I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 17.Misi Penyelamatan


__ADS_3

Sebuah ruangan tempat Tasya disekap.....


Tubuh Tasya tampak teringat dengan tali yang mengikat sekuruh tubuhnya, Wajahnya tampak di penuhi memar, Orang orang yang telah menculiknya, tidak segan segan melayangkan tamparan terhadap Tasya.


Sesekali Tasya memberontak.


"Berengsek, Bajingan kalian semua" Tasya terus memaki mereka.


Para penculik tersebut tampak tersenyum bahagia, Salah satu dari mereka menodong kan sebuah pisau kearah Tasya.


"Hei nona kecil, Sebaiknya kau diam saja tidak ada gunanya memberontak, Lagi pula sebentar lagi kau akan mati. " Penculik dengan luka didahi tersebut tertawa lebar sembari memainkan pisau di wajah Tasya.


"Hei, Hei, Akankah lebih baik jika sebelum dia mati, kita memuaskan diri terlebih dahulu" Ucap seorang pria, Lidahnya tampak menjulur.


"Hahahahaha..... benar juga bagaimana jika aku dulu yang mencoba nya, Nona kecil kau masih perawan bukan?" Seorang pria berbadan gendut maju mendekati Tasya dengan senyuman penuh.


"Haaa, Apa enaknya sih gadis perawan, Lebih nikmat lagi wanita janda " Seorang pria kurus tidak terima jika gadis perawan terlalu di lebihkan.


Bruakkk!!!


pintu terbuka, Salah seorang dari mereka memasuki ruangan tersebut.


"Ini gawat markas kita sedang di serang, tampaknya itu orang yang dikirim untuk menyelamatkan gadis ini" Pria pembawa kabar tersebut memberi tahu dengan nafas terengah.


"Cihh....., Beraninya ganggu waktu mau senang senang" Pria gendut yang hendak mendekati tersebut membatalkan niatnya, Dia segera mengambil senjatanya.


Diikuti dengan temannya yang lain, Mereka segera meninggalkan ruangan dan membawa persenjataan mereka masing masing.


"Nona kecil sebaiknya kau tetap disini, Jangan kemana mana ya" Pria gendut tersebut melirik ke arah Tasya dengan penuh nafsu.

__ADS_1


krekk!!


Pintu mulai terkunci, Menyisakan Tasya yang sedang terikat di dalam ruangan yang sangat gelap, Dibalik wajahnya yang memar, Air mata mulai membasahi wajahnya.


"Ayahhhhh... Tolong aku" Lirih Tasya dalam tangisnya.


Fakta yang cukup mengejutkan adalah, Penyebab sifat Tasya yang begitu kasar dan arogan adalah karena dia tidak mau menjadi seperti ayah nya yang terlalu baik, Terlalu ramah, Sehingga mudah dikhianati oleh orang kepercayaan nya.


Hamid Syah, Nama ayah Tasya, Meninggal 10 tahun yang lalu disebabkan diracuni oleh orang terpercaya teman yang sudah dianggap sebagai saudara oleh ayahnya, Dengan mudahnya mengkhianatinya hanya karena iming iming hasil yang besar jika berhasil menyingkirkan Hamid Syah.


Hamid syah merupakan seorang konglomerat terkaya di kota tersebut, Memiliki perusahaan yang bergerak di berbagai bidang.


kini Tessia lah yang melanjutkan perkembangan perusahaan tersebut, Tentunya setelah berhasil menyingkirkan orang yang telah membunuh suaminya.


Tasya yang waktu itu masih berumur 6 tahun, Sangat trauma kehilangan ayahnya, Mengurungkan dirinya selama beberapa bulan, Semenjak keluar kamar kepribadian nya berubah menjadi gadis yang kasar dan arogan.


...***********...


Said dan Rudolf sampai di tempat tujuan, Mereka terlebih dahulu memarkirkan mobil milik rodulf.


Bukannya bergegas Rudolf malah mengeluarkan sebuah lap dan mengelap kaca mobil miliknya, Gini amat pak tua pengidap OCD.


Said yang tidak suka menunggu segera menuju ke tempat tersebut, Said dan Rudolf telah menyusun rencana dimana Said akan menghabisi seluruh anggota Guild Assasins sedangkan Rudolf pergi menyelamatkan Tasya.


Sekarang Rudolf malah melanjutkan mengelap ban mobil miliknya, Hingga suara berdecit berbunyi.


*M*engkilauu.....


Said mulai mendekati tempat tersebut, Sebuah gedung yang tak terpakai memang cocok sebagai sarang mereka, Said mulai mengeluarkan 2 buah pisau dapur dari balik bajunya.

__ADS_1


Terlihat beberapa orang diantar mereka sedang nongkrong di depan, Dan si kepala botak memiliki level yang cukup tinggi, Yaitu level 51.


"Oiiiiii.....Kiyomasaaa...!!!!!!!!! " Eh salah dialog njirr, Ganti dulu.


"Oiiiii..... Kalian para bajingan bedebah" Said menyapa dengan ramah.


"Haaa!! Memangnya kenapa dengan bajingan bedebah" Pria botak tersebut melirik kearah Said, Wajahnya tampak kesal.


"Gak sihh cuma nyapa aja" Said dengan polos nya menjawab.


"Dasar bocah tengik, Habisi dia" Pria botak tersebut merasa kesal di permainankan oleh Said.


Said mulai menghitung musuh yang akan menyerang nya, 18 orang yang memiliki level rata rata.


Mereka semua tersenyum gembira melihat ada mangsa baru, Wajah Mereka satu persatu tampak kegirangan.


Said mulai memasang wajah serius di barengi dengan tatapan dingin yang penuh napsu membunuh.


[Skill Baru Telah Didapat kan.]


[Skill Bertarung Type Assasins Telah Bangkit.]


Skill Assasins pemilik HASAN ASSABAH.....


...SEPENUHNYA BANGKIT..... ......


...^^^**********^^^...


Jangan lupa tinggalkan Komen Dan like, Sangkyu....

__ADS_1


__ADS_2