I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 166.Tasya Vs Dewi Athena


__ADS_3

"Ambarawa slash!!."


"Aaaarrrghh!!."


Tebasan pedang tasya membunuh seluruh pasukan perang dewa ares yang tersisa, Ia sengaja tidak membunuh terlalu banyak demi menghemat energi. Karena lawan utama mereka adalah para dewa Dodekatheon.


"Wanita yang cukup kuat, Hmm membuat ku sedikit tertarik." Ucap wanita yang tiba - tiba muncul di hadapan Tasya dengan pakaian perang dan zirah yang berlapis. Langkahnya menginjak mayat mayat tentara perang dewa Ares tanpa ada memberikan rasa kehormatan pada mereka yang telah berjuang demi alam. Olympus.


"Si - siapa kau?." Tasya terlihat sangat waspada, Bahkan ia tidak merasakan aura kedatangan wanita itu.


"Mereka yang lemah memang tak sepantasnya hidup, Bukankah begitu menurutmu?." Wanita itu terlihat dengan kesal nya karena sepatu miliknya ternoda oleh darah prajurit perang itu.


Buaakk!!.


Duaaarr!!


Wanita itu menendang lalu meledak semua mayat prajurit prang yang ada disekitarnya.


"Hummm menjijikkan!!." Wanita itu menatap jijik terhadap mereka yang sangat lemah dan sudah seharusnya mati.


"Kau tak seharusnya melakukan itu terhadap prajurit yang telah berperang demi melindungi kalian semua." Ujar Tasya yang tidak bisa menerima perbuatan Wanita itu yang tidak menghargai jasad prajurit yang tewas itu.

__ADS_1


"Melindungi kata mu? Kami bahkan para dewa - dewi tidak memerlukan perlindungan dari makhluk lemah seperti mereka, Ada apa? kau bersimpati pada makhluk rendahan seperti mereka." Ucap wanita itu yang terus berucap kata kata yang tidak pantas pada jasad prajurit perang itu.


"Setidaknya mereka tidak munafik seperti diri mu, Mereka benar benar memperjuangkan tanah air nya dan dunianya lalu dewa dewi yang mereka puja puji, Hehh.... apa jadi nya jika mereka tahu jika orang yang mereka puja sangat munafik." Kekeh Tasya, Kedua tangannya menggenggam erat Ambarawa sword dan bersiap Menebas wanita itu.


"Apa katamu? Sadarilah posisi mu Bajingan!!." Wanita itu terlihat kesal mendengar ucapan Tasya, Ucapan nya membuat tekanan yang begitu kuat.


"Urrghhh.... " Salah satu kaki Tasya jatuh berlutut tak bisa menahan tekanan yang berasal dari ucapan wanita itu.


"Kuat sekali....!! Tapi aku sangat menyukai nya." Tasya tersenyum bisa menemukan lawan yang kuat, Ia tak lain adalah seorang Maniac petarung yang sama seperti Said.


Penguatan tubuh!!


Melepaskan Tekanan!!


Seluruh tubuh Tasya di selimut kekuatan yang luar biasa, Tekanan yang berasal dari ucapan Wanita itu langsung terlepas. Membuat tubuh Tasya bisa bergerak leluasa.


"Kehhh tampak nya tekanan mu itu tidak berarti apa apa nya bagi ku." Tasya merasa sangat senang, Namun ia terlalu meremehkan wanita yang di hadapan nya.


"Kau akan menyesali nya telah membuat ku merasa marah." Wanita itu mulai menatap dengan rasa marah, Ia mengangkat tanganya. Clinkk!! Secercah cahaya muncul di hadapan Tasya.


Cahaya - cahaya itu mulai membentuk pendak yang sangat tajam, Tasya menyadari bahaya dari pedang cahaya itu. Namun ia seakan tak bisa menghindar seluruh arah telah penuhi oleh pedang yang tercipta dari cahaya.

__ADS_1


"Makhluk lemah seperti mu lebih baik mati!!." Wanita itu mengepalkan tangannya, Kemudian seluruh pedang itu menusuk ke tubuh Tasya.


"Arghh!!." Tasya dapat merasakan sakit disekujur tubuhnya yang tertusuk puluhan pedang cahaya.


"Aku juga punya oleh oleh untuk mu lho!!." Tasya tersenyum senang, Sedari awal ia hanya memancing wanita itu agar tidak menyadari jebakan yang ia pasang.


Ring Of Judgement!!


"Berilah keadilan pada sang dewi munafik ini!!." Teriakan tasya memanggil ratusan cincin cahaya yang bermunculan di langit, Cahaya cahaya itu mengunci pergerakan sang dewi.


"Kau cukup licik untuk seorang ksatria." Bahkan wanita itu seakan tak panik sedikit pun melihat ratusan cincin cahaya di atas langit yang terlihat mulai bersinar.


"Apapun itu akan di lakukan untuk mengalahkan dewi munafik seperti dirimu." Balas Tasya, Sekujur tubuhnya mulai terasa dingin karena banyaknya darah yang keluar di antara tusukan pedang.


"Bunuh diri yang konyol sekali." Wanita itu hanya menantikan kematian Tasya di hadapan nya.


Judgement Of Athena!!.


Craashh!!


Tiba tiba saja seluruh ratusan cincin cahaya itu langsung hancur seakan kaca yang pecah.

__ADS_1


"Tidak mungkin?" Tasya bahkan tak bisa mempercayai nya.


"Kau berani sekali menggunakan keadilan untuk melawan ku yang merupakan dewi keadilan itu sendiri."


__ADS_2