkenalkan diri.
"Ya, pak ustadaz sudah memberitahukannya pada saya"
"Ini Hj Ruslan yang dulu saya ceritakan sedang mencari seorang wanita muda untuk dijodohkan dengan orang kota" jelas Pak ustadz kembali pada keluarga Abah dan Ambu.
"Hahaha, iya saya sampai salah sangka saat itu, Hampura nya pak ustadz" kekeh Abah yang selalu malu sendiri jika mengingat hal tersebut
"Santai saja Abah, mungkin doa Abah akan di Ijabah gusti Allah jika saya di Izinkan menikah lagi" canda pak ustadz yang langsung mengundang galak tawa semua yang masih tinggal dan belum pulang.
"Pak ustadz bisa aja, yang ada nanti gak boleh masuk kamar sama istrinya" ujar salah satu tamu pengajian
"Lalu bagaimana? Apa pak Hj Ruslan sudah mendapatkan jodoh untuk pemuda kota itu?" tanya Ambu sambil meraih tangan Kahyangan, sontak gadis itu langsung menoleh.
"Belum, bahkan dia ada di kota ini, hampir satu bulan ada di rumah saya sedang berlibur" jawab Hj Ruslan.
"Astaghfirullah si Abah, naha jadi ngaco kitu ih" gerutu Ambu di sela jerit kesakitan sang suami.
"Hampura Ambu, kan bercanda" jawab Abah.
Semua yang menyaksikan drama KDRT pasangan berumur itu langsung tertawa bersama..
"Kenapalah harus Nisa, dengan Kahyangan saja, bagaimana?" tanya Hj Ruslan dengan sorot mata sulit di artikan.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf... sepertinya kami berbeda!
πππππππππππππ
Tenang, tar gue samain π€£π€£π€£π€£
Mw warna apa?
sendal kali ah...
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikanπ