
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
12 tahun kemudian.
Braaakk...
Gala hanya menoleh sakilas pada gadis kecilnya yang kini beranjak remaja. Di umurnya yang sudah menginjak tujuh belas tahun nyatanya ia masih harus sabar di perlakukan seperti balita oleh kakak angkatnya.
"Gak bisa pelan?" tanya Gala pada Asmara yang masih mengenakan seragam putih Abu-Abu.
"Enggak" jawabnya ketus dengan tangan melipat di dada.
Gala yang tahu Ara yang lagi dan lagi merajuk hanya tersenyum tipis, ia jalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah kedua orang tuanya.
Tak ada perbincangan sama sekali antara Gala dan Ara, keduanya tenggelam dalam pikiran mereka masing masing.
.
.
"Ada apa lagi?" tanya Gala saat gadis kecilnya belum juga keluar dari mobil.
"Kakak bisa gak sih jangan kaya hantu!" ucap Ara dengan kedua mata membulat kesal.
"Hantu?"
__ADS_1
"Iya, ada terus dimana pun Ara pergi" protesnya lagi dengan dada yang naik turun menahan amarah.
"Mana ada hantu ganteng!" jawab Gala sambil kaluar lebih dulu dari mobilnya meninggal kan Ara yang menjerit frustasi.
Gala yang baru masuk ke ruang makan tentu di sambut baik dan senyum manis dari Kahyangan, wanita yang sudah melahirkannya dua puluh dua tahun lalu.
"Kok udah pulang?" tanya Kahyangan sambil menuangkan air putih kedalam gelas.
"Iya, Ala abis jemput Ara" sahutnya yang langsung menegak minuman tadi hingga habis setengah.
"Jemput dimana?"
"Dirumah temen Ara, Umi." sahut Asmara yang baru masuk dan memeluk manja Kahyangan yang sudah di anggapnya seperti ibu kandung sendiri.
"Kok bisa?" wanita itu terus saja bertanya karna rasa penasaran. Karna setahunya saat sarapan Ara memang sudah meminta izin akan pergi ke rumah temannya usai sepulang sekolah.
Kahyangan langsung menoleh kearah putra sulungnya yang nampak santai dengan raut wajah tanpa ekspresi.
Ini bukan yang pertama kalinya Ara pulang sambil merajuk dan mengumpat kesal dengan keposesifan Gala padanya.
Asmara yang baru saja mereguk dunia remaja tentu lagi senang senangnya bermain dengan teman teman seusianya saat pulang sekolah atau akhir pekan. Tentu itu semua atas izin ibu kandung dan orang tua angkatnya yaitu Bumi dan Kahyangan.
Tapi sayang, Gala selalu datang secara tiba-tiba mengacaukan hari indah Ara dengan memaksa pulang tanpa mendengar penjelasan lebih dulu.
"Berisik!" sahut Gala sambil bangun dari duduk dan berlalu pergi.
__ADS_1
Ara yang masih dalam pelukan Kahyangan pun tentu langsung mengejar kakak angkatnya itu yang kini sudah sampai di ruang tamu.
Si cantik yang sudah sangat marah itupun menarik jas hitam yang di kenalan Gala sampai pria tinggi putih itu mundur dan menoleh
Bugh..
Ara memukul wajah Gala dengan bantal sofa yang lumayan cukup besar dan berat. Gala yang tak siap menerima serangan dadakan pun tentu langsung terkejut.
"Hey!"
"Apa? gak seneng, iya?! " tantang Ara yang meletakkan tangannya di pinggang.
"Berani pukul kakak?"
"Iya, Ara berani pukul karna khilaf, weeee" ledek nya sambil menjulurkan lidah kemudian berlari meningalkan Gala.
"Dasar anak curut!" teriak Gala yang ikut kesal, ia marah pada dirinya sendiri karna bisa saja Ara jatuh karna memukulnya dengan bantal sofa yang cukup berat.
"Apa kakak bilang?"
"Ana curut!" jawab Gala mengulang ucapannya
.
.
__ADS_1
Dasar KOALA!!!