Heavenly Earth

Heavenly Earth
extra part 07


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Astaghfirullahalazim... kalian ngapain pada disini?" pekik Bumi sambil memegang dadanya yang kaget saat melihat Ada Air dan juga Langit di ruang kerja papanya.


"Nunggu anak bawang dong" kata Air sembari menaik turunkan kedua alisnya.


"Sini.. sini masuk. Silahkan duduk, pasti capek kan udah tau rasanya naik turun lembah" goda Langit yang menepuk sofa single tepat di hadapan papa mertuanya yang sedang tersenyum penuh arti.


Bumi yang sebenarnya mendadak lemas, hanya bisa pasrah saat ia di duduk kan secara paksa oleh Kakak dan juga Abangnya.


Laknat sekali kalian...



"Kakak mau langsung pindah ke apartemen kakak?" tanya Reza mengawali obrolannya dengan si tengah.


"Iya, pah. Malam ini juga langsung di isi, tapi kakak belum lihat lagi sih kesana, karna tadi langsung kesini" jawab Bumi yang sebenarnya tak enak hati sebab langsung keluar dari apartemen kedua orangtuanya setelah menikah, padahal tempat ini sudah lebih dari dua puluh tahun ia tempati. Tak terhitung seberapa banyak kenangan yang tertinggal di dalam kamarnya yang seakan menjadi saksi bisu setiap ia menangis menahan rindu pada sosok wanita yang nyatanya kini telah resmi menjadi istrinya setelah perjuangan sepuluh tahun lamanya bertahan pada satu hati di atas takdir yang sulit ia taklukan.


Ketika orang lain meminta ia melepas cintanya justru ia tetap bertahan dan yakin


"Enak bener dah biar gak ada yang gangguin kan?" ledek Air.


"Gak juga, kan masih disini, sama aja"


"Kan kita jadi gak bisa nguping ya de sah an bumi kaya gimana" timpal Langit yang langsung mendapat dua jempol dari Air.

__ADS_1


"Biar fokus kasih papa cucu, ya kak?" Kata Reza yang mulai ikut menjahili anak keduanya itu.


"InshaAllah, pah. Doain aja cepet di kasih kepercayaan buat aku dan Yayang dapet momongan:" jawab Bumi yang memang tak berniat menunda untuk memiliki buah hati meski tak pernah membahasnya dengan sang istri.


"Aamin... yang kenceng panjang dan keras!" ucap Air dan Langit berbarengan.


"Huss!!"


"Kalo mau langsung mau punya anak pasti rajin dong bikinnya, inget turun,'kan?" tanya Reza dengan senyum jahilnya.


"Inget Pah, inget banget malah, jalan masuk sama pulang aman gak pake nyasar" jawab Bumi sambil melirik ke arah kakaknya.


"Apa? kakak gak nyasar woy, cuma tersesat sedikit karna bingung mau kemana dulu" timpal Air.


"Tapi akhirnya nyampe, 'kan?" tanya Langit yang malah senang menggoda adiknya sekaligus kakak iparnya juga.


Bumi hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan kakaknya yang selalu tanpa filter saat berbicara.


"Buanglah pada tempatnya, jangna sampe luber kemana kemana, tar yang ada gak jadi jadi" kata Reza sambil mengulum senyumnya.


"Gimana gak luber, sekali tembak berkali-kali, kan nahannya lama banget ya Bu, buat dapetin wadah yang sesungguhnya. Sekarang gak berceceran karna ada penampung yang halal" Air tertawa terbahak-bahak sambil memukuli Langit yang duduk di dekatnya, si sulung yang kini sering konslet membuat yang lain hanya tersenyum kecil.


"Aih, apaan sih! gak jelas banget" kata Bumi yang langsung di buat pusing dengan kelakuan kakak kembarnya itu.


Bumi yang bangkit dari duduknya langsung di tahan oleh Air dan Langit, kedua pria itu masing-masing menekan bahu kiri dan kanannya.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Reza


.


.


.


.


.


.


.


.


Mau isi baskom.. selangku mulai tegak!!!


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Astaghfirullah...


Gada yang bagusan dikit apa kak Bu?

__ADS_1


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Like komennya yuk biar bisa nambah..


__ADS_2