Heavenly Earth

Heavenly Earth
Ala Ola


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


( Ralat ya, ini 10tahun kemudian 🤭 )


"Yeee... kakak ganteng udah pulang" jerit senang Ara tentu membuat tanduk dalam kepala Gala keluar seketika.


Sam yang datang menghampiri pun langsung bergabung dengan dua adik sepupunya. Seperti yang sudah di ajarkan semua keluarga jika Ia pun tak boleh membedan Ara dan Ala maupun Ola, ketiganya harus sama rata mendapat perhatian dan kasih sayang dari Sam.


"Ikannya terus yang di kasih makan, orangnya udah makan belum?" tanya Sam yang di jawab gelengan kepala.


"Yuk, masuk. Tadi Moy beli banyak makanan" ajak Sam lagi sambil mengulurkan tangannya.


Gala yang tak suka di abaikan tentu bersikap lebih cepat, ia menarik tangan Ara sebelum garuda kecil itu menerima uluran kakak sepupunya yang mengulum senyum.


"Dasar bocah mesum!" ujar Samudera yang kini sudah beranjak remaja yaitu empat belas tahun.


Gala yang terus menarik sampai masuk dalam rumah tak sadar jika Ara sesekali menoleh kearah belakang melihat Sam yang ikut berjalan di belakang mereka.


"Kalian kenapa lagi?" tanya Kahyangan yang sedang memotong kue di meja makan kecil.


"Gak apa-apa, Umi" jawab Gala sambil mendudukkan Ara di sebelah wanita yang melahirkannya itu.

__ADS_1


Gala menatap kesal Ara yang nampak biasa saja, ia tak terusik dengan raut wajah kesal kakak angkatnya itu saking sudah terbiasa Gala bersikap seperti itu. Marah marah tak jelas sampai membuat aturan yang tak masuk di akal. Untung saja Ara tak paham ia hanya angguk angguk kepala dan mengiyakan tanpa mengerti maksud yang Gala ucapkan.


.


.


Lain Gala tentu Lain Rora, anak kedua pasangan Bumi dan kahyangan itu tak lepas dari Ammanya, terbukti dengan ia selalu bergelayut manja dan selalu minta di suapin apapun oleh sang Nyonya besar Rahardian.


"La, main PS yuk" ajak Sam.


"Hayuk, tapi ada syaratnya" sahut Gala dengan tangan melipat tangan di dada.


"Apa? pake syarat segala!" cetus Sam sambil tertawa kecil


Sam mengernyitkan dahinya, lalu ia tertawa karna merasa lucu dengan permintaan bocah laki-laki berumur sepuluh tahun di depannya itu.


"Kan emang ganteng, Oey!" sahut Sam. Ujung matanya sampai berair saking tak kuatnya menahan tawa.


"Gak boleh, kakak dede harus diem dan jangan tebar pesona sama Ara."


"Terserah kamu lah, Gala bambu"

__ADS_1


Sam yang berlari sehabis meledek pun langsung di kejar oleh Gala. Keduanya memang jarang sekali akur karna memiliki sifat yang bertolak belakang. Sam yang ramah dan Gala yang acuh juga galak. Karna itulah Sam sering menggoda adik sepupunya itu agar mau sedikit saja tertawa.


.


.


Ara yang di jaga ketat oleh Gala benar-benar tak tersentuh sama sekali, Ia bagai bayangan yang selalu mendampingi Ara, karna sikap posesif nya itulah kadang membuat Bumi dan kahyangan kebingungan untuk mengambil sikap.


"Harusnya kan Ala itu lebih sayang Ola ya, By" ucap Yayang saat keduanya berbaring di atas ranjang.


"Sayang keduanya, mungkin karna Ara lebih kecil dara Ola" sahut Bumi yang hanya hangat dan banyak bicara pada istrinya saja.


"Hem, mungkin. Aku harap begitu"


Terkadang perasaan seorang ibu memang tak bisa di bohongi meski jutaan orang berkata tidak tapi mata hatinya tetap berkata iya.


.


.


.

__ADS_1


Ada perasaan lain dari Gala untuk Asmara.


__ADS_2