
"Bagaimana?.....
"Bagaimana kau tidak bisa mati setelah tubuh mu hancur berkali kali." Ucap Bam, Padahal tongkat saktinya itu mampu menghentikan regenerasi.
Bam kemudian Memutar tubuhnya lalu mengayunkan tongkat tepat ke arah kepala Poseidon, Blaaarrrr!!. Kepala Poseidon hancur lalu kembali seperti seperti semula setelah partikel air berkumpul lalu membentuk kembali kepala dewa Poseidon.
"Terus lah melakukan hal sia sia kera bodoh!!." Poseidon menyeringai dengan senyuman sinis, Dia tampak tak menghindari semua serangan Bam.
Namun ketika dewa Poseidon melakukan serangan, Bam sama sekali tak bisa menghindari serangan nya saking cepatnya gerakan sang dewa samudera itu.
Husshhh!!
Bummm!!.
"Arggggghhhh!!!." Tubuh bagian kiri Bam hancur seketika hingga seluruh bagian tubuh nya ikut keluar, Dalam satu serangan bahkan Zirah emas Bam tak mampu menahan nya.
Dengan cepat Bam meneguk Pil Ilahi yang berasal dari tabung labunya.
Cahaya itu kembali memulihkan Tubuh Bam yang hancur akibat serangan Poseidon.
Bam kemudian menduplikat Tongkatnya menjadi dua, Kemudian melancarkan serangan cepat sebelum Poseidon melakukan serangan selanjutnya.
"Pasal ke 57 Harapan Akhir dunia!!."
Blaaarrrr!!
__ADS_1
Duaaarrrr!!
Serangan yang dilancarkan kali ini lebih dahsyat dari sebelumnya, Seluruh Altar mulai hancur hingga seluruh Lautan yang ada sekitar Altar mulai memasuki Altar.
Lagi lagi tubuh Dewa Poseidon hancur menjadi gumpalan daging yang melayang layang di udara, Air mulai membentuk kembali tubuhnya lalu menyatukan gumpalan daging yang hancur. Seakan Poseidon tidak bisa mati meski tubuhnya hancur terus menerus tanpa batas.
"Kau cukup menghibur untuk seorang pecundang seperti dirimu." Senyuman Poseidon terbentuk di balik tubuhnya yang mulai menyatu kembali.
"Pasal 33 Pencerahan langit!!"
Tubuh Bam kemudian berubah berpecah menjadi tiga bayangan, Lalu Ketiga bayangan itu mulai melancarkan serangan bersamaan dengan kedua tongkat sakti tersebut.
Duaaarr!!
SPALSSSHHH!!
Blububs!!
Tubuh Bam tenggelam di dalam lautan tanpa dasar, Bam menahan nafas di dalam lautan, Terlebih lautan tersebut memiliki tekanan yang sangat kuat hingga menekan seluruh tubuh Bam.
"Yeoi ciptakan lah pusaran!!"
Tongkat sakti nya Bam mulai memanjang lalu berputar putar didalam pusaran air, Hingga menciptakan gelombang dan pusaran yang besar.
Pusaran itu mulai terangkat kelangit dan Bam. perlahan mulai keluar dari dalam lautan.
__ADS_1
"Hiaaaa!!." Bam melempar pusaran gelombang air yang sangat besar itu pada Poseidon yang berdiri tegak di atas Altar yang perlahan tenggelam.
"Kera bodoh berani sekali menggunakan lautan untuk menyerang ku." Ucap Poseidon, Pusaran gelombang air itu seakan tak mengenai Poseidon itu sendiri malahan seakan menghindari nya.
"Ha? kemana kera itu pergi." Poseidon menyadari keberadaan Bam menghilang dari hadapan nya.
Tanpa Ia sadari Bam ikut menyatu menjadi pusaran air tersebut, Splash!! Bam muncul dari balik gelembung air dengan jumlah yang sangat banyak.
"Pasal 39 tanah air pertiwi!!."
Duaarrrr!!!
Dengan sangat cepat dewa Poseidon menangkis semua serangan Bam, Bahkan tubuhnya tak bergeser sedikit pun, dan hanya tangan kirinya yang terus mengayunkan trisula tanpa henti untuk menangkis serangan Bam.
"Bagus kera Bodoh Hiburlah terus aku." Poseidon terlihat sangat bahagia melihat Bam yang terus menyerang nya tanpa henti.
"Dengarkanlah suara ku lautan!!." Mata trisula Poseidon mulai diselimuti air yang bercahaya terang, dengan sebuah tebasan sepuluh bayangan Bam langsung menghilang.
"Hanya bayangan?."
"Kau lihat kemana dewa bodoh." Bam muncul dari balik bayangan air yang ada di bawah dewa Poseidon, Lalu membidik serangan tongkat nya.
"Mengamuklah Yeoi!!." Tongkat sakti itu mulai terbakar dengan api emas surgawi, Lalu menghantam dagu dewa Poseidon hingga menghancurkan kepala nya.
DUAAAAARRRR!!.
__ADS_1
"Kau cukup banyak akal ya kera bodoh!!." Dengan cepat trisula nya menghujam tubuh Bam hingga membuat tubuhnya terangkat ke atas.
"Sialan dia kuat sekali!!." Bahkan setelah Bam mempertajam insting nya, masih saja tak bisa menghindari serangan Poseidon yang sangat cepat, Bahkan sampai saat ini Poseidon masih saja belum serius menghadapi nya.