
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Bumi yang sudah lima hari berbeda negara dengan keluarganya kini sedikit bisa bangkit dari rasa terpuruknya.
Banyak yang ia lakukan selama berlibur termasuk jalan-jalan tanpa arah dan tujuan, pemuda itu sedang menikmati kesendiriannya. Hatinya memang masih terluka tapi tak sesakit kemarin tentunya.
"Hidupku tak sampai hari ini, Tuhan memberikan ku nafas secara cuma-cuma, aku sangat bersyukur akan hal itu dan akan aku gunakan itu sebaik mungkin meski tanpanya" gumam Bumi bertekad dalam hati dengan mata tertuju pada deburan ombak yang ada di hadapannya kini.
Berbeda dengan Bumi, Gadis cantik yang tanpa sadar telah di tinggalkan itu sedang terisak dalam kamar mandi tempat kerjanya. Tangisnya pecah dan tumpah semua di atas telapak tangan yang bertumpu di lututnya.
Kenapa pergi?
Ku mohon kembali....
Ya... satu jam lalu ia bertemu dengan salah satu teman Bumi yang kebetulan menjadi pengunjung di resto tempat ia bekerja, betapa terkejutnya teman Bumi saat melihat Khayangan lah yang melayaninya, karna semua orang tahu jika keluarga RAHARDIAN sudah memperkenalkan Kahyangan sebagai calon menantunya mereka.
'Aku kira kamu ikut Bumi ke luar negeri buat liburan bareng?'
Itulah pertanyaan yang menyesakkan dada Kahyangan, bukan karna dia tak ikut atau di ajak tapi karena Bumi sama sekali tak berpamitan padanya. Hal yang belum biasa Kahyangan terima saat ini dimana biasanya ia tahu semua tentang Bumi.
Tok..tok..tok..
Khayangan langsung menghapus air mata sambil bangun dari jongkoknya tak lupa ia pun membereskan bajunya yang sedikit berantakan.
__ADS_1
"Yang.. kamu kenapa?"
Kahyangan tersenyum simpul, tanpa membuka pintu pun ia tau siapa yang memanggil nya di luar sana.
"Tunggu, Lex" jawabnya pelan karna serak
CEKLEK
Kahyangan langsung membuka pintu, ia menahan tawa ketika melihat kepanikan di wajah temannya itu.
"Kamu kenapa, sakit? mau aku anter pulang?"
Kahyangan menggeleng pelan, meski sebenarnya ia merasakan kini kepalanya sedikit berdenyut nyeri.
"Terus nangisin apa?" tanya Alex lagi yang masih berdiri di ambang pintu toilet.
"Aku gak apa-apa, cuma lagi inget ibu" Kahyangan memberi alasan yang pasti membuat Alex tak banyak bertanya lagi padanya nanti.
"Ya udah, ayo." ajak pria itu sambil menuntun tangan Kahyangan.
Jan empat sore beberapa karyawan tetap dan part time sudah mulai bersiap untuk pulang termasuk Kahyangan dan Alex yang bekerja sedari pagi tadi.
Gadis Cantik yang sedang membereskan barangnya langsung dihampiri Alex yang di tangannya sudah ada helm.
"Yuk pulang bareng" ajaknya saat berdiri di sisi Kahyangan.
__ADS_1
"Kamu pulang duluan aja, aku mau ke makam ibu sebentar"
"Iya, aku anter" Alex menatap kedua manik mata Kahyangan begitu intens.
"Gak usah, cuma sebentar aja. Kamu bisa pulang duluan ya, nanti malam kan kamu mau bawain aku kue" ucap si cantik dengan senyum manisnya membuat jantung Alex berdebar tak karuan.
pria itu akhirnya pasrah karna gadis incarannya terus menolak, ia mengusap kepala Kahyangan yang kini tak ada siapapun yang bersamanya.
"Aku duluan ya, kabari jika sudah di kos'an" pamit Alex.
Baru dua langkah ia pergi namun namanya sudah di panggil oleh Khayangan sontak membuat ia langsung menoleh.
"Ada apa? berubah pikiran ya?" godanya pada Yayang.
"Enggak. aku cuma mau minta tolong sama kamu, Lex" pintanya semakin mendekat, kini kedua tangan mereka saling bersentuhan.
"Apa?, apapun jika aku bisa pasti aku lakukan, Yang" jawab Alex.
"Aku mohon, jangan pernah ceritakan apapun atau bertanya tentangku lagi pada Bumi, menghindar lah jika bertemu dengannya"
💞💞💞💞💞💞💞💞
Salah paham yang menyakitkan 😭😭😭😭
Like komen nya yuk ramai kan ♥️
__ADS_1