
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Astaghfirullah
"Ya Allah Ya Rabb, Naha atuh si Abah pake nabrak orang segala?"
Kegaduhan terjadi di dalam sebuah mobil yang di tumpangi pasangan paruh baya dan satu anak perempuan cantik yang hari ini tepat berusia empat tahun.
Rasa panik jelas terlihat di kedua wajah mereka.
"Cig, geura turun atuh, Bah" titah wanita berkerudung syar'i itu pada suaminya yang masih shock dengan kejadian kecelakaan yang terjadi barusan.
"Iya, iya Ambu" jawab pria baya dengan memakai kopiah dan kaca mata.
Ada tiga orang yang berkerumun di jalan mengitari orang yang tadi ditabrak, ada luka di kening dan hidung yang mengeluarkan darah segar.
Ya.. orang itu ternyata adalah Kahyangan, gadis cantik Kesayangan anak kedua Rahardian Wijaya.
Ia tertabrak karna melamun saat ingin menyebrang jalan, keadaan yang sepi juga lumayan gelap serta gemericik gerimis membuat kahyangan semakin larut dalam lamunannya sampai tak sadar jika ada sebuah mobil yang mendekat kearahnya.
"Bagaimana ini?" Tanya salah satu warga yang kebetulan lewat dengan sepeda motor.
"Biar saya tanggung jawab, saya bawa kerumah sakit" jawab pria baya itu mencoba untuk tenang meski jauh di dasar hatinya ia sangat takut.
"Boleh minta tolong untuk angkat ke mobil saya" pintanya kemudian yang di jawab anggukan oleh tiga orang tersebut.
Kahyangan dibawa masuk kedalam mobil dan dibaringkan di kursi belakang untuk di bawa kerumah sakit terdekat.
"Terima kasih "
.
.
.
__ADS_1
Mobil melaju dengan kecepatan cukup sedang menuju sebuah rumah sakit umum kota, Gadis malang yatim piatu itu masih tak sadarkan diri.
"Kumaha iye, Bah?"
"Tenang Ambu, semoga gak apa-apa" jawab suaminya yang masih fokus memutar stir mobil.
Kereta besi itu akhirnya berhenti di depan pintu UGD, sudah ada tiga perawat yang sudah sigap membawa pasien masuk kedalam ruangan untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Abah dan Ambu, dua orang paruh baya itu menunggu di kursi tunggu yang di siapkan pihak rumah sakit.
Ambu yang sedari tadi memangku cucu satu-satunya itu terus saja berdoa demi keselamatan gadis korban kecelakaan suaminya.
"Ambu takut, Bah" ucapnya lirih sambil mengusap kepala cucunya.
"Inshaallah, gak apa apa. Abah juga takut" jawab si Abah dengan tangan yang sudah berkeringat.
"Abah takut apa?" tanya Ambu.
"Takut di kurungan ku Polisi, nanti Abah masuk penjara kumaha mun Ambu kangen ka Abah?"
Ambu memutar bola matanya malas, di tengah keadaan yang begitu genting suaminya masih saja bisa merayu dan menggoda.
Lebih dari dua puluh menit pasangan itu masih menunggu, cucu semesta wayang mereka pun mulai rewel dan meminta untuk pulang.
"Nisa sabar ya, sebentar lagi kita pulangnya" Rayu Ambu pada gadis cilik di atas pangkuannya itu.
Nisa, bocah perempuan yang masih memakai gaun berwarna putih itu pun mengangguk pasrah.
"Emang nunggu apa sih?" tanyanya mulai penasaran.
"Hem.. nunggu apa ya?" gumam Ambu Kebingungan harus menjawab apa.
"Kita lagi nunggu hadiah buat Nisa, hadiahnya ada di dalam" cetus asal Abah dengan senyum lebarnya sampai terlihat gigi yang masih rapih meski usianya tak lagi muda.
"Hadiah apa?, Nisa kira ulang tahunnya udahan" tuturnya polos.
__ADS_1
"Belum atuh sayang, nanti ada om dokter yang keluar dari dalam sana bakal kasih Nisa kado, jadi tunggu ya" Rayu Abah lagi agar cucunya itu diam tak lagi merengek.
Lima menit kemudian seorang suster keluar mengabarkan jika pasien harus di pindahkan keruang rawat inap setelah mendapat pengobatan.
Ada luka sobek di kening dan patah tulang di bagian kakinya mesk bukan hal serius tapi harus di rawat secara intensif.
"Bisa kami masuk, sus?" pinta Ambu setelah suster banyak menjelaskan kondisi kahyangan.
"Boleh, silahkan" jawab si suster yang kemudian pergi.
Ambu dan Abah juga Nisa bergegas masuk kedalam ruang UGD untuk melihat kahyangan, ada seorang dokter dan satu perawat lagi disana yang masih memeriksa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oh.. om dokter mau hadiahin ummi baru ya buat Nisa?
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Wah... ada apa nih🤭🤭🤭
Like KOMENNYA yuk ramaikan