Heavenly Earth

Heavenly Earth
bab 46


__ADS_3

🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Kahyangan baru tersadar masih bingung dengan apa yang terjadi, apalagi saat ada gadis cilik memanggil dengan sebutan Ummi, Ia tahu jika itu sama saja dengan memanggilnya Ibu.


"Nama kamu siapa?" tanya Yayang pada si cantik yang masih memakai gaun putih khas tuan putri seusianya


"Aku Nisa, Khairunnisa" jawabnya dengan gaya Centil.


Kahyangan tersenyum kecil melihat tingkah Nisa seakan mengingatkannya pada anak-anak jalanan yang sudah hampir sebulan ini tak ia kunjungi karna begitu banyaknya musibah yang menimpa.


"Nama Ummi siapa?" Nisa balik bertanya.


"Khayangan, panggil Yayang aja ya"


Ummi Yayang.


Ambu dan Abah semakin merasa tak enak hati, cucu semata wayangnya itu keukeh ingin memanggil Kahyangan dengan sebutan Ummi. Tapi jika melihat sikap Khayangan sepertinya gadis itu tak masalah.


"Maaf ya, cucu Ambu emang gitu" ucap Wanita baya dengan muslim syar'i nya.


"Gak apa-apa, Bu"


"Panggil Ambu aja ya, biar enak" pintanya pada Kahyangan.


Abah yang tadi menerima telepon dari Iqbal langsung menyampaikan pesan Putranya itu pada sang istri, ia mendekat ke arah Ambu yang duduk disisi khayangan.


"Nanti ada yang jemput dari kantor si Aa, buat bawa pulang Ambu sama Nisa" Kata Abah.


"Kenapa pulang, Nisa aja gak mau pulang" jawab Ambu yang sepertinya tam setuju.


"Coba cium ketek Ambu, mandi heula nya geulis" Rayu pria baya itu pada sang istri yang langsung mendapat cubitan panas di perutnya.


"Iya atuh, Ambu pulang dulu sama Nisa. Badan gak enam banget" ujarnya kemudian.


"Nanti kalo udah mandi, udah wangi Sama cantik, tong poho datang deui nya, gantian jeng Abah, ok" pesan Abah sambil mengacungkan jempolnya.


"Ok, Waelah"


Dengan sedikit memaksa akhirnya Ambu bisa merayu Nisa untuk pulang sebentar kerumah dengan berjanji akan menginap lagi di rumah sakit menemani khayangan.


Gadis cantik itu menciumi seluruh wajah Yayang dengan mata berkaca-kaca.


"Nisa pulang ya, nanti Nisa temenin Ummi lagi di sini" pamitnya sambil terisak sampai membuat Ambu dan Abah terharu.


"Iya sayang, Ummi tunggu disini ya"

__ADS_1


Nisa selalu menoleh kearah Kahyangan yang terbaring di atas ranjang sampai akhirnya pintu di tutup oleh Abah.


"Maaf ya, Nisa terlalu manja" ucap Abah yang sudah menarik kursi ke sisi ranjang.


"Gak apa apa, Aku suka anak-anak"


Abah begitu intens menatap Khayangan yang seakan pernah ia temui sebelum kejadian kecelakaan ini.


Raut wajahnya tak asing apalagi senyum manisnya yang jujur itu membuat hati Abah berdesir.


"Dimana kami memberitahukan keluargamu?" tanya Abah untuk memecah keheningan.


"Aku yatim piatu, Bah" jelas Yayang dengan nada bergetar. Bayangan Ibu mulai melintas di benaknya lagi.


"Maaf, Abah gak tau"


Kahyangan hanya tersenyum kecil saat melihat Abah mungkin tak enak hati padanya.


"Kamu punya saudara atau kerabat?" tanya Abah lagi yang mulai bingung.


"Ada, tapi jauh semua"


"Lalu dimana kamu tinggal? kamu hidup dengan siapa?" Abah mulai memberondong banyak pertanyaan.


"Aku tinggal di kos-kosan dekat kampus ku kuliah, aku kerja paruh waktu di salah satu resto" Kahyangan sengaja melebihi jawabannya.


Obrolan kecil mereka bicarakan sampai suster datang membawakan makanan dan obat sambil memeriksakan kondisi Khayangan.


Setelah itu kahyangan mulai istirahat sampai akhir nya ia terlelap begitu juga dengan Abah yang sudah lebih dulu terbuai mimpi.


.


.


Jam lima sore Ambu, Nisa dan Iqbal datang bersama ke rumah sakit, di tangan pria dewasa itu ada dua paperbag besar berisi baju Salin dan makanan untuk mereka semua karena Nisa tak sabar untuk kembali lagi.


CEKLEK


"Ya Allah, Si Abah bikin pulau di sofa rumah sakit" ucap Ambu sambil menggeleng kepala.


Kahyangan yang sudah bangun hanya bisa tertawa kecil mendengar dan melihat Ambu Sibuk membangunkan Abah di bantu oleh Nisa yang justru heboh tertawa.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Iqbal saat di dekat ranjang.


"Lumayan baik, terimakasih" jawab Yayan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Untuk apa?, itu sudah tanggung jawab kami meski mungkin itu salahmu" tutur Iqbal dengan nada menyindir. Ia sosok pria yang sangat sulit di dekati.


"Maaf kalau begitu" balas Khayangan.


Keduanya kembali terdiam saat Ambu datang menyuruh semuanya makan Lebih dulu, ia tahu jika putranya itu pasti sudah sangat kelaparan.


"Mari makan dulu, biar Ambu siapkan"


Wanita baya itu sangat cekatan mengeluarkan dan menyiapkan semuanya. Sampai semua tertata rapi di atas meja yang sengaja di geser ke dekat ranjang Khayangan agar gadis itu tak merasa di acuhkan.


"Hayo berdoa dulu" pesan Abah pada cucunya.


"Hahaha, iya lupa" jawab Nisa sambil tertawa.


Semuanya menadahkan tangan sambil terpejam mendengarkan betapa syahdunya bocah cantik itu membacakan doa makan.


Aamiin...


Satu kata yang di ucapkan secara bersamaan.


Empat orang itu lalu menoleh kearah Kahyangan yang masih mengepalkan tangan di depan dada dengan menutup matanya, ia begitu terlihat sangat cantik karna ada senyum di sudut bibirnya.


Ia tersentak kaget saat membuka mata ternyata semua orang menatapnya begitu aneh.


.


.


.


.


.


.


.


.


UPS.. maaf. aku NonIs.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Yah.... ketauan deh 😂😂😂

__ADS_1


Ta'at banget si yayang,👍


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2