
"kenapa ini?, Kenapa hati ku berdebar debar tak karuan?? " Dengan wajah yang merah padam Shinta tak bisa berhenti untuk menenangkan hatinya.
"Kenapa setiap kali aku mengingat wajah pria itu, Hati ku terasa hangat, Ketika tangannya menggenggam erat tangan ku itu terasa sangat luar bisa" Shinta tak bisa memikir wajah pria yang dia temui malam itu.
Dikasurnya Shinta tidak bisa tidur, Hanya bertukar tukar posisi untuk mencari tempat nyaman, Matanya tak ingin terpejam, Bila terpejam. Wajah pria itu yang selalu muncul di pikirannya. Apakah ini jatuh cinta yang dimaksud?
"Kalau tidak salah namanya adalah Said, yahh benar namanya adalah Said, Nama yang bagus aku menyukai nya. " Ucap Shinta kegirangan, Sambil tersenyum manis.
"Dan juga dia memanggil ku Shinta!!, benar juga mulai sekarang aku akan menggunakan nama Shinta, Nama yang telah dia berikan padaku, Selama ini orang mengenal ku dengan sebutan Shinigami." Shinta tidak merasa tidak keberatan jika namanya dipanggil Shinta bukan Shinigami. ( Dewi Kematian)
Dewi kematian yang dimaksud bukan merupakan dewa kematian sesungguhnya, Melainkan gelar yang dilekatkan padanya karena banyaknya umat manusia yang telah diambil nyawanya.
"Benar juga!!!, Bagaimana jika aku Membuatnya jatuh cinta kepada ku, Yahh benar aku harus membuatnya menjadi milikku" Seketika Shinta mengeluarkan senyuman jahat, Seakan tidak akan memberikan said kepada yang lain.
Shinta mengambil posisi duduk diatas kasurnya, Lalu memanggil seseorang.
"Kemarilah!!."
Dibalik gelapnya malam, Yang hanya ada sedikit penerangan, Sesosok misterius muncul dari balik tirai jendela. Seorang wanita anggun berdiri dihadapan sang Dewi kematian, Membungkuk memberikan salam penghormatan.
"Linda, Aku punya Tugas untuk mu, Cari tahu semua infomasi tentang pria ini" Ucap Shinta yang mengangkat jarinya kearah Linda, lalu muncul lah wajah Said seperti didalam sebuah hologram.
"Baik, Dengan ini saya akan menjalankan tugas dari Sang Dewi kematian, Saya akan melakukan nya sebaik mungkin. " Balas Linda, yang seketika menghilang, Langsung menjalankan tugasnya.
Shinta kembali saat dia memungut Linda, ketika party pahlawan berusaha memasuki benua tak dikenal tersebut.
Shinta mengajukan dua pilih, Mati atau tetap hidup dan melayaninya sebagai tuannya dan Linda menjadi pelayan nya.
Linda tanpa pikir panjang memilih untuk terus hidup dan memilih menjadi bawahan dari Sang dewi kematian.
Shinta Menjadi tak sabar apa yang Akan terjadi esok hari.
...**************...
"hufffhhpppp-
"huupppfff-----
__ADS_1
"Heiiii!!!!, Bisakah kalian semua berhenti menyuapi ku, Dan juga kenapa kalian semua melakukan ini" Sambil terus mengunyah dengan mulut penuh nya, Said berusaha menghentikannya.
Jam makan siang, Diatas Atap sekolah, Guru Ovilla, Lala, Chelsea, Tasya, Shinta, Linda, Dan tidak tanggung juga Tessia juga ada disana ikutan Join.
Masing masing membawa bekal untuk Said, Dan mau tak mau Said harus menghabiskan nya.
"Diamlah jangan banyak bicara, Cepat habiskan yang ada di mulut mu dulu" Ucap Chelsea, Sembari menyiapkan suapan selanjutnya.
"Kusu kusu makannya Pelan pelan saja, ini masih banyak kok, Jangan takut kehabisan." Lala mengingatkan Said supaya tidak terlalu terburu buru, Lala sangat paham tentang Said, lalu mengeluarkan sapu tangan dan mengelap bibir Said.
