I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 89.Mata yang sama.


__ADS_3

Pertarungan telah usai, meskipun biang keladinya telah melarikan diri. Dampak kerusakan tidak terlalu parah hanya menghancurkan gedung sekolah dan area sekitar, tidak ada korban jiwa satu pun suatu hal yang sangat mustahil apalagi jika itu adalah serangan Dari dewa sekali pun.


Rei vektor yang seharusnya sudah tidak bernyawa berkat sebuah keajaiban, hidup kembali. Tubuh nya masih merasa kan sakit dan kesemutan.


Perlahan rei membuka matanya, Pandangan yang pertama kali dia adalah senyuman seorang gadis berambut merah, Senyuman indah dengan mata berkaca kaca.


"Selamat Datang kembali, Rei" ucap ashura dengan senyuman.


"Ashura?, Maaf membuat mu kerepotan, Hahaha aku memanglah pecundang bahkan tak bisa melindungi air mata mu" Rei terkekeh sembari menahan sakit. dia berusaha untuk bangun namun di tarik kembali oleh ashura kedalam pangkuan nya.


"Tidak boleh!!, kau belum boleh untuk bergerak. tunggu lah sebentar lagi"


"Baiklah " rei menurut.


"Hei rei, apakah kau bisa menepati perkataan mu? " Tanya ashura.


"tentu saja ashura aku akan pasti menepati perkataan ku, Aku akan menikahi mu ashura. Ahh iya bagaimana kalau kita menikah hari ini!" perkataan rei membuat wajah ashura memerah.


Plakkk!!!, Ashura memukul kepala rei pelan.


"Haaahhhh?, Dasar makhluk Rendahan berani sekali kau berkata seperti itu, Kau pikir pernikahan itu sangat mudah, terlebih kau itu masih bocil tau" Ucap ashura dengan sikap tsundere~nya.


"Hehehehe" Rei terkekeh.


"Kalau begitu, Maukah kau menunggu ku, Hingga aku sudah cukup kuat untuk melindungi mu ashura" Perlahan tangan rei terangkat dan menyentuh kepala ashura.


"Aku pasti menunggu mu, Rei!! "


...*******...


"Wahhhh, Aku bahkan tak ingin mengganggu pasangan Bucin itu" Ucap tiffany melihat Ashura dan rei lagi mesraan.


"Romantis sekali!! " Lightmare Terlihat senang.


"Ahhhhh~ Pasti akan lebih romantis lagi jika bersama master!! " balas Tasya dengan nafas yang narik turun dan wajah memerah.


"Ternyata benar kau ini benar benar Seorang Masokis" Tiffany memandang rendah.


"Hummm, jahat!!. berkata seperti itu pada kakak mu" Tasya memalingkan wajahnya.


Setelah Mahishasura dikalahkan, ke sembilan raja iblis menghilang seperti debu. lagi pula mereka tidak memiliki raga, bisa jadi jika mereka memiliki raga akan membuat kerepotan.

__ADS_1


"Merepotkan sekali, Aku akan segera pulang. Masih banyak yang harus dikerjakan " Setelah merapikan jas nya Dasamuka pergi untuk pulang.


"Hari ini sudah cukup, Latihan yang sangat berat, aku ingin segera berendam di Onsen" Karna terlihat kelelahan padahal sedari awal pertarungan yang dia lakukan hanyalah menembakan anak panah yang selalu nyasar.


"Cepat pulang Sana dasar robin hood sialan!! " Teriak tasya kesal, Karena setiap anah panah karna hampir mengenai nya dan mengacaukan pertarungan nya.


"Huhhh, Dasar wanita bar bar" Karna langsung kabur.


Ragabima juga langsung kembali setelah pertarungan, Dia masih harus melatih pasukan Tentara Minerva.


"Lihat itu rudolf, dan ehmm eto~ Dengan seorang anak kecil? " Nightmare melihat Rudolf dari kejauhan yang muncul.


"Hore pak tua sudah datang!! " Lightmare berlari sambil berputar putar.


Cahaya terang muncul bersinar.


Shinee!! ~


Tubuh Megiddo dan Tzabaoth menyusut menjadi kecil.


"Wahhhh, Jadi loli?, Imutnya!! " Tasya langsung memeluk erat kedua loli tersebut.


