I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 91.Kencan Pertama Shinta Shinigami


__ADS_3

Seorang Dewi Kematian untuk pertama kalinya melakukan kencan dengan orang yang dia cintai, Tidak seperti dirinya yang dulu yang bahkan tak pernah tersenyum sedikit pun, Mencabut nyawa Musuh musuh sang dewi adalah tugas utamanya.


Namun di hadapan pria ini, Dewi kematian pun tak berkutik. Hatinya terus berdebar debar jika dekat dengannya, terlebih kini Tangan mereka bersentuhan satu sama lain.


"Apa kau mau mencoba makanan yang ada disini?, Di Jamin semuanya Enak lho!! " Said berdiri di depan pintu masuk disebuah caffe.


Shinta yang masih gugup hanya mengangguk setuju. Said segera membawa shinta memasuki caffe tanpa melepas gandengan tangannya.


Semua orang memperhatikan sepasang kekasih yang baru saja memasuki ruangan.


"Wahhh, lihat betapa Kerennya pria itu bahkan tidak mau melepaskan gandengan tangannya"


"Wanita itu juga terlihat sangat imut sekali, bersikap malu malu dan merasa gugup di perhatikan semua orang. "


"Benar sekali pria tampan dan wanita cantik, mereka serasi sekali!! "


Hanya dalam sekejap Sepasang kekasih itu kini menjadi pembicaraan orang orang di dalam caffe.


Said memilih tempat duduk didekat jendela kaca besar, Gaya ruangan nya cukup unik Yaitu Neomodren. Konsep tata ruangan yang sangat Rapi mininalis dan Aestetich, melambangkan Keromantisan itu sendiri.


"Sa- said bisakah kau melepaskan Tanganku" Ucap shinta dengan wajah yang memerah di barengi rasa malu karena sudah menjadi perhatian semua orang.


"Ohh, tak masalah. aku pikir kau akan hilang jika ku lepaskan Tangan mu" Balas.


"Humm aku bukan anak kecil tau!! " Shinta memasang Wajah cemberut.


"Lucu sekali, Yosh yosh kau bukan anak kecil lagi " Said tersenyum dan tanpa sadar mengelus rambut Shinta dengan lembut.


"Tuan Silahkan anda mau pesan makanan apa" Seorang pelayan datang menghampiri, tapi suaranya terasa tak begitu asing.


"Baiklah ~" ketika said menoleh betapa terkejut nya dia, melihat pelayan yang ada dihadapan nya adalah Chelsea, Gawat sedang apa dia disini. Tapi kenapa Said merasakan aura membunuh yang sangat kuat.


"Ara tuan jangan lama lama lho" Pelayan itu memperingatkan, membuat said bergidik ketakutan terlebih tatapan nya yang sangat tajam.


Setelah memesan makanan, Said merasa tenang untuk sementara waktu. Menghela napas lega.


"Tuan Silahkan minuman Anda!!! " Pelayan lain datang membawakan minuman.


Shinta memesan Minuman green tea latte, Tapi kenapa pesanan Said Ice Coffe. Tapi kenapa yang datang Minuman yang sudah terlihat seperti penuh dengan racun yang mematikan.


"Tuan Silahkan minuman Anda!! " Suara yang tak asing.


Said menoleh dan langsung memalingkan wajahnya, pelayan itu menatap Dengan tatapan menjijikkan.


"Apa apaan ini, kenapa Lala ada disini juga!! " Batin said tak kuat menahan Tatapan mengerikan Lala.

__ADS_1


"Tampak nya anda sangat bersenang senang yang tua" Lala membisik Di telinga Said lalu pergi.


Ketika said melihat keluar dari balik kaca besar, Dari kejauhan said seperti mengenali sesuatu.


"Itukan, Hmmm!! " berfikir sejenak. Dari kejauhan terlihat Seorang wanita yang siap membogem.


"Alamak, Kenapa Guru ovilla juga ada disini" Batin Said, Bahkan dari kejauhan said dapat merasakan Aura kematian yang dipancarkan ovilla.


Said langsung mengalihkan pandangan nya kedepan, Melihat Shinta yang menikmati Green tea latte kesukaan nya. "Imut sekali!! "


"Terimakasih atas kunjungan nya!! "


Setelah selesai Menikmati makanan, Said dan shinta segera keluar. namub ketika baru saja keluar shinta langsung menarik said dan berlari.


"Huhhh.. Akhirnya kita sudah tidak diikuti lagi" Ucap shinta perlahan mengatur nafasnya, Keringat nya seketika menjadi Harum yang sangat wangi, Aroma yang sangat manis sekali.


"Begitu rupanya, ternyata kau sadar juga jika kita sedang diikuti " balas Said.


"jangan remeh kan insting De~" Kata kata Shinta terhenti, hampir saja dia ingin mengatakan bahwa dia adalah dewi kematian.


