
Gerakan bak sebuah kilat sulit di tangkap, Melompat kesana kemari, Lincah tak karuan. Menyulit Pasukan Minerva untuk menangkapnya.
"Sial dia terlalu cepat untuk di kejar" beberapa pasukan mulai kewalahan.
"Kejar terus !!, Kita harus mengulur waktu hingga ke empat raja surgawi tiba !!" ucap diego sebagai komandan pasukan.
Dia harus bekerja lebih keras lagi agar yang Mulia said mengakuinya sebagai komandan pasukan yang hebat.
"Elemental tanah, Rusuk Bumi !!!" Diego mengeluarkan sihir tanah yang sangat besar, membuat sebuah tembok dinding raksasa di seluruh hutan.
"Huhhh!!!!, kalian tidak akan lolos dengan mudah" dengan nafas terengah diego tersenyum, Meskipun telah menguras energi sihirnya hanya untuk membuat tembok dinding tanah yang sangat besar.
Beberapa pasukan khusus milik karna juga terlihat mengejar dengan cepatnya melompati cabang cabang pohon.
pasukan yang mulai kelelahan terus mengejar tanpa henti, Mereka tidak ingin menjadi beban yang terus bergatung pada para petinggi kota, mereka juga harus membalas budi pada yang mulia yang telah memberikan tempat tinggal.dan pekerjaan yang layak.
Dari langit turun sesosok yang sangat kuat, Hingga menghempaskan tanah, sontak semua pasukan berhenti.
"Apa yang terjadi?" bertanya - tanya satu sama lain.
"Tu tu tuan Rudolf !!" diego segera membungkukkan badannya di ikuti oleh pasukan yang lainnya.
Tidak hanya ke empat raja surgawi yang mereka hormati tetapi para servant's juga sangat mereka hormati, Di angkat menjadi servant's adalah sebuah kemulian, lebih mulia dari kehidupan itu sendiri.
"Cukup hentikan, Kalian tidak perlu mengejarnya lagi Raja surgawi sudah mendahului kalian semua" Perintah rudolf menyuruh pasukan untuk berhenti mengejar.
Tiba - tiba semua pasukan merasa ketakutan, Bagaimana mungkin?, keempat raja surgawi sudah mendahului mereka?, Betapa tidak bergunanya mereka, Apakah mereka semua akan di hukum mati?, Karena tidak becus menjalankan tugas.
Diego bahkan berkeringat dingin, Habis sudah pujiaan yang ia harapkan akan berubah menjadi hukuman mati.
__ADS_1
"Tenanglah kalian tidak perlu takut, Kalian telah melakukan tugas dengan baik, Pulang lah kekota, ada tugas yang lebih penting yang harus kalian kerjakan" Ucap rudolf membuat pasukan kembali tenang.
Rombongan pasukan mulai kembali dengan rasa kekecewaan yang mendalam, betapa tidak bergunanya mereka, bahkan mereka tidak sebanding dengan pasukan khusus lainnya.
Rudolf menatap ke arah pergi nya penyusup tersebut, Berharap keempat raja surgawi bisa menyelesaikannya dengan mudah.
"Aku tidak menyangka dia akan kembali lagi" Seakan rudolf tahu siapa penyusup itu sebenarnya.
Kedua penyusup itu mulai terjebak di tengah tengah tembok dinding tanah yang sangat besar.
"Mudah saja tinggal di hancurkan saja!!" Sebuah Kilatan petir dengan energi sihir yang besar menyambar.
Jderrrrrr!!!!!
Blaaarrrr!!!!
Seluruh dinding tanah itu di hancurkan dengan mudahnya.
tidak seperti penyusup yang di perkirakan, Kedua penyusup itu merupakan anak lelaki yang mungkin masih berusia 10 tahun, yang satu Rambut perak dengan mata biru, dan satunya lagi rambut coklat dengan mata hijau.
"Selamat datang di kota minerva, Wahai para penyusup" Ucapan selamat datang dari dasamuka, dengan tatapan yang sangat dingin.
"Menginjakkan kaki di kota suci kalian tak kan kumaaf kan lho" Karna dengan wajah psikopatnya tak sabar ingin menyiksa mereka berdua.
"Aku juga sudah tidak sabar ingin mencabik cabik tubuhnya" Kumba tersenyum sinis.
Anak lelaki berambut coklat mulai mengangkat tangannya hendak menyerang namun di cegah oleh temannya.
"Hentikan apa kau lupa, dengan tujuan kita datang kesini" ucap anak yang berambut perak.
__ADS_1
Ke empat raja surgawi mulai bersiap menyerang, Mereka tidak juga meremehkan kedua anak lelaki itu, bisa jadi dia menyembunyikan kekuatan aslinya.
"Kata kan siapa kalian dan siapa yang mengirim kalian?" Dasamuka mulai mengintrogasi mereka berdua.
Anak lelaki rambut coklat menunjuk ke arah langit, yang menandakan mereka berasal dari langit.
"Lalu apa tujuan kalian menyusup ke kota ini?" Tanya Dasamuka balik.
"Itu tidak bisa di sebutkan, Tentu saja rahasia" balas anak lelaki rambut perak.
"Sudah cukup basa - basi nya, Akan ku remukkan tubuh mereka sekarang!!" Bima yang mulai habis kesabarannya langsung melompat untuk menyerang.
"Kakak!!!, Apa yang kau lakukan ?"
Tiba tiba Ashura muncul, Membuat serangan bima terhenti.
"Kakak????" Keempat Raja surgawi terkejut.
"Yooo adikku ashura kau terlihat sehat ya, Hahahaha!!" Anak lelaki berambut perak itu tak lain adalah indra, Dewa indra, dengan tubuhnya seperti anak kecil.
"Jangan bilang dia, Adalah Indra yang menyerang sekolah waktu itu?" Kumba langsung mengingat pertarungan mereka melawan dewa indra.
"Benar sekali itu aku" balas Indra.
"Lalu Kakak Elijah Juga Disini?" Ashura melihat Keberadaan Anak lelaki berambut coklat yang di belakang Indra.
"Uhmmm, Biar ku perkenalkan dia adalah Elijah sang dewa Panen, Sahabat ku " Indra memperkenalkan Elijah.
"Salam kenal" Ucap Elijah dengan sopannya.
__ADS_1
"Dewa?" Dasamuka tertegun, Pantas saja mereka berdua bisa masuk dengan mudah meskipun sudah ada penghalang yang telah di pasang ashura.