Heavenly Earth

Heavenly Earth
Bab 54


__ADS_3

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Tok.. tok. tok.


"Kak, Buuuuuuuuuuu"


"Kakak.. woy.. kaaaaaaaaaa"


Teriakan Mitha di pintu kamar Bumi membuat pemuda yang masih dalam mode patah hati abadi itu harus keluar dari selimut tebalnya, meski telinganya sedang di sumpal oleh headset dari ponselnya.


"Anak kancil ngapain sih!" rutuknya kesal.


Bumi turun dari ranjang dan langsung menuju pintu kamar yang sengaja ia kunci sedari selesai makan malam tadi.


Cek lek


"Apa sih, Dek?"


Mitha yang berdiri di hadapan kakak sepupu terbaiknya itu hanya tersenyum lebar sampai terlihat semua deretan gigi putihnya, mata lentiknya mampu membuat siapapun terpesona padanya.


Si gadis cantik berusia tujuh belas tahun yang memiliki empat pacar di berbagai sekolah bonafide di kota.


"Jalan-jalan yuk" Ajaknya manja seperti biasa.


"Ini udah jam berapa?, udah diem dirumah! keluyuran mulu" dengus Bumi kesal.


"Ayo.. jalan-jalan!" pintanya lagi memaksa.


"Gak mau! bikin macet jalanan aja" cetus si tengah masih enggan menuruti kemauan adik sepupunya itu.


Perdebatan keduanya terhenti saat Melisa datang membawa dua gelas jus buah untuk Mitha dan Bumi.


"Minum dulu sebelum pergi" ucap Melisa pada anak juga keponakannya.


Mitha meraih satu gelas kaca berukuran sedang begitupun dengan Bumi. Keduanya menegak minuman yang di bawa oleh Melisa hingga habis setengah.


"Kakak gak mau kemana-mana" tegas Bumi lagi.

__ADS_1


Keluar rumah saat malam hari sama saja bagai menorehkan luka dalam hatinya yang belum sembuh, begitu banyak kenangan ia dan kahyangan yang masih terpatri dalam hatinya sampai detik ini karna langit malam pernah menjadi saksi terindah bagaimana ia hingga kini masih mencintai gadisnya yang entah ada dimana.


"Keluar sana, ajak Mitha jalan-jalan" titah Melisa pada si tengah.


"Keluar, kak. Masa kalah sama papa yang udah gak muda ini. kita aja mau pacaran nih, iya kan, Ra? " kata Reza sambil mengedipkan kan satu matanya pada sang istri.


Melisa yang tak tau apa-apa hanya menggeleng kan kepalanya.


"Emang kita ada janjian buat keluar?, kapan? " Melisa balik bertanya.


"Sekarang! " jawab pria tampan itu yang kemudian manarik tangan istrinya masuk kedalam kamar mereka.


Mitha yang masih bersama Bumi terus saja menaik turunkan alisnya untuk memohon agar pemuda itu mau keluar malam ini dengannya, ia terus merayu sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Yah.. mau ya? Ok kakak Bu yang gantengnya seluas semesta Alam dunia dan Akhirat dari penghuni nyata sampe hali serta ghaib" kekeh Mitha seraya menutup mulutnya sendiri.


"Ya udah, tunggu disini!" titah Bumi pada adik sepupunya.


"Masuk gak boleh?" goda gadis itu sambil tersenyum manis.


"Astaghfirullah, jangan bilang ini ajaran si kakak Ay ya!" sentaknya kesal.


.


.


.


.


Bumi dan Mitha akhirnya sampai di sebuah Mall ternama di ibu kota, malam minggu adalah malam yang di khususkan oleh rata-rata pasangan muda muda yang sedang dimabuk cinta. Tak perduli tak ada tujuan yang terpenting bisa keluar.


"Mau nonton apa kak?" tanya Mitha saat keduanya ada didepan gedung bioskop yang cukup ramai.


"Gak, ah! kita keliling aja yuk " tolak Bumi yang sedang tak ingin menonton film apapun.


"Dih, kok gitu sih?" keluh Mitha.

__ADS_1


Bumi berlalu pergi meninggalkan Mitha yang merengut kesal padanya, gadis Itu terus saja mengoceh di belakang Bumi sampai akhirnya ada seseorang yang tanpa sengaja menabrak gadis itu.


"Maaf, saya gak sengaja" ucap pria tinggi berkemeja biru.


"Loh, om disini?" tanya Mitha pada orang yang menabraknya tadi dengan nada terkejut.


Bumi yang mendengar keributan di belakangnya langsung menoleh dan hanya memperhatikan Mitha dari jarak Satu meter.


"Iya, kamu sendiri juga lagi main disini?"


Mitha mengangguk lalu menarik tangan Bumi.


" Kenalin, Om. ini kakak sepupuku" ucap Mitha melirik kearah pemuda di sisinya itu.


"Bumi" serunya sambil mengulurkan tangan.


.


.


.


.


.


.


.


Iqbal..


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


OMEGOT πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ


Dunia halu yang sempit 😘😘😘

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2