
"Oh ya...., Aku harap kalian tidak melupakan ku, Bahwa aku juga seroang Servant yang melayani Master." Sosok itu berjalan melewati meja pertemuan, Lalu duduk begitu saja di kursi yang tersedia.
"Dasar kurang ajar...!!, Katakan siapa dirimu?." Kumba begitu marah hingga mengeluarkan pedangnya dan menghunuskannya ke arah Pria itu, Sosok Pria yang tinggi besar seperti bima dan memiliki perawakan dengan bulu tebal di wajahnya yang berwarna kecoklatan.
"Hoiii tidak perlu semarah itu padaku, Memang ini pertama kali nya kalian bertemu denganku wajar saja kalian tidak mengenali ku." Pria itu berusaha meredam amarah Kumba yang sepertinya tidak terkendali.
Sebuah Gate tiba - tiba muncul, Tiffany datang membawa Tasya yang mana dia hanya memiliki tatapan kosong seperti hilang kejiwaan, Tessia langsung menghampiri Tasya dan menenangkannya setelah itu membawa nya ke tempat duduk.
"Sekarang semua Servant's sudah berkumpul, Sekarang katakan siapa dirimu?." Tanya DasaMuka pada pria, Lalu memberikan isyarat agar Kumba menarik kembali pedangnya.
"Perasaan satu lagi belum datang, Tapi yasudahlah..." Batin Pria itu menyadari ada satu Servant yang tidak hadir.
"Aku Adalah Bam Servant ketiga Master, King Of The Monkey selama ini aku berlatih agar menjadi lebih kuat untuk bisa mengabdi kepada Master." Bam mulai memperkenalkan dirinya.
Semua yang ada di ruangan tersebut terkejut, Selama ini mereka tidak mengetahui jika Master memiliki Servant yang tidak pernah terlihat.
"Aku juga Seorang Jenderal Angkatan darat, Dan memiliki pasukannya setidaknya 350.000 Pasukan." Lanjut Bam, Tersenyum melihat semua orang terkejut.
__ADS_1
"Semuanya di depan Mansion banyak sekali pasukan yang berkumpul." Emily datang dengan wajah cemas.
"Tenang saja mereka semua adalah Kera kecil yang baik, Tidak perlu di khawatirkan." Bam menanggapi pernyataan Emily.
"Sepertinya ucapan mu bisa di percaya." Balas DasaMuka.
"Lalu untuk apa kau membawa pasukan sebanyak itu?." Tanya Kumba.
"Tentu untuk melakukan serangan besar ke alam dewa, Kemungkinan Master di bawa ke alam dewa hingga kita tidak bisa memastikan keberadaan Master." Mata Bam terlihat seperti tidak sabar untuk melakukan serangan.
"Menyerang alam dewa...?"
"Namun mereka dulu yang telah membawa Master jadi tidak perlu takut untuk menyerang alam dewa." Kumba Setuju dengan pendapat Bam, Bara api mulai menyelimuti tubuhnya dan bertranformasi berubah menjadi Flame Monarch.
"Akan ku ratakan semua alam para dewa...!!" Aura merah pekat mulai meluap, Memberikan tekanan yang sangat tinggi, Ashura berubah wujudnya menjadi wanita dewasa, Lalu dari belakangnya muncul ke - 9 Raja Iblis yang melayani sang dewi.
"Ashura kau...., Bukan Mahishasura...!!" Bahwa Indra bisa merasakan Aura yang sangat kuat yang dimiliki Adiknya, Dia juga tahu bahwa Invers nya Mahishasura sangat Menakutkan, Yang memang layak di juluki dewi kehancuran.
__ADS_1
"Hooohoooo, Menyerang alam dewa sepertinya sangat menyenangkan." Aroon yang wujudnya hanya seperti lampu tidur kini mulai berubah ke wujudnya yang sebelummya, Sosok yang jauh lebih kuat dari ke empat Raja Surgawi.
"Master adalah orang yang baik, Yang selalu memberikan ku makan."
"Master sering mengelus kepala ku, Tidak ku biarkan dewa itu menyakiti Master...!!"
Tzabaoth dan Meggido berubah, Menunjukkan wujud nya sebagai Arch-Spirit sejati, Mereka berubah menjadi wanita yang sangat Cantik dan Kekuatan yang sangat besar.
Neko juga seperti nya sudah tidak sabar mencabik - cabik daging para dewa.
"Aku juga akan ikut, Selama ini Kakak Said sudah melatih ku agar bisa mengendalikan kekuatan iblis yang ku miliki." Tiffany bertekad ingin menyelamatkan Said.
Dia juga dengan mudahnya bisa memasuki perubahan Ratu Iblis Iri Hati tingkat kedua, Dan mengeluarkan Energi iblis yang sangat kuat dan memberikan tekanan mental.
Emily yang menyaksikan itu sangat di buat ketakutan dan gemetar, Mereka semua Kusuma Servant's Benar - benar sangat mengerikan.
"Oiii.. Bajingan apa yang kau lakukan, Jika kau memang tidak terlibat dengan semua ini maka kau harus ikut dengan kami...!!" Mahishasura menatap tajam ke arah Indra.
__ADS_1
"Ahhh....Hahaha tentu saja aku ikut dengan kalian, Lagi pula aku ini suka berbuat onar." Dengan canggung dan terpaksa Indra mau tak mau harus ikut untuk melakukan serangan ke alam dewa.