
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kalian tetap disini ya sampai Kahyangan benar-benar sehat lagi" titah Reza sambil mengusap lengan putra keduanya.
"Papa sama mama mau pulang?" tanya Bumi.
"Enggak, kami mau ke panti asuhan, kabar baik ini harus mereka rasakan juga. Ini anugerah terindah setiap Allah memberi rezeki tentu kita harus berbagi" jawab Melisa yang masih merasa haru.
"Nanti biar mama Minta Hujan buat bawain keperluan kalian, bagaimana?" sambung Nyonya besar Rahardian.
"Aku gak apa-apa, Mah. Aku pulang aja ya"
"NO!!!" jawab Reza dan Melisa berbarengan sampai pas pasangan suami istri yang sedang di liputi rasa bahagia itu terkekeh.
.
.
Sepeninggal orang tua Bumi, kini tinggal mereka berdua yang berada di dalam kamar rawat inap yang mewahnya bagai hotel bintang lima.
"Aku gak tau cara bilang bahagianya aku gimana lagi, lebih dari bahagia kayanya" ucap Bumi dengan tangan tak lepas menggenggam jari jari lentik istrinya.
"Entah harus dengan cara apa kita bersyukur, aku akan menjadi wanita sempurna" balas Yayang yang kembali meneteskan air mata.
"Semua wanita sempurna, hanya tahapannya saja yang berbeda. Apapun kamu, kamu tetap yang terbaik untukku" tegas Bumi. Baginya Kahyangan adalah sosok penyempurna hidup yang terus membawanya kearah yang lebih baik.
Terimakasih selalu sabar bersamaku" Kahyangan kembali memeluk suaminya, pria yang selama hampir lima belas tahun tetap mencintainya dengan tulus itu benar-benar tak goyah dengan hal apapun termasuk keyakinan yang dulu menjadi hal utama berpisahnya lagi mereka.
.
.
Kabar baik hamilnya Kahyangan tentu di sambut baik oleh keluarga yang lainnya termasuk Oppa yang sangat menyayangi cucu mantu keduanya itu. Pria baya yang kini sering sakit sakitan malah bersikeras ingin kerumah sakit
__ADS_1
Air dan Hujan yang di perintahkan membawa makanan dan baju salin pun bergegas menyiapkan segalanya.
"Mahu mana agih cih?" tanya Sam, saat ia melihat kedua orangtuanya nampak sibuk.
"Mau ke rumah sakit, kita ketemu Onty Yayang ya"
"Onty nyang nyang atit?"
"Enggak, Sayang" jawab Air yang membuat Sam kebingungan tapi bocah bawel itu tak lagi bertanya karna tubuhnya langsung di gendong keluar dari kamar.
Langit dan Cahaya yang menunggu diruang tamu langsung bangun saat melihat kakak mereka datang bersama sang keponakan.
"Hallo, tutut" goda si bungsu.
"Nda enal, Nda mahu omong" sahutnya yang malah ingin berpindah gendongan ke Langit.
"Onty kangen, dek" ujar Cahaya yang kini memang jarang sekali datang ke rumah utama karna ia selalu ikut bersama dengan suaminya yang super sibuk.
.
.
.
"Onty atit apa cih? Nda nanas" tanya Sam saat memegang dahi Aunty kesayangannya.
"Aunty gak sakit, cuma lemes" jawab Bumi.
"Biyum emam ya? dede punya susu, mahu?" tawarnya yang malah mengundang gelak tawa.
Reza yang mengambil alih Sam dari gendong Air langsung mendudukkan Tututnya itu di karpet untuk di suapi kue yang tadi ia beli sebelum datang ke rumah sakit.
"Nanti dede punye temen main, dede sebentar lagi jadi kakak ya" ucap Reza, ia yang selama ini mendapat begitu banyak limpahan kasih sayang harus sejak dini di beri pengertian.
__ADS_1
"Kakak apa? taya papAy?" tanyanya polos sambil melirik kearah Air yang bersandar di bahu Hujan.
"Iya, adeknya banyak" sahut Langit terkekeh.
"Dede mahu dede banak banak" timpal Sam senang bahkan ia bertepuk tangan.
"Wah keren, mau berapa dede nya?" tanya Reza.
.
.
.
.
.
.
.
Ima oey..
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Banyak amat 🤔🤔🤔
Bukan dapet cium lagi itu sih dari gajah kalo mau di kabulin akunya harus di parende 🤣🤣🤣🤣
#Eh..
__ADS_1
Like komennya yuk buat tutut jajah yang dateng lagi ngacak-ngacak lapak uncle sama Auntynya.