
Said kembali keluar dari alam bawah sadarnya, betapa kesalnya dirinya, Padahal sudah memasang penghalang tetap saja Julius bisa memasuki nya, Paman Bajingan itu sangatlah licik entah apa yang akan di perbuat nya dimasa depan.
Lagi pula yang menjadi pertanyaan yang selalu muncul di benak Said adalah bagaimana bisa Julius yang berada di alam nirwana sana bisa memasuki alam bawah sadar nya.
"Huuuhhh!!!!" Said mendengus kesal.
Malam terasa sangat dingin, Ponsel Said menunjuk pukul 11 malam, Said berfikir untuk kembali lagi ke apartemen nya, Toh Said sering masuk lewat jendela, Meskipun sering di hukum untuk tidur diluar.
Yang jadi pertanyaan, Bagaimana Said bisa masuk apartemennya dari jendela, sedangkan kamarnya berada di lantai 10.
Sangat misterius apakah Said merupakan keturunan spiderman, Atau semacamnya.
Ehh, Lupa bagi Said tidak ada yang tidak mustahil kecuali 2 hal.
Yang pertama, swaid tidak bisa terbang atau menggunakan sihir melayang, Yang bisa dilakukan Said adalah melompat dengan sangat tinggi.
Yang kedua, Masih rahasia sihh.
Bulu kuduk Said tiba tiba berdiri dan Said merasa sangat merinding, Apakah Said takut sama hantu, Bukan rupanya.
Said merasakan aura negatif yang sangat mengerikan, Dan aura membunuh yang sangat besar, Said bisa merasakan bahwa tempat berasal aura tersebut tidak jauh dari tempat nya.
Dengan Ligat Said segera menuju arah berasalnya aura tersebut.
Said memperhatikan dari kejauhan, Dan melihat kerumunan umat manusia, Dan juga beberapa reporter dari berbagai stasiun nasional turut hadir.
Said merengsek masuk kedalam kerumunan, Dan mendapati bahwa mereka berkumpul di depan sebuah gate, Sebuah gerbang menuju dunia lain dan biasa di masuki oleh petarung sihir dari Guild.
Aura negatif yang sangat mengerikan yang di rasakan Said berasal dari dalam gate tersebut.
"Heiii, Apa yang sedang terjadi?? " Tanya Said kepada orang yang berada di samping nya.
"Heee, Masa kau tidak tahu, Ini akan menjadi keajaiban yang sangat besar, Dimana petarung sihir Rank S tingkat nasional bersama party nya akan menyelesaikan gate yang tak pernah terselesaikan ini" Dengan semangat pemuda tersebut menjelaskan kepada Said.
Tampak pemuda tersebut memegang kamera dan siap untuk memotret petarung sihir yang akan keluar dari gate tersebut.
"Aku merasa mereka tidak akan selamat, didalam aku merasakan aura membunuh yang sangat kuat" Ucap Said.
"Apa apaan!!!, Kau ini apa kau meremehkan petarung sihir tingkat nasional? Jaga ucapan mu!! " Pemuda tersebut menunjuk Said, dan pergi meninggalkan Said dengan wajah kesal.
"Terserah padamu" Balas Said.
Di saat semua orang lengah, Dengan gerakan secepat angin Said memasuki gate tersebut tanpa ada yang melihat nya dan menjadi pengalaman pertama Said memasuki sebuah gate.
Woshhhhhhhh!!!!!
Said berhasil melewati gate tersebut, dan benar saja di balik gate tersebut terdapat dunia lain yang sangat berbeda dari sebalik gate.
Said dapat merasakan dengan jelas aura yang sangat menakutkan itu, Tiba tiba kekuatan sihirnya menghilang, Bukan menghilang di dalam dunia ini Said tidak dapat menggunakan sihir di dalam nya.
Pantas saja Gate ini tidak pernah terselesaikan oleh banyak petarung sihir.
Bahkan jika ia seorang petarung sihir tingkat nasional sekalipun, Tidak akan bisa menyelesaikan gate, Jika tidak bisa menggunakan kekuatan sihir yang menjadi sumber kekuatan.
"AAAAHHHHHHH!!!!!"
Said mendengar teriakan yang begitu keras dari sebalik bukit, Said segera menghampiri asal suara tersebut.
"DEKKKKKKK!!!!!!"
Said begitu terkejut dengan sesosok monster yang dilihatnya, Dan memiliki tinggi 10 meter, Ditambah sepuluh tangan yang dimilikinya.
Jendela status said segera menginformasikan kemampuan musuh dan poin stat yang dimilikinya.
...RAVANA/RAHWANA...
...LEVEL. : 245...
...HP. : 447...
__ADS_1
...MP. : 256...
...ATK. : 500...
...DFN. : 389...
...JOB. : PENGUASA KERAJAAN ALENGKA....
...SKILL : Membuat eksistensi dunia tanpa sihir(lv. 264), Ten hand punishment (lv. 225), Negatif energy Absorption (Lv. 229)....
...TITLE : 10 HANDS OF RAVANA....