"kebiasaan dehh.... "Lala tersenyum manis, Lala tau jika Said suka makan belepotan.
"Terimakasih Lala!!" Balas Said menatap senyuman manis Lala.
Semua yang melihat langsung iri.
Blukkkkk!!!
Sebuah suapan memaksa untuk masuk, Tampaknya Ovilla dibuat kesal, Dan dengan asal menyuapi Said tanpa henti.
Begitu pula Tessia ibu nya Tasya tidak ketinggalan memberikan suapan, Meskipun mulut Said penuh.
"Ayolah kau harus makan yang banyak said." Tessia menyuapi Said dengan gerakan bibir yang erotis.
"Udhhsjensjw....!!" Said tak bisa bisa bicara.
Uhukkk!!! Uhukkkk!!!!
Tiba tiba Said tersedak dengan banyaknya makanan yang masuk.
"Ohhhh, Biar aku saja yang memberinya minum" Ucap Shinta yang tak ketinggalan, Lalu mengambil botol minum dan meminumnya terlebih dahulu.
Shinta bergerak mendekati Said, Semua sudah merasa curiga dengan gelagat mencurigakan Shinta.
Dengan wajah yang memerah, Mungkin ini untuk pertama kalinya bagi Shinta, Bibirnya sangat dekat dengan bibir Said dan berniat memberikan Said minum melalui ciuman.
Sedikit lagi bibir mereka berdua hampir bersentuhan, Said tidak merespon akibat error sistem (ngeblank) terlalu banyak menerima suapan dari mereka semua.
__ADS_1
Wajah Ovilla, Chelsea, Lala, Tessia, Dan Linda memerah, Mereka merasa tak sempat lagi menghentikan tindakan Shinta.
"TIDAKKK BOLEHHHHH!!!!!!! "
Duarrrrr!!!!
Ledakan kecil terjadi dihadapan mereka, Tasya muncul Dengan Ambarawa sword nya Menghentikan tindakan Shinta.
Pedang besar tersebut memisahkan Shinta dan Said, Tasya mengambil botol minum lalu meminum nya.
"Master biar kan aku yang memberikan mu minum" ~chuuuupppp, Tasya mengarahkan bibir nya kearah Said.
"Dasar Bodohhhhhh!!, Apa yang kau lakukan?"
Plakkkk!!!!!!!
Ovilla memukul kepala Tasya meskipun didepan ibunya sendiri.
"Disekolah dilarang melakukan hal mesum, Dan juga kenapa kau membawa senjata kesekolah, Segera temui ku diruangan nanti" Ovilla memarahi Tasya, Dan dirinya bersyukur diri Said tidak di nodai.
"Baikk Guru!!"Balas Tasya dengan kepala menunduk sembari mengusap kepalanya yang benjol.
Disuatu tempat yang tenang, Said tersadar.
"Ehhh, Dimana ini??, Fiuhhh ternyata aku masih hidup" Said menghela nafas, kemudian menyadari bahwa dibawah kepala nya ada sesuatu yang menganjal sesuatu yang sangat lembut.
"EHHHHHHHHHHHHHH!!!!!! " Said terkejut saat ia tidur dipangkuan Tessia. Dan berusaha untuk bangkit namun dicegah.
"Tetaplah seperti ini untuk sementara waktu" Ucap Tessia, Dan mulai mengusap rambut said perlahan dan sangat lembut, Rambut hitam berkilau.
kenapa kejadian seperti ini terjadi??
Beberapa waktu yang lalu, Setelah Ovilla memarahi Tasya, Terjadi perdebatan diantara mereka semua. Dan menjadi kesempatan Tessia untuk membawa said ketempat lain.
Sembari mengusap perlahan rambut said, Tessia mengucapkan beberapa kata kata.
Seketika mata said terbelalak, Seketika angin sepoi sepoi menerpa disertai daun daun yang gugur dari pohonnya.
__ADS_1