
"Semua nya kembali ke formasi seperti semula!!." DasaMuka sedang merapikan Formasi pasukan Minerva yang berantakan.
Pasukan mulai berkumpul dan membentuk kembali formasi yang telah disusun sangat rapi, Strategi benteng berjalan ternyata cukup efektif di tengah gempuran pasukan musuh yang lebih banyak jumlah nya.
"Segara rawat yang terluka!! Pasukan yang masih bisa bertarung akan terus berperang hingga semua musuh menyerah kalah." Dengan sigap dan suara yang tegas nan lantang DasaMuka memberi instruksi kesetiap pasukan, Ia begitu fokus akan formasi pasukan Minerva.
DasaMuka bahkan tak terlalu banyak membunuh pasukan musuh, karena mereka bukanlah lawan utama yang harus di hadapi.
Ia menatap ke arah langit tempat menjulang nya Gunung Olympus tempat tinggal para dewa Dodekatheon.
"Nona Ashura, Tuan Bam dan dewa Indra mereka telah duluan memasuki istana, aku yakin pertarungan sengit tengah mereka jalani. Untuk Saat ini aku hanya perlu fokus mengatur barisan untuk memenangkan peperangan ini." DasaMuka menatap pasukan perang musuh yang mulai kocar kacir.
Beberapa prajurit perang itu juga tak banyak menyerahkan diri dari pada harus mati di medan perang, DasaMuka segera memerintahkan beberapa pasukan Minerva untuk membawa tawanan perang ke tempat yang aman terlebih dahulu.
Beberapa tempat juga sepertinya peperangan masih berperang sengit, Gemuruh para prajurit menggelegar menuju angkasa, Teriakan putus asa, Teriakan kematian dan teriakan kemenangan.
"Hooo... Menarik izin kan aku juga ikut bersenang senang." Sosok misterius muncul, Lalu memberikan serangan kejutan.
Sraaakkksshh!!.
Sebuah serangan kejutan petir hitam melesat dengan cepat, Bummm!! dan meledak formasi pasukan benteng berjalan.
Duaaarr!!.
Aaarggghhh!!
Para pasukan Minerva terhempas kemana - mana akibat serangan petir hitam itu. Untunglah pasukan Minerva tidak ada yang mati dan hanya menderita luka bakar yang hebat.
__ADS_1
"Sangat cepat!! bahkan aku tak bisa melihat serangan nya, Bisa gawat jika aku membiarkan pasukan terus berada disini." Batin DasaMuka yang begitu terkejut dengan kemampuan sosok misterius itu yang sudah pasti nya sangat berbahaya.
"Pasukan semuanya mundur!! segera bergabung dengan pasukan utama sekarang!!." Ucap DasaMuka dengan Lantang kepada para pasukan Minerva.
"Tapi Tuan kami tidak bisa membiarkan anda bertarung sendirian." Beberapa pasukan tampak tak ingin meninggalkan DasaMuka.
"Kalian tenanglah, Kembali ke pasukan utama serahkan masalah disini pada ku." Ujar DasaMuka menyakini pasukan nya.
"Tapi tuan!!."
"Sampaikan pada Deigo bahwa dia akan menjadi pemimpin pengganti pasukan utama sementara, Tunggu lah aku akan segera kembali." DasaMuka tersenyum membuat pasukan kembali bersemangat.
Pasukan Minerva mulai pergi meninggalkan DasaMuka sendirian menghadapi sosok misterius itu.
"Owwhhh kau cukup berani untuk seorang pria sejati." Sosok misterius itu mulai menunjukkan wujudnya.
"Sang dewa Blacksmiths, Hephaestus!!." Sang Greek God of Blacksmiths mulai memperkenalkan dirinya di hadapan DasaMuka.
Hephaestus memiliki tubuh yang tegap dan berotot, Punggung nya membawa puluhan jenis senjata. Mulai dari tombak, busur, pedang, pisau, kapak dan masih banyak lagi, Tidak hanya itu seluruh senjata di lapisi petir hitam yang sangat mengerikan.
"The Heavenly king, DasaMuka!!." DasaMuka memasang kuda-kudanya dengan kokoh dan badan sigap, Menajamkan insting dan meregangkan seluruh otot, mengingat kembali hasil latihannya sebelum perang alam Olympus.
"Menarik benar benar sangat menarik, Sepertinya pertarungan pria sejati ini akan sengat menyenangkan!!." Hephaestus terlihat sangat senang dan kegirangan melihat keseriusan DasaMuka.
Hephaestus mulai mengambil salah satu senjata nya dari balik punggung nya, Sebuah Tanto. Pedang pendek yang di lapisi petir hitam.
Craashh!!
__ADS_1
Hentakan langkah Hephaestus membuat keretakan, Ia bergerak sangat cepat secepat kilat, Seluruh tubuhnya di lapisi petir hitam yang mengamuk dahsyat.
"Sangat cepat!! Siaaaalll...!" DasaMuka segera melompat mundur memasang kuda-kuda pertahanan, Tangan kirinya mulai di lapisi petir biru terang bercahaya.
Zzzztttt!!!
Crrrhhhhh!!
KAMINARII.!!!
Dengan cepat DasaMuka menangkis serangan Tanto Hephaestus dengan petir biru di tangan kirinya.
"Terimalah ini!!." Tidak hanya tangan kiri, Tangan kanan DasaMuka di lapisi petir merah menyala sangat pekat.
RAAAAIIKOOO!!.
petir merah itu membentuk seperti sebuah pisau petir, Meleset dengan cepat ke arah mata kiri Hephaestus.
Ia Hephaestus hanya tersenyum, Ia hanya melihat serangan DasaMuka sangatlah lamban, Hephaestus hanya bisa terkeheh ketika petir merah itu hanya berhenti tepat di depan mata kirinya.
"Aarrgr!!." Tiba - tiba DasaMuka memuntahkan darah merah yang sangat banyak, Tanto itu tertancap tepat di dada bagian kiri DasaMuka.
"Pria sejati seperti dirimu sangatlah lamban!!." Hephaestus terlihat begitu menikmati ketika Tanto nya menusuk lebih dalam ke jantung DasaMuka.
"Hehehehe...." DasaMuka hanya bisa terkeheh dan tersenyum, Ia mengangkat tangan kirinya.
Hephaestus begitu terkejut ketika di hadapan nya muncul sebuah petir Ungu yang sangat bersinar terang.
__ADS_1
"Sihir Pemusnah....!!."