Heavenly Earth

Heavenly Earth
extra bab 31


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kahyangan yang sudah di izinkan pulang kerumah tentu merasa lebih baik dibanding saat masih di rumah sakit.


Ia benar-benar diurus oleh keluarganya di tambah Ambu pun masih ada menanami hingga dua hari mendatang.


Ia yang pulang kerumah utama tentu membuat bangunan mewah itu terasa lebih ramai dari biasanya yang hanya ada Sam saja.


"Tidurnya lama banget" keluh Bumi, ia yang belum mau masuk kantor sampai dua bulan nanti tak pernah beranjak dari sisi si kembar.


Gala dan Ara, panggilan untuk putra putri Bumi dan Kahyangan yang sudah mereka nanti selama empat tahun lamanya.x Tangis kecewa dan sedih yang setiap bulan dirasakan Yayang terbayar sudah dengan hadirnya dua malaikat kecil yang menyempurnakan rumah tangganya.


"Sebentar lagi juga bangun, udah waktunya nyusu juga" jawab Kahyangan.


"Nanti pas bangun, pas si Tutut pulang ya?" kekeh Bumi, anak itu selalu heboh jika si kembar tak tidur.


"Lagi seneng punya adek, biarin aja. Kalo gak ada Ala sama Ola pasti kesepian dia, By"


Obrolan keduanya pun terhenti saat Gala bangun lalu merengek, dengan sigap Kahyangan langsung memangkunya untuk di susui, sedangkan Ara yang tidurnya terganggu di angkat juga oleh Bumi untuk di timang agar bisa bergantian dengan Gala.

__ADS_1


.


.


.


.


Usai makan malam semua berkumpul di ruang tengah lantai atas agar Kahyangan tak perlu naik turun tangga atau lift jika ke kamarnya nanti.


Si kembar yang diletakan di kasur atas K


"Jangan bobo telus dong, ayo main sama kakak dede" ujar Sam di sebelah Ara.


"Main sama Gala sini, Gala gak bobo nih" ajak Bumi agar keponakannya mau pindah.


"Nda, dede mahu sama Ola, nda mahu sama Ala" tolak nya sambil menggelengkan kepala.


Bocah empat tahun itu memang lebih senang dengan sepupu perempuannya di banding dengan yang laki-laki dengan alasan karena Ara sangat cantik dan lebih harum strawberry.

__ADS_1


"Sama aja, De" sahut Reza yang melambaikan tangan agar cucu pertamanya itu mendekat dan naik keatas pangkuannya.


"Dede mahu adik pelempuan kaya Ala"


"Minta sana sana, Moy" ledek Air yang sedang bertukar dengan Hujan yang belum pulang dari luar kota.


"Minta aja sama Onty nyang nyang, dede Ola buat dede ya"


Bumi langsung mencibir kearah keponakannya itu yang terkekeh karna berhasil menggodanya yang masih saja sering dingin bagai bongkahan es batu.


.


.


Puas berbincang santai semuanya kini masuk kedalam kamar masing-masing, Kahyangan yang di bantu Melisa menggendong Ara terus saja menciumi pipi bulat merah cucu perempuannya itu. Entah kenapa ia begitu rindu saat saat awal pasca melahirkan karna saat melihat Kahyangan ia seperti sedang melihat dirinya sendiri yang kerepotan dengan si bayi kembarnya dulu.


"Kamu istirahat yang cukup ya, jangan segan bangunkan Bumi untuk membantu atau menemani mu saat anak kalian bangun tengah malam. Ini awal ujian kalian sebagai orang tua, tetaplah saling menggenggam satu sama lain." pesan Melisa untuk sang menantu, ia tak ingin wanita cantik berhijab biru laut itu merasa tertekan karna lelah.


"Iya, mah. Bumi selalu ada untukku." sahut Kahyangan sambil melirik kearah suaminya.

__ADS_1


"Kakak harus sigap bantuin Yayang ya, Jaga perasaan istrimu untuk selalu bahagia setiap saat, wanita yang sehabis melahirkan tak butuh harta, mereka hanya butuh kasih sayang, pengertian, perhatian dan bantuan karna rasa sakit dan lelahnya membuat mood sering tak stabil. Jangan sampai Yayang merasa Sendiri, paham?!" tegas Melisa pada si tengah yang di jawab anggukan dan pelukan.


__ADS_2