
ππππππππ
Acara pernikahan yang lancar sesuai rencana berakhir dengan makan malam bersama keluarga sebelum esok semuanya pulang kembali ke ibu kota meninggalkan Bumi dan Kahyangan di pulau pribadi milik Rahardian.
Pasangan suami istri baru itu memang memilih tinggal beberapa hari sebelum menggelar resepsi nanti.
"Jangan Buru-buru, gak enak" bisik Air di telinga kanan Bumi saat makanannya sudah habis.
"Enakan buru-buru ntar bisa nambah" timpal Langit yang ikut berbisik di telinga kiri.
"Kalian kenapa sih?!" cetus Bumi yang masih pura-pura tak paham.
"Cih, anak bawang so' polos!" ketus si sulung dengan tawa sumbang.
"Ngajak ribut dia kak" seru Langit yang membuat si tengah langsung memicing kan matanya.
"Pah, cepet bawa pulang anak mantunya nih. Ribet banget!" adunya pada Reza yang sedang berbincang dengan Oppa.
Pria yang kini sudah lega karna ketiga anaknya sudah menikah itu pun hanya tersenyum simpul menyaksikan perdebatan yang sebenarnya ia sangat paham.
"Iya besok Papa iket mereka berdua di sayap pesawat" sahut Reza dengan senyum menyeringai.
.
.
.
Selesai makan malam bersama, tentu semua anggota keluarga masuk kedalam kamar mereka masing masing. Begitu pun dengan Bumi serta Kahyangan si pengantin baru yang masih merasa canggung dan malu jika ingin bersentuhan.
"Aku kayanya terlalu kenyang" ucap Yayang yang duduk bersandar di sofa single dekat pintu kaca balkon.
__ADS_1
"Memang kamu makan seberapa banyak?" tanya Bumi sambil melepas kemejanya.
"Hem, entah."
Bumi menoleh sambil tersenyum simpul, Ia berjalan mendekat lalu berjongkok di depan sang istri.
"Eh, mau apa?" pekik Kahyangan yang reflek menepis tangan Bumi yang menyentuh perutnya.
"Kenapa? kamu tak suka di sentuh olehku."
"Maaf, aku hanya reflek tadi. Aku belum terbiasa lagi di sentuh" ucap gadis berhijab biru itu.
"Aku paham, harusnya aku yang minta maaf"
Bumi bangun dari jongkoknya lalu mengulurkan tangan di hadapan Kahyangan hingga gadis itu harus mendongakkan wajahnya bingung.
"Aku ngantuk, Yang" ucapnya sambil terkekeh karna tak kuasa lagi menahan tawa saat melihat wajah cantik tegang Kahyangan.
"Tidur ya?" gumam si cantik kesayangannya Oppa.
Kahyangan mengangguk paham, ia menerima uluran tangan Bumi lalu bangun dari duduknya.
"Ganti pakaiannu lebih dulu sebelum kita tidur" titah Bumi lagi.
Kahyangan bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan lima menit kemudian ia sudah keluar lagi dengan memakai satu stel piyama tidur serba panjang. Kahyangan meringsek naik keatas ranjang saat sang suami bergantian masuk kedalam kamar mandi setelahnya. Gadis itu nampak sedikit serba salah, rasa gugup dan malu tak bisa lagi di bendung.
"Kok ngelamun?" tanya Bumi yang mengagetkan Kahyangan yang sedang memutar otaknya mencari kata-kata yang tepat.
"Hem, enggak" jawabnya sambil merasakan detak jantung yang hampir mau copot.
Bumi hanya tersenyum kecil, ia ikut naik keatas tempat tidur lalu merapihkan bantal untuk di susun agar sedikit lebih tinggi.
__ADS_1
"Sini," pintanya agar Kahyangan mendekat.
"Tapi... "
"Sini dulu, kamu kenapa sih?" tanya Bumi yang sudah sangat gemas dengan tingkah laku istrinya yang membuat iaharus kuat menahan tawan sedari tadi.
"Kamu gak usah takut atau panik seperti itu, aku tak akan melakukannya malam ini" ucap Bumi sambil tetawa.
"Benarkah? kenapa." tanya Kahyangan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku masih hafal dengan tanggal datang bulanmu!!
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Hal sekecil itupun masih di inget kak..
__ADS_1
gue cium nih bapaknya π€£π€£
like komennya yuk ramaikan.