"Hummm bau!!, Bau keringat!!! " Ucap Megiddo langsung menusuk Tasya.


"Rudolf dari mana saja kau ini, Dan siapa dia? " Tanya tiffany.


Seorang gadis kecil yang mungkin berusia 12 tahun yang lebih tua dari tiffany yang hanya 11 tahun.


"Maafkan saya nona kecil, Ketika pertarungan Sebelumnya, gadis kecil ini dalam bahaya dan Saya menyelamatkan nya. Tapi dia terus mengikuti saya " Jelas Rudolf.


Gadis itu terlihat malu malu sambil bersembunyi di balik Rudolf.


"Hoii kau apa yang sedang kau lakukan? " Kumba muncul dengan perasaan kesal karena tidak kebagian melawan raja iblis.


"Uwahh, A ~ Ano, Tolong maaf kan saya. Pangeran tampan telah menyelamatkan saya, Dan mungkin itu sebuah takdir. Jadi saya akan terus mengikuti pangeran tampan. " Dengan gugup gadis kecil menjelaskan.


"Pangeran tampan?, Haaa maksud mu pak tua ini" kumba melirik Rudolf, batinnya berkata apanya pangeran tampan.


"Mohon jangan berbicara seperti itu pada pangeran tampan!! " Gadis itu tidak terima.


Rudolf langsung menurunkan tubuh nya berlutut di hadapan gadis itu.

__ADS_1


"Apa ini?, Apakah pangeran tampan akan segera melamar ku" Batin gadis itu kegirangan.


"gadis kecil, benar apa yang telah dia katakan, saya bukanlah seorang pangeran tampan, Saya hanyalah seorang pelayan" Ucap Rudolf.


"Aku tidak peduli, Yang aku tau kau adalah pangeran tampan yang telah di takdirkan Untuk ku" Gadis itu tidak menyerah.


"Ano~ Namamu siapa? " ucap Lightmare senang mendapatkan teman baru.


"Cathirine!!, Cathirine Gerald. Namamu? " Gadis kecil bertanya balik.


"Lightmare, Dan ini adalah saudari ku Nightmare " Lightmare memperkenalkan nightmare.


"Salam kenal!! "


"Oiii pak tua!!, Kau ini benar benar seorang pedofil ya!! " dengan tatapan menjijikkan kumba bersiap dengan bogemannya.


"Tenanglah kumba, kau hanya salah paham. " Tiffany menenang kan.


"Hei apa kalian melihat master? " Aroon dan Neko muncul bertanya dimana Keberadaan Said.


Semua orang menggelengkan kepala.


Ditempat lain, Dengan langkah kaki yang sangat loyo dan di paksa kan.


Said berusaha kembali kesekolah, Namun dirinya telah kehabisan energi, Meskipun Hanya menggunakan kekuatan yang tidak sampai sepuluh persen. efek samping yang di timbul kan adalah Said akan Tertidur sementara waktu.


"Ahhh Ngantuk sekali" Tubuh said mulai terjatuh kedepan, Tubuhnya tertahan oleh sesuatu.


Tubuh said jatuh tepat diatas Dada Shinta, seketika Membuat Shinta terkejut. wajahnya langsung terasa panas dan merah merona.


"Heeee?, Said a - apa yang terjadi?" Shinta terlihat sangat panik, Namun tetap mempertahankan posisinya agar tubuh Said tidak terjatuh.


Kantuk berat yang tak tertahan kan lagi, sebelum tertidur lelap Said mendongak dan melihat Wajah shinta yang terlihat sangat cantik, lucu sekali rasanya melihat wajahnya yang memerah.


"Warna mata itu, Entah kenapa mengingat ku pada seseorang " Setelah mengucapkan kata tersebut said tertidur pulas.


Mata yang sama yang pernah said lihat, Mata hijau giok yang sangat indah.


Meskipun terlihat panik, dan Malu malu shinta memaksakan dirinya untuk memeluk said.


Kedua tangan shinta memeluk dan melingkari tubuh Said, Ahhh tubuh nya terasa sangat hangat, Wangi tubuh nya seperti Matahari.

__ADS_1


Cekrek!! ~ dari kejauhan tampak nya ada seseorang yang mengabadikan moment tersebut.


__ADS_2