
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
BRAAAAAAKKKKK..
Reza sedikit terlonjak saat papa melempar satu amplop Keatas meja kaca dihadapan mereka sebagai penghalang.
"Sejak kapan kamu bisa lambat mengambil sikap?" tanya papa dengan begitu tegas pada anak sulung yang biasanya sangat bisa ia andalkan dalam hal apapun.
"Sudah jelas begini dan kamu malah diam?" tambahnya lagi dengan nada sangat kesal.
"Bukan gitu, Pah. Semua gak segampang yang kita bayangin dan kita harapkan" jawab Reza yang kini merasa serba salah antara papa dan putranya.
"Bumi tahu?" papa bertanya sambil memicingkan matanya, lalu ia mendesah kesal saat melihat Reza menggelengkan kepalanya.
"Reza!!" sentak papa.
Anak itu kini kembali menunduk saat papanya memanggil namanya dengan penuh penekanan.
"Kamu malah mengizinkan Bumi keluar negeri, untuk apa?"
Reza masih menunduk sambil menahan nafas, ia tak berani menjawab atau membantah saat ini, karna ia takut kesehatan papanya akan drop jika memikirkan hal ini, Reza tak menyangka jika papa masih turut mencari tahu latar belakang mantan kekasih anaknya itu.
"Dimana gadis itu sekarang?" tanya papa lagi, meski ia tahu tapi ia tetap mempertanyakannya.
"Beberapa hari setelah pemakaman Ibunya, Yayang memilih kos di dekat kampusnya Pah" jawab Reza jujur sebagaimana yang ia tahu.
"Dan?" Papa sengaja tak meneruskan ucapannya.
__ADS_1
"Dan aku menghentikan semua pengawasannya"
Ya.. Reza memang sejak awal memerintahkan orang orang kepercayaannya untuk menjaga Kahyangan secara diam diam selama dua puluh empat jam, karna bagaimana pun gadis itu adalah orang yang paling di cintai putranya mau tak mau dan suka tak suka ia harus masuk dalam aturan keluarga RAHARDIAN.
Papa membuang nafas kasar sambil memejamkan matanya. bayangan gadis itu terus berputar dalam benak Pria baya itu.
"Bicara kan dengan Bumi, mungkin masih ada kesempatan untuk mereka bersama." lirih Papa.
Reza hanya mengangguk paham tanpa berkata apapun.
*****
Masih jauh di luar negeri pemuda tampan itu masih saja menyibukkan dirinya dengan membaca buku untuk mengalihkan rasa rindu dan rasa ingin tahunya tentang kabar Kahyangan yang ternyata sejauh apapun dia pergi bayangan gadis itu tetap ada dengannya.
Kamu kenapa?
Lamunannya buyar saat bahunya di sentuh seseorang.
"Kak..."
Bumi menoleh saat namanya di panggil gadis cantik, berkulit putih berusia tujuh belas tahun.
"Hem, ada apa?" tanya Bumi dengan senyum kecil di ujung bibirnya.
"Makan yuk, Tata laper" ajak gadis remaja itu.
__ADS_1
Ya, Mitha datang dua hari lalu saat tahu jika Bumi sedang berlibur di negara yang sudah lama ingin ia kunjungi sedari dulu tapi izin Daddy nya lah yang menjadi penghalangnya.
"Mau makan apa?"
"Apa aja, Ayo.." Mitha si gadis manja itu memaksa dengan cara menarik tangan kakak sepupunya itu.
Bumi pasrah dan ikut kemanapun Mitha berjalan, kedua tangan mereka saling menggenggam layaknya sebagai sepasang kekasih bagi orang tak tahu.
.
.
"Kakak kesini kabur ya?" tanya Mitha saat keduanya sudah duduk saling berhadapan di sebuah cafe yang cukup terkenal.
"Enggak, kata siapa?" Bumi balik bertanya.
"Kata Mommy" kekeh Mitha sambil menutup mulutnya sendiri.
"Cih.. gosip aja!" dengus Bumi kesal.
"Iya juga gak apa-apa, kan ada Tata yang nemenin" tawar gadis cantik itu.
Bumi hanya bisa tersenyum simpul pada adiknya yang ternyata jika dilihat lihat cukup cantik walau manjanya sungguh luar biasa melebihi Cahaya.
Tuan putri Pradipta itu hidup dalam kemewahan dua keluarga paling berpengaruh di negeri ini.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Jangan macem-macem ya Bu 🙄🙄
Like komen nya yuk ramai kan ❤️