Meskipun membuat Said terkejut dengan level serangan nya yang berada di level 500, Namun tak kunjung membuat Said mundur, justru dirinya terlihat sangat bahagia jika menemukan lawan yang sangat kuat, sang maniac pertarungan.
"Dalam mitologi Hindu, Rahwana', Prabhu Dasa, Prabhu Dasamuka adalah tokoh utama yang bertentangan terhadap Rama dalam Sastra Hindu, Ramayana. Dalam kisah, ia merupakan Raja Alengka, sekaligus Rakshasa atau iblis, ribuan tahun yang lalu."
"Sialannn!!!!, Jika akhirnya begini sedari awal aku tak berniat menyelesaikan gate ini" Teriak pria yang sedang berada diambang keputusaasaannya dengan wajah ketakutan.
Pria tersebut adalah seorang petarung sihir tingkat nasional, Dan memiliki level 200, seorang petarung yang sangat angkuh, Dan akhirnya mendapatkan karmanya.
"Antonnn!!!, Bukannya kau bilang ini bisa diselesaikan dengan mudah" Salah seorang rekan dari pria tersebut merasa telah di bohongi.
"Kita semua akan mati disini!!!" Seorang gadis kecil yang ikut dalam party tersebut hanya pasrah, Tubuhnya tidak dapat digerakkan lagi.
"Harusnya begitu, Namun aku tak mengira jika didalam gate ini kita tidak bisa menggunakan sihir, Ditambah lagi yang kita lawan bukanlah monster gate Rank B yang tercatat di dalam buku guild" Anton begitu gemetar ketika melihat sosok besar itu mendekat kearah mereka.
Tiap tiap antara sepuluh tangannya memiliki senjata yang berbeda beda, dari pedang, tombak, busur dan panah, Gada, kapak dan lain lain.
"HAHAHAHAHA!!!!, Manusia terus lah berlari" Rahwana tertawa dengan girang, Menikmati mangsanya.
Sudah banyak petarung sihir yang sudah di habisinya, Setiap petarung sihir yang memasuki gate, Para petarung sihir tidak akan pernah keluar lagi.
Dengan pegangan yang sangat kuat Rahwana mengarah kan, Tombak panjangnya ke arah sang petarung sihir tingkat nasional.
Mata Anton terbelalak, Dan menyadari dirinya akan segera mati.
Namun dirinya terlalu beruntung.
Serangan tombak Rahwana yang harus nya mengenai sasaran, Berhasil di tahan oleh said yang tiba tiba Join.
Said menangkap ujung mata tombak tersebut dengan kedua jarinya.
Meskipun tidak bisa menggunakan kekuatan sihir, kekuatan fisik Said sangatlah kuat, Jika di ibaratkan kuat nya fisik Said untuk saat ini adalah, Dimana Said mampu dapat mengangkat sebuah kapal perang kelas penjelajah yang memiliki berat 24.300 ton.
Mengetahui serangan nya berhasil ditahan, segera Rahwana menarik kembali tombak nya.
Sriingggg!!!!
Sebuah goresan melukai salah satu jari Said dan mengeluarkan darah.
Hiksss!!!
Hiksss!!!
Mata Said sedikit berair.
"Huaaaa, Sakit Jirrr !!!'
Said merengek kesakitan, Dan menghisap jarinya yang terluka seperti bayi.
Njirrr, Padahal cuma goresan.
Seluruh pandangan menuju ke arah Said, bagaimana tidak Said dengan mudahnya menahan serangan monster tersebut.
"hqeiii!!!, Siapa kau ini?, Lalu mengapa kau berada disini" Anton meneriaki said.
"Akuu?, aku hanya orang biasa lho" Said menunjuk dirinya.
"Lalu apa yang dilakukan oleh orang biasa seperti mu disini, Apa kau tidak tau aku, Aku adalah petarung sihir tingkat nasional" dengan nada sedikit menyombongkan diri.
__ADS_1
"Ehhh?, Bukannya kau hampir mati ya barusan, Bersyukur lah karena ku kau menjadi selamat." Balas Said.
Anton mengertak geraham nya kesal, Baru kali ini dirinya diremehkan.
"Hmmm, Sebaiknya kau dan rekan rekan mu tetap disini, Biar aku yang mengurusnya" Ucap Said yang melihat kondisi rekan yang berada dalam party tampak terluka parah.
Said berjalan dengan santainya mendekati Rahwana tanpa zirah pelindung sedikit pun.
"Woiii, Orang biasa apa kau hanya mencari mati? " Anton memperingati Said.
"Yahhh, Bisa dibilang begitu " Balas Said, Sedikit menoleh kebelakang.
Hembusan udara tiba tiba bergerak sangat cepat, Dibalik tebalnya debu sosok besar tersebut bersiap melancarkan serangan berikutnya.
Kali ini Rahwana mengarahkan Gada nya yang begitu besar, Serangan dari atas tersebut sudah siap menghantam Said.
Jika dilihat, Said berada dalam kondisi yang kurang siap bertarung, Namun itu tidak berlaku bagi Said.
Bummmmm!!!
DUARRRRRR!