
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Keduanya masih makan bersama dengan duduk saling berhadapan, Adik sepupunya yang kini menginjak usia remaja itu tengah sibuk dengan ponselnya tawa kecil dan senyum manis serta umpatan tak jelas begitu nyata terlihat di wajah gadis itu.
"Kamu pulang kapan?" tanya Bumi setelah menggeser piringnya.
"Kakak pulang kapan?" Mitha justru balik bertanya.
"Empat hari lagi," jawab Bumi masih fokus pada Mitha meski si cantik tak melihatnya sama sekali.
"Kok cepet?" protes gadis itu langsung menoleh.
"Kan kakak disini cuma sepuluh hari ya berarti sisa empat hari lagi dong"
Mitha merengut kesal karna ia baru datang menyusul Bumi dua hari kemarin, ia kemari pun dengan menggunakan rayuan dan ancaman terlebih dahulu agar di izinkan oleh Daddynya.
"Tunggu Tata sepuluh hari disini, ok" pintanya sambil menaik turunkan alisnya dan itu sontak membuat Bumi tertawa, tawa yang akhir-akhir ini jarang ia lakukan kecuali jika sedang bersama Kahyangan.
"Enggak, kakak mau pulang, lagian kamu juga asik sendiri" sindirnya saat Mitha kembali sibuk dengan benda pipih di tangannya.
"Aku kan lagi kabur dari pacar aku, kak" jelas Mitha dengan rona merah di kedua pipinya.
.
Bumi mendengus kesal, adiknya itu memang seperti Air versi gadisnya karna memiliki pacar yang lebih dari satu.
"Pacaran mulu, masih kecil juga!" ketus Bumi yang memang tak pernah suka dengan sikap Mitha.
__ADS_1
"Udah gede Woy" elak si cantik sambil mencibir.
"Kalian aja pada pacaran, kenapa aku engga?" tanyanya semakin meledek.
"Tapi kakak sama kak Cahaya aja yang di ikutin, gak usah ngikutin kakak Ay" keluh Bumi pada Mitha yang sudah terlalu jauh mendapat ajaran sesat kakaknya itu.
"Kakak Ay kenapa?, banyak pacarnya ya" tawa Mitha. dan itu sedikit menjadi pusat perhatian orang-orang di dekat mereka meski tak mengerti apa yang kedua orang itu bicarakan.
"Mulai deh, kaleng rombengnya keluar" cetus Bumi dengan sorot mata tajam.
Mitha langsung menutup mulutnya setelah meminta maaf pada kakak sepupu terbaiknya itu.
"Tapi kan enak, kak." ucap Tata dengan suara pelan.
"Enak apanya, yang ada pusing. setahun ini kakak udah tamat jadi tempat curhat kakak Ay tentang pacar pacarnya kenapa sekarang jadi beralih jadi tempat curhat kamu yang gak jelas itu" ketus Bumi kesal karna sering di ganggu Mitha.
"Hahaha, maaf kak" Mitha memberikan senyum terbaiknya sambil menangkup kan dua tangan di depan dada.
Tapi gadis cilik itu bisa langsung membedakan dari sikap mereka, Air yang pecicilan dan cengeng serta Bumi yang pendiam tapi sangat baik hati karna sampai detik ini ia masih sering mengusap kepala Mitha dengan lembut, berbeda dengan Air yang dengan isengnya selalu mengacak acak rambutnya
"Kakak Ay tuh jangan di ikutin, dia kan sesat banget pada jamannya" ujar Bumi pada adik sepupunya itu.
"Yang sesat yang seru, Kak. punya pacar banyak itu enak kalo satu putus masih banyak cadangannya"
Bumi mendengus kesal, bahkan kalimat keramat kakaknya pun sudah di ikuti adiknya.
"Cukup satu, Ta" pinta Bumi lagi masih merayu.
__ADS_1
"Gak mau ah, tar kaya Kakak Bu" ejeknya langsung.
"Kakak kenapa?" tanya Bumi bingung.
.
.
.
.
.
.
.
.
Putus cinta gak ada cadangan deh, akhirnya patah hati abadi karna cuma punya kak Yayang doang!!
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Laknat juga ya Mitha udah Gede 🤣🤣🤣
Gimana bapaknya gak berantem mulu anak gadisnya di ajarin gak beres sama anak musuhnya 🤭🤭🤭
__ADS_1
Like komennya yuk, Mitha jadi pemanis aja ya semanis diriku yang belom dapet Ciuman babang 🐘🐘
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