
Tasya tak dapat berkutik di hadapan sang dewi yang membawa panji keadilan, Ia hanyalah manusia biasa yang lemah. Cukup lantang baginya melawan sang dewi yang sangat kuat.
"Hehehe setidaknya aku tahu batasan ku saat ini, Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja!!." Tasya berusaha bangkit dengan tubuhnya berlumuran darah, Ia kemudian meneguk pil pemberian Bam.
Cahaya terang mulai menyembuhkan kembali semua luka yang di miliki Tasya, Bahkan kekuatan nya kini bertambah hingga tiga kali lipat, Tasya mengepal erat tangannya dalam hatinya ia berkata bahwa dia tidak akan kalah.
"Masih belum menyerah juga? kalau begitu Akan ku tunjukkan padamu seperti apa itu keadilan." Dewi Athena mengangkat pedangnya ke arah langit, Tiba tiba saja muncul banyak pedang bercahaya transparan.
[Ten Thuosand Sowrd's Of Justice!!]
Sepuluh ribu pedang keadilan tercipta atas kehendak mutlak sang dewi, Pedang - pedang itu mulai bercahaya mengarah ke arah tasya yang masih memulihkan sihirnya.
"Kau gadis yang cukup tangguh, Tapi sayang kau harus mati!!." Ucap Dewi Athena lalu mengayunkan pedangnya membuat sepuluh ribu pedang itu menyerang Tasya secara bersamaan.
Wosshhhh!!
"Aku tidak akan kalah!!." Tubuh Tasya diselimuti cahaya dan api yang berkobar dan bersinar hebat, Seluruh otot otot nya mulai menguat serta urat dan syaraf berkembang lebih pesat menyalurkan Mana keseluruh tubuh.
[Tripple Accelaration!!.]
Skill yang mampu membuat kecepatan bertambah tiga kali lipat cepat nya.
Bummmm!!
Tasya melompat sembari menghindari semua serangan pedang itu, Slashh!! Ia juga menangkis beberapa pedang yang memang tidak bisa di hindari lagi.
Tasya berusaha mendekatkan jarak nya ke dewi Athena karena dia yakin sang dewi bukanlah petarung jarak dekat, Tasya terus berlari mengitari sang dewi sembari menghindari semua serangan.
__ADS_1
Dewi Athena hanya dia berdiri melirik kearah mana Tasya bergerak, Ia hanya tersenyum sinis baginya tidak mungkin bisa menghindari sepuluh ribu pedang sekaligus.
"Huaaaa Ambarawa slash!!." Tebasan pedang berapi Tasya menghancurkan puluhan pedang dengan satu kali serangan.
Namun ia tak bisa bahagia hanya dengan satu serangan, masih banyak lagi pedang yang terus mengikuti nya.
[Hell's Inferno!!.]
Sebuah bola api raksasa muncul di atas langit, Bola api raksasa itu mulai memakan pedang pedang yang melewati nya.
Tasya menghentikan langkahnya sesaat untuk mengambil bidikan dari arah titik buta Athena, Ia membidik dengan ujung mata pedangnya layaknya sebuah senapan.
Ujung mata pedang itu mulai mengeluarkan Cahaya disertai api panas, Seperti yang kita tahu jika Tasya merupakan Double elemental, pengguna dua elemental yaitu elemental api dan elemental cahaya.
[LightFire Shooter!!.]
DORRR!!.
"Kau ingin bermain main rupanya." Ucap dewi Athena tersenyum sinis, Ia menepis serangan Tasya dengan mudah.
Duaarrr!!
Ledakan itu menimbulkan kabut asap yang sangat banyak, Di saat itulah Tasya berusaha mendekat dan bersiap dengan ayunan pedangnya.
Dengan kecepatan yang sangat cepat Tasya menyilap dari balik kabut asap, Ia terlalu fokus untuk melancarkan serangan tanpa sadar beberapa pedang yang menyerang nya mulai tertancap di tubuhnya.
Tasya hanya bisa membiarkan pedang itu menancap di tubuhnya, Asalkan itu tidak terkena di titik Vital, Tasya terus maju menyerang.
__ADS_1
Seluruh pedang nya mulai terlapisi Cahaya terang, Waktu yang tepat bagi Tasya Untuk mengeluarkan Ultimate skill nya.
[Ambarawa Destruction!!.]
Hussssshhhhhh !!.
Serangan tasya mengerah tepat di leher dewi Athena, Ia hendak menebas leher sang dewi.
"Masih kurang cukup cepat!! Hiaaaaaa.... Quadra Accelaration!!." Kecepatan Tasya kian bertambah, Kali ini ia yakin bisa mengalahkan Athena. Meskipun tubuhnya telah banyak tertancap pedang.
Tassshh!!!
Tiba - tiba saja tubuh Tasya berhenti bergerak, Bahkan pedangnya tepat berhenti sejengkal sebelum mengenai leher sang dewi yang bahkan tak bergerak sedikit pun.
"Apa yang terjadi? Tubuh ku tak bisa bergerak." Batin Tasya seluruh tubuhnya mulai terasa sakit, Seluruh syaraf nya mulai keluar dan bercahaya biru.
Sebuah efek menggunakan Mana di luar batas kewajaran, Akibat nya Mana di dalam tubuh mengalami Konstraksi yang bahkan bisa membunuh pemilik tubuh.
"Sudah puas bermain nya? Kalau begitu biarkan aku juga ikut bermain." Ujar dewi Athena, Tangannya mulai menyentuh pedang yang berada dekat dengan lehernya.
Craashh.... Bummm!!
Seketika pedang itu langsung hancur berkeping keping menyisakan sedikit besi yang masih tertancap di ganggang pedang.
Buaaakk!!!
Dewi Athena lalu menendang Tasya hingga terpental jauh, Tubuh Tasya masih tetap tidak bisa bergerak. Ia mulai merasa ajal nya telah dekat.
__ADS_1
Ketika sedang menutup matanya, Samar samar Tasya melihat sebuah kilasan masa lalu tentang dirinya. Tasya yang sedang menggunakan sebuah Zirah dan pedang.
Ingatan Tasya yang begitu berbeda, Tunggu itu bukanlah dirinya....