I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 115.Mentari Pagi


__ADS_3

"Said Ayo cepat bangun jika tidak ingin terlambat, Ayo lah bangun pemalas !!" Ovilla membangun said yang sedang tidur, menariknya dari atas kasur.


"Guru aku masih mengantuk tau" Said yang masih belum sadar sepenuhnya, kembali naik ke atas kasur dengan merangkak.


Said baru saja tidur sekitar jam 5 pagi, Setelah pertarungan bawah tanah itu, Said masih harus mengurusi tentang penyusup yang memasuki kota MInerva, Dewa Indra dan Dewa Elijah.


Indra merengek seperti anak kecil agar di izinkan tinggal di kota, Membuat said kepala mendengar rengekannya, Dan terpaksa menyetujui keinginan Indra tersebut.


"Ayo bangun Atau aku akan memukul mu !!" Ovilla sudah siap dengan tinju nya, Yang segera membuat said bergegas bangun dan segera mandi.


Setelah said beranjak menuju kamar mandi, Ovilla langsung menyiapkan Sarapan.


"Huuhhhh!!! Dingin sekali." Said datang ke meja makan dengan sedikit menggigil, Dan rasa kantuk yang teramat berat.


"Apa yang kau lakukan semalam, Apa kau bergadang semalaman?." Tanya Ovilla, Dengan tatapan mencurigakan.


"Iyaa Hahaha, Aku tidur dengan cepat kok." Said ber alibi dan dengan cepat menyantap sarapannya.


"Yasudahlah, Setelah Sarapan langsung kesekolah, Aku akan segera kesekolah, masih ada pekerjaan yang ku urus." Setelah menyiapkan Sarapan Ovilla bersiap menuju sekolah.

__ADS_1


Said menatap Punggung Ovilla, Seorang Wanita pekerja keras, Tidak salah jika said mengaguminya.


"Guru....." Panggil Said, Secara tiba - tiba said memeluk Ovilla dari belakang.


Seketika membuat Ovilla terkejut, Dan wajah merah merona.


"Ahh itu said, Apa yang kau lakukan?" Ovilla merasa sangat Canggung, Saat ini dia tidak sanggup melihat wajah Said.


"Terimakasih Ovilla Untuk semuanya." Ucap said Memeluk erat Ovilla, Mencium Aroma manis dari tubuh Ovilla, Hidung Said menyentuh leher belakang Ovilla.


"Selama ini Telah merepotkan mu" Said Sadar jika selama sepuluh tahun terakhir ini dia terus bergantung pada Ovilla.


Segera Ovilla melepaskan Pelukan Said, Yang membuat romantis itu Rusak.


"Ahh.. Hmm Aku sedang terburu - buru dahh!!" Dengan wajah yang masih memerah Ovilla segera pergi.


"Manis sekali " Batin Said, Masih bisa merasakan Aroma manis dari tubuh Ovilla.


...*******...

__ADS_1


Cahaya Mentari pagi Jatuh tepat diatas kedua kelopak mata Emily, Membuatnya segera terbangun.


Melihat Sekeliling, Saudarinya masih tertidur lelap di atas kasur, Mereka Di sediakan kamar untuk beristirahat.


Semua luka yang ada di tubuhnya telah pulih, Bahkan tanpa meninggalkan Bekas sedikit pun.


Emily beranjak bangun dari tempat tidurnya, berjalan ke arah Jendela, Sedikit menyipitkan matanya yang terkena silauan cahaya.


Betapa terkejutnya Emily melihat sebuah pemandangan yang indah, Sebuah kota yang luar bias indahnya, serta Lahan pertanian dan perkebunan yang sangat luas, Emily berifikir Di kerajaan mana dia saat ini.


"Tempat apa ini, Sangat indah sekali." Emily terpana menyaksikan indahnya kota Minerva.


Tak lama kemudian, Terdengar suara ketokam dari pintu, Dan suara gadis kecil yang memanggil.


Emily segera membukakan pintu, Dihadapannya berdiri Dua gadis kecil Yang satu berambut hitam dan Satu nya lagi berambut perak.


"Wahhhh Jadi Kakak Elf yang di ceritakan, Kenalin aku lightmare dan ini kakak ku Nightmare." Lightmare terlihat sangat bersemangat melihat Elf yang ada di hadapannya.


Emily tersenyum, Menyaksikan betapa imut nya Kedua gadis kecil itu.

__ADS_1


__ADS_2