
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Aku butuh Makmun...
Permintaan Bumi bagai menghujam jantung gadis berusia dua puluh satu tahun itu, ia menunduk lemah dengan mata yang siap menumpahkan tangisnya.
Tangannya begitu dingin saat ia merematnya sendiri di atas pangkuannya.
"Maaf, aku gak bisa" dengan helaan nafas berat Kahyangan memberanikan diri menolak sebagai jawaban atas keinginan pemuda yang teramat sangat ia cintai.
"Aku tahu, kamu anak Tuhan yang baik" ucap Bumi yang masih menatap gadis yang sudah setahun belakangan ini ia pacari.
"Sudah dari awal kita tahu, aku dan kamu gak akan ada yang mungkin ngalah, kan?" Yayang bicara dengan nada bergetar, derai air matanya sengaja tak ia hapus agar pemuda itu tahu betapa terlukanya ia saat ini.
"Aku mencintaimu, sangat!"
Tak ada yang bisa Bumi katakan lagi selain mengungkapkan isi hatinya, ia sungguh ingin mempertahankan gadisnya itu.
Andai ia bisa mengalahkan sebuah benteng keyakinan mungkin sudah sedari dulu ia lakukan.
"Aku lebih mencintaimu, Bu. Bahkan aku siap sakit berkali-kali demi kamu. Aku rela menangis demi doa yang sama tentang kamu, tentang hubungan kita" jawab Kahyangan yang meyakinkan Bumi bahwa cintanya tak pernah main-main.
"Aku ingin egois, Aku ingin mempertahankan IMANku dan kamu, apa bisa?" tanya Gadis itu sambil terisak lirih.
"Enggak, Yang" jawab Bumi tegas.
__ADS_1
"Jangan mempermainkan hubungan kita terlalu jauh" tambahnya lagi.
"Terus aku harus gimana?, aku lepas kamu, gitu?" jerit Kahyangan, ini pertama kalinya Bumi melihat sikap gadisnya yang tak biasa. entah kemana sifat selalu tenangnya itu.
"Yang, aku gak minta kita pisah sekarang" kata Bumi mencoba meraih tangan kekasihnya.
Private room sebuah restaurant milik keluarganya menjadi saksi betapa dua hati pasangan ini sedang menyiapkan banyak luka.
Kahyangan semakin histeris saat menepis tangan Bumi yang ingin menyentuhnya.
Ia sedang tak butuh semua itu!
"Sekarang atau nanti sama aja, Bu. kita pasti pisah karna aku sama kamu tetep sama keyakinan kita masing-masing" selak Kahyangan.
"Kita coba break, gimana?" Dengan rasa takut pemuda itu akhirnya memberi jalan tengah meski tak akan membuahkan jalan keluar untuk hubungan mereka
Bumi menggeleng kan kepalanya, sudut mata sendu miliknya sudah tergenang cairan benih yang perlahan turun.
"Mereka hanya menagih janjiku, Yang" jawab Bumi jujur, ia memang tak pernah menutupi apapun dari gadisnya itu, sikap terbukanya membuat hubungan mereka memang selalu aman tanpa pertengkaran.
"Janji?, kamu berjanji apa sama orang tuamu?" tanya Kahyangan penasaran.
"Aku akan melepasmu jika aku lelah, saat kita tak lagi menemukan titik cerah dan harapan dalam hubungan ini, ketika aku merasa semua hanya untuk di kenang sebab aku akan mundur perlahan"
DEG....
__ADS_1
Dari banyaknya Kalimat yang pernah Kahyangan dengar selama ia bersama Bumi, Kalimat barusan tadilah yang sangat menyakitkan baginya, ia tak pernah menyangka jika pemuda di hadapannya kini tengah merasa lelah.
Ia yang memaksa untuk bertahan saat ini bagai tak punya Sandaran untuk menopang cintanya lagi.
"Aku juga mundur! Aku gak mau bertahan sendiri" jawab Kahyangan sambil bangun dari duduknya bersiap untuk pergi.
" Sayang.. dengerin aku dulu" pinta Bumi yang ikut bangkit.
.
.
.
.
Sainganku kini bukan lagi ciptaannya melainkan penciptanya..
Antara lonceng dan adzan , antara kalung salib di leher Ku dan tasbih ditanganmu , antara dahsyatnya syafaat dan manisnya syahadat .
Bertahan lah dengan tasbihmu, lalu berbahagialah dan aku akan bertahan dengan salibku demi melihatmu bahagia..
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
nangis yuk di pojokan sambil ngemil sendal jepit 😭😭😭😭😭.
__ADS_1
Like komen nya ya ramai kan ♥️