
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Aku sedang menahan rindu padanya!!
Itulah jawaban yang di berikan Bumi saat langit datang menghampirinya di kursi taman rumah utama, ini adalah akhir pekan yang biasanya akan ada Kahyangan juga yang datang bersamanya.
Seminggu berlalu semenjak kejadian tempo hari, hanya sesekali kabar yang Bumi dapat dari gadisnya itu yang entah harus di sebutnya apa saat ini.
Ia memilih menyibukkan diri agar terbiasa tanpa Kahyangan.
"Temui jika kamu rindu" ujar Langit yang mengerti bagaimana gelisah nya sang adik.
"Nanti aku makin cinta, Bang" balas Bumi dengan senyum kecil di bibirnya.
"Halalin dong" goda Langit lagi.
"Gak segampang itu, aku jatuh cinta pada anak Tuhan yang begitu taat. pastinya aku bangga, Bang"
Langit yang duduk sisi Bumi hanya bisa merangkul adiknya itu.
"Mau Abang kenalin sama cewek lain gak?" kekeh Langit sambil menggoda Bumi.
"Haha, emang Abang punya kenalan cewe, bukannya dunia Abang tuh cuma Adek?" ledek Bumi.
"Ada dong, tapi gak banyak" bisiknya sambil tergelak.
.
.
.
Obrolan mereka terhenti saat ponsel Bumi berdering di saku celananya.
Dahinya mengkerut saat melihat layar benda pipih itu.
"Kenapa?" tanya Langit saat dirasa Bumi tak juga mengangkat telepon untuknya.
"No gak di kenal, Bang" jawab Bumi, bingung.
"Angkat, kali aja penting" Titah Abang angkatnya itu.
Bumi mengangguk sambil menggeser layar ponselnya.
"Hallo." sapa Bumi entah kepada siapa.
__ADS_1
"Bumi! tolong datang kemari. Rumus kahyangan kebakaran" jawab orang tersebut.
Deg...
"kebakaran" gumam Bumi, tubuhnya lemas sampai ponselnya hampir jatuh jika Langit tak menyentuh bahunya.
"Ada apa?, kebakaran dimana, kak?"
"Rumah Yayang kebakaran, Bang" ucapnya sambil berlari meninggalkan Langit begitu saja.
"Kak..."
Bumi tetap berlari menuju garasi, siapapun yang menyapa tak ia hiraukan sama sekali termasuk mamanya sendiri.
.
.
Dengan perasaan yang tak karuan ia terus memutar mobilnya menuju rumah Kahyangan yang memang lumayan jauh dari rumah utama.
Ia mencoba menghubungi gadis itu tapi sama sekali tak ada jawaban..
"Tunggu aku, sayang!" lirihnya tak sabar ingin cepat sampai di tempat tujuan
Tak bisa ia bayangkan bagaimana keadaan Kahyangan dan ibunya, karna terakhir ia mendapat pesan kemarin sore dan itu hanya bertanya kabar.
"Sampe hal besar kaya gini, malah orang lain yang hubungin aku" gumamnya lagi sambil memukul stir mobilnya untuk meluapkan rasa kesal dan sesal.
.
.
Dari jauh sudah terlihat banyaknya kerumunan di kediaman Kahyangan, sudah ada dua mobil pemadam kebakaran dan beberapa warga.
Tak terlihat Api disana hanya asap hitam pekat yang membumbung keatas langit.
"Permisi" ucap Bumi pada seseorang yang berdiri didepan pagar rumah gadisnya.
"Apa ada korban jiwa?" tanya Bumi langsung tanpa basa basi lagi, ia yang Khawatir tentu terlihat sangat panik.
"Korban dibawah kerumah sakit" jawab orang tersebut yang entah siapa.
"Rumah sakit mana, Pak? siapa saja korbannya?" Bumi yang tak sabaran sampai mengguncang bahu orang itu.
"Rumah sakit Mitra Harapan, Pemilik rumah dan dua orang Karyawannya"
__ADS_1
Bumi langsung bergegas ke mobilnya setelah mengucapakan terima kasih atas info yang di berikan padanya, mobil mewahnya kembali menembus jalan yang nampak ramai menuju rumah sakit dimana para korban di dibawa yang Bumi sendiri belum bisa memastikan.
.
.
Dengan langkah tergesa ia langsung masuk kedalam bangunan besar bertingkat lima yang begitu banyak orang berlalu lalang disana.
Tubuh tinggi putihnya kini tepat di depan meja resepsionis.
"Permisi, Korban kebakaran dirawat dimana?" tanya Bumi pada dua orang suster yang berjaga di balik meja.
"Kebakaran tadi ya?" tanya salah satu perawat meyakinkan apa yang di tanyakan Bumi.
"Iya" jawabnya cepat.
"Diruang UGD"
Dengan sedikit berlari ia langsung menuju ruangan yang di sebutkan tadi.
Namun langkahnya berhenti saat ia melihat orang yang sangat ia kenal dan ia rindukan kini ada dalam pelukan pria lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kenapa tak mencariku?
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Bumiiiiiii...
di tunggu baso beranak pinaknya ya ganteng!!
__ADS_1
Kira2 kakak Bu tetep maju apa pulang ya?
Like komen nya yuk ramai kan ♥️