
🍁🍁🍁🍁🍁
"Alhamdulillah, sehat dan sempurna" tiga kalimat yang di ucapkan dokter membuat hati Bumi dan Melisa sangat lega, begitupun dengan Kahyangan yang masih mengatur napasnya di sisa sisa kenikmat menjadi awal seorang ibu.
Bayangan kedua orangtuanya pun terlintas dan terus berputar di pelupuk matanya yang seakan ingin terlelap.
"Yang, gak boleh tidur. Ayo tahan rasa kantukmu" bisik Melisa yang dijawab anggukan kepala oleh Kahyangan.
Tetes air mata terus mengalir saat buah cintanya bersama Bumi kini bergeliat diatas dadanya yang polos, rasa syukur terus di panjatkan tanpa henti oleh wanita yang menyadang status menantu kedua Rahardian itu. Hal serupa pun di rasakan oleh Bumi saat mengadzani sang buah hati bahkan suaranya tedengar bergetar menahan isak tangis haru.
Bumi yang tak beranjak sedikit pun dari sisi istrinya terus saja mengucapkan terimakasih kasih atas perjuangan Kahyangan selama proses kehamilan hingga persalinan yang tentu tak mudah, apalagi mengingat perjalanan cinta keduanya yang sangat menguras emosi dan air mata.
Penantian belasan tahun tak cukup bagi keduanya untuk merasakan kebahagiaan karna harus lebih sabar lagi menunggu selama empat tahun agar bisa menjadi orang tua.
"Aku bahagia, sangat sangat bahagia" bisik Bumi di telinga Kahyangan saat dokter masih mengurusnya sisa persalinan.
"Aku pun, Terima kasih selalu ada untuk ku" balasnya sambil meringis menahan sakit.
"Aku yang seharusnya mengatakan itu semua. Keluarga kita sempurna saat ini, Umi"
.
.
.
Kahyangan yang sudah di pindah dari ruang bersalin kini kembali berkumpul dengan keluarganya. Ada ambu dan Abah yang mendampinginya juga.
Jangan tanyakan keberadaan Reza dan Melissa karna pasangan itu sibuk menimang cucu baru.
"Puasin tuh sebelum dateng si Tutut" kekeh Cahaya yang baru datang.
__ADS_1
"Bentar lagi juga muncul, kan udah di jalan" sahut Reza.
Ia belum bisa menebak reaksi Sam saat melihat Gajahnya menggendong yang lain selain dia karna tentu itu tak pernah terjadi selama empat tahun, hanya bocah bawel itu yang selalu berada di pangkuan Sang Tuan besar Rahardian.
Kahyangan yang dalam masa pemulihan pun membutuhkan waktu istrirahat yang cukup untuk menambah energinya yang tadi terkuras selama melahirkan.
"Yang, makan dulu ya" tawar Melisa lagi,
"Aku mau sayurnya aja, Mah" jawab Yayang. Asi yang belum keluar banyak membuat ia harus lebih sering memakan makanan bergizi.
"Iya, gak apa-apa. sedikit sedikit tapi sering"
Melissa terus menyuapi istri dari si tengah mumpung belum waktunya juga Kahyangan menyusui lagi, Rasa keibuan yang di miliki Melisa membuat siapapun yang melihat pasti tak menyangkan jika ia adalah seorang mertua yang mengurus menantunya.
"Cukup, Mah. Aku kenyang"
"Ya sudah, kamu istrirahat ya" titahnya lagi sambil membereskan mangkuk dan gelas kotor.
Semua sudah di siapkan oleh Bumi dan Reza mengingat Rahardian adalah keluarga besar.
"Baru dateng?" tanya Reza saat si Sulung berhambur bersama Sam memeluk Reza.
"Dede tuh kebanyakan drama" sahut Air yang langsung kena gigitan gigi bocah bawel yang kini sedang merengut.
"Nda, PapAy ih... " protesnya tak Terima.
"Kenapa lagi sih, Gantengnya Amma?"
Kedatangan Samudera masih menjadi pusat perhatian, semuanya harus bersikap adil antara ia dan sepupunya kini. Sebagai pemegang tahta tertinggi selama empat tahun menjadi satu-satunya cucu dan cicit Rahardian tentu tak mudah baginya jika harus merasa tersaingi.
"Sibuk pilih Baju" sahut Hujan yang kini bersama Kahyangan.
__ADS_1
"Hihihi, dede mahu baju ini, Moy" sahut Sam sambil terkekeh.
Tawa renyahnya itu pun membuat Reza tak kuasa ingin menciumi dengan gemas.
"Appa, udah iyat bayi na?" tanya sang Tutut di atas pangkuan Gajah.
"Udah dong, temen main dede ya. Nanti jagain ya saudaranya, Ok" pesan Reza pada sang cucu.
"Keh, Appa. Dede mahu iyat ya" ucapnya sembari turun dan berlari kearah Box bayi.
.
.
.
.
.
.
Ya awoh, Onty NyangNyang udah taya miong ya.
Anak na banak banak benel Oey!!!!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Si Tutut bikin emak emak makin kepo 🤭🤭🤭
__ADS_1
Disini liat bayi, di sono malah udah punya bayi dia 🤣🤣