I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 161.Poseidon Tertawa.


__ADS_3

Sebelum kesadaran Bam mulai menghilang karena banyak hilang nya darah karena tusukan Trisula dewa Poseidon.


Bam meneguk beberapa pil ilahi yang berasal dari tabung labu miliknya, Dengan bantuan telekinesis pil pil itu beterbangan memasuki mulut Bam, Dengan susah payah Ia mulai meneguknya.


Woshh!!


Seberkas cahaya menyilaukan memenuhi tubuh Bam dengan cahaya emas, Seketika tubuhnya mulai pulih luka tusukan itu perlahan mulai berregenerasi.


Bam mulai bangkit dengan menyeka darah diseketikar mulutnya, Ia kemudian terkekeh melihat dewa Poseidon yang terus berjalan tanpa menghiraukan nya.


"Woi mau pergi kemana kau, Aku masih lho." Kekeh Bam, Cahaya aneh muncul di tubuh Bam lalu membentuk sebuah Zirah emas perkasa dan gagah, Zirah yang sangat kuat tentunya.


Seakan hanya angin lalu dewa Poseidon mengabaikan Bam tanpa berbalik sedikit pun, Kemudian dia merasakan sebuah serangan mendekat.


Dengan santai nya dewa Poseidon menoleh kebelakang tanpa berbalik.


Tasss!!.


Tongkat sakti Bam memanjang lalu menyentuh lembut diwajah dewa Poseidon.


"Apa apaan mainan kecil ini?." Ucap Poseidon dengan nada datar masih tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Kau akan tahu setelah melihatnya nanti."


"Meluas lah!! Yeoi!!."


BAAAMMM!!!


Duaaarr!!


Tongkat sakti itu segera meluas membesar hingga menghancurkan kepala dewa Poseidon dengan mudah.


Kepala dewa Poseidon hancur seketika dan hanya meninggalkan tubuhnya yang masih tegak berdiri.


untuk sesaat tidak ada gerakan dari tubub dewa Poseidon, Lalu tangannya tiba tiba bergerak memegang tongkat sakti nya bam, Saking kuat cengkeram nya hingga membuat tongkat Bam menjadi retak.


Krakkkk!!.


Dengan cepat Bam segera menarik tongkatnya. " Menyusutlah Yeoi!!."


"Bagaimana mungkin dia belum mati?." Bam terlihat terkejut melihat tubuh Poseidon yang masih bisa bergerak.


Tiba tiba partikel air berkempul di atas tubuh Poseidon lalu membentuk kembali wajah nya yang hancur akibat serangan Bam.

__ADS_1


"Dasar Pecundang!!." Poseidon menyeringai dengan tatapan merendahkan Bam.


"Sialan dia benar benar di luar perkiraan ku." Bam terlihat sangat gugup apakah dia benar benar sangat yakin akan bisa mengalahkan dewa Poseidon.


"Kau cukup menghibur ku dasar kera, Sudah lama sekali aku tidak seperti ini. Aku harap kau bisa menghibur ku lebih lama lagi, Kali ini aku akan bersenang senang sebelum. membunuh mu, Jadi Nikmatilah!" Ucap dewa Poseidon yang terlihat sangat bahagia, Kemudian dia memutarkan trisulanya mencari posisi yang nyaman untuk melancarkan serangan.


"Jangan terlalu sombong hanya karena kau seorang dewa, Jangan terlalu meremehkan lawanmu lho, Bisa saja aku mengalahkan mu dengan berbagai cara." Bam juga terlihat bersiap dengan tongkat saktinya, Lalu memikirkan berbagai strategi.


"Sombong kata mu?, Sudah sepantasnya aku sombong di Altar ini aku tidak terkalahkan. Kau sudah masuk kedalam Domain ku dan kau masih bisa mengatakan bisa mengalahkan ku?, Lawakan Pecundang memang lucu, Hahahaha!!." Dewa Poseidon tertawa terbahak bahak hingga seluruh riak air bergejolak di sekitar Altar mereka juga terlihat bahagia melihat Poseidon tertawa.


Accelaration!!.


Bam bergerak dengan sangat cepat, Lalu berada di belakang dewa Poseidon dengan sebuah serangan penuh pada pondasi ujung tongkat nya.


"Meluaslah Yeoi!!"


Duaaarr!!


Serangan itu menghancurkan tubuh dewa Poseidon dari belakang, Ia hanya sedikit terkejut dengan kecepatan Bam yang meningkat, Lalu riak riak dan butiran air membentuk kembali tubuhnya yang hancur.


"Percuma saja kera bodoh!!." Poseidon tersenyum melihat kebodohan Bam.

__ADS_1


__ADS_2