"De? "


"Bukan apa apa" Shinta mengalihkan topik pembicaraan.


"Kau ini aneh juga ya, Hahahaha " Said Tertawa pelan.


Meskipun kota Ini tidak terlalu besar dengan kota lainnya, bukan berarti kota ini tidak punya hal yang menarik untuk di kunjungi. Salah satunya yaitu Chinese Town Street. Tempat dimana Makanan dan kebudayaan Chinese Berkembang.


Setiap tahun diadakan festival Di kota tersebut, Pawai besar besaran Memenuhi Jalanan.


"Woahhh keren nya!! " Tatapan mata shinta bahkan tak lepas dari Arak arak pawai tersebut.


Alunan lagu mandarin dan bunyi kembang api menandakan betapa meraih nya festival tersebut.


"Haduhh bagaimana ini, bukankah sudah Saya katakan untuk datang tepat waktu " Seorang Pria berbicara dalam bahasa mandarin. dia terlihat sedang dalam masalah.


"Kalian benar benar mengacaukan Hari besar ini" Dengan kesal Pria itu mengumpat dan mengucapkan kata kata kasar * Cao Ni Ma*


"Hai paman Mata sipit apa kau perlu Bantuan? " Tanya said dalam bahasa mandarin, Spontan.


Tanpa sadar, jika said bisa menguasai Bahasa mandarin dalam sekejap.


[Skill baru telah Didapatkan ]


[Skill Polyglot Lv. 1]

__ADS_1


Notifikasi Dari sistem Menunjukkan Said telah mendapatkan Skill baru.


"Anjirr lah beneran ngecheat cok" Batin said.


Paman mata sipit menutup telponnya, dan melihat kearah said.


"Kau cukup Hebat juga bisa bahasa mandarin dengan lancar " Paman mata sipit memuji kemampuan Bahasa said.


"Ah bisa aja" Said pura pura tersipu.


Paman mata sipit memperhatikan Said dan shinta, Pria tampan dan wanita Cantik.


"Benar sekali kalian cocok Untuk jadi model Festival hari" kembali Menggunakan bahasa lokal, Paman mata sipit menepuk pundak mereka berdua.


"Kami? " Said menunjuk dirinya. "tidak terimakasih paman mata sipit aku takut shinta akan keberatan" Said menolak secara halus.


"Tidak sama sekali!! " Mata Shinta berkaca kaca.


"Bagus bagus, sekarang mari keruang rias sekarang!! " Paman mata sipit bersemangat.


Setelah waktu yang cukup lama kini, Dari balik tirai ruang rias, Keluar lah Sosok pria mengenakan Pakaian kekaisaran China dengan jubah kebesaran. melangkah ke singgasana Kekaisaran.


Disisi lain juga seorang Permaisuri Cantik jelita keluar, mengenakan Gaun yang sangat indah, Gaun merah Dengan warna emas dari dinasti Qing, wajah Sang permaisuri Ditutupi Dengan penutup kain transparan.


Semua terpana, Terpukau Seakan mereka Melihat Kaisar dan permaisuri itu sendiri, Paman mata sipit bahkan menangis terhura.


"Benar benar Perwujudan Dewa dan dewi" Paman mata sipit tak sabar ingin memotret mereka berdua.


Sang permaisuri Naik ke singgasana Di tuntun oleh kaisar, ketika menaiki anak tangga terlihat Kaki Mulus sang permaisuri, putih dan lembut.


Mereka berdiri berhadapan, Perlahan tangan kaisar Membuka penutup wajah tersebut, Dibalik penutup wajah cantik Sang permaisuri Membuat Hati sang kaisar berdebar, Bibirnya yang merah merona, Wajah berseri, Dan mata Hijau bersinar.


"Ja-jangan menatap ku seperti itu malu tahu! " Mata shinta Tak sanggup bertatapan dengan mata said.


"Siapapun Pasti tidak ingin wajah cantik seperti itu di ambil oleh orang lain " Said tersenyum Terpesona melihat kecantikan Shinta.


"Apa yang dia katakan apakah ini lamaran tidak langsung? " Batin shinta Seketika wajahnya memerah.


"Baiklah Silahkan berpose!! " Pinta sang photographer.


Mereka berdua pun berpose dan bergaya layaknya Kaisar dan permaisuri.


"Owhhh wanita itu benar benar sang dewi!!" Paman mata sipit pun terkesima melihat kecantikan dewi, meskipun usianya sudah tidak muda lagi.


Setelah selesai sesi pemotretan, paman mata sipit berterima kasih pada said dan shinta.

__ADS_1


"Terimakasih banyak atas bantuan kalian hari ini, Kalian nantikan saja, Foto kalian akan menjadi Hideline Majalah Fashion, Sekali lagi terimakasih banyak" Paman mata sipit benar benar tertolong hingga tak henti nya mengucapkan terimakasih.


...*******...


__ADS_2