
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
"Tin, kita bicara?" ucap Kahyangan yang tiba tua datang ke ruang cuci membuat wanita itu tentu sangat terkejut.
"Ada apa, Nyonya. Apa saya membuat kesalahan?" tanya Titin dengan raut wajah kaget dan takut.
"Enggak, Tin. Cuma ini masalah Ara. Kita ngobrol di meja makan yuk"
Kahyangan tersenyum simpul sebelum ia membalikkan badan dan melangkah menuju dapur, Titin yang masih kebingungan pun akhirnya ikut mengekor di belakang sang Nyonya majikan.
"Duduk, Tin" titah Kahyangan pada Asisten rumah tangganya.
"Iya, Nyonya".
Titin dan Kahyangan duduk saling berhadapan di meja makan, wanita itu tampak menunduk tak berani menatap Kahyangan yang padahal sedari tadi tersenyum ke arahnya.
" Ada apa dengan anak saya, Nyonya. Apa dia nakal atau bertengkar dengan Tuan dan Nona muda?" tanya Titin memecah keheningan diatara keduanya.
"Ara anak baik, mana mungkin ia melakukan hal itu. Saya dan Abynya anak-anak mau menawarkan sesutu untuk Ara tapi tentunya itu atas izinmu sebagai ibunya, Tin" jelas Kahyangan
Titin langsung mendongak kan wajahnya dengan kening mengkerut karna emakin bingung dan tak paham dengan arah pembicaraan majikan baik hatinya itu.
"Tawaran apa?"
"Sekolah! usia Ara sudah lima tahun. Saya dan Abynya Gala berniat memasukkan Ara ke taman kanak-kanak, bagaimana menurutmu?" tanya Kahyangan.
__ADS_1
Titin diam sejenak karna jauh dari dalam hatinya tentu ia pun memikirkan hal itu tentang putri semata wayangnya tapi banyaknya pertimbangan membuat ia lagi dan lagi terus mengulur waktu.
"Biar nanti Ara sekolah di kampung saja, Nyonya. Saya bingung membagi waktunya" jawab Titin yang kembali menunduk.
"Di kampung sama siapa? suamimu saja gak jelas kerjanya" ucap Kahyangan. Ia kadang kasihan pada Asistennya itu yang seakan diperas hasil tenaganya oleh pria yang di akui Titin sebagai ayah dari Ara.
"Tapi, Nyonya."
"Sudahlah, anggap ini rejeki untuk Ara. Kamu tahu kan kalau saya atau Abynya anak-anak tak pernah membedakan antara Ala, Ola maupun Ara, ketiganya selalu mendapatkan sesuatu yang sama termasuk pendidikan." tegas Kahyangan.
"Baik, Nyonya. Saya ucapkan banyak terimakasih atas segala kebaikan Nyonya dan Tuan besar"
******
Gala yang datang tiba tiba langsung memarahi pak sungkar yang memegang tangan Ara, sedang Gala yang melihat itu semua tentu tak Terima dan marah.
"Bapak cuma ajarin Neng Ara naik sepedah, Tuan" jelas Pak sungkar yang gemas dengan tanduk yang keluar dari kepala Tuan mudanya itu.
"Ajarin sih ajarin, tapi jangan sentuh Ara!" protes Gala. Ia tak pernah suka siapapun menyentuh miliknya.
"Nanti kalau jatuh, gimana? kan kasihan Neng Aranya" Pak sungkar terus memberi alasan jujur karna niatnya hanya mengajari Ara naik sepeda, tak lebih dari itu.
Ara yang takut akhirnya turun dan berlari, Gala yang melihat itupun tentu langsung mengejarnya dan menarik Ara.
"Mau kemana?"
__ADS_1
"Ara mau ke ibu" jawab si gadis kecil dengan mata berkaca kaca.
"Ara marah sama kakak?" tanya Gala yang di jawab gelengan kepala oleh si gadis cantik berponi.
"Kan kakak bilang, naik sepedahnya nanti"
"Ara maunya sekarang, nunggu kakak belajar lama" jawab Ara dengan menunduk.
.
.
.
.
"Tapi kakak gak suka. Kalau kakak bilang nanti ya nanti, kamu cuma boleh sama kakak, ngerti?"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ala Galak Oey 🤣🤣🤣
Nurut ya Ara, titisan Rahardian emang begitu semua 😁😁.
Like komennya yuk. ramaikan.
__ADS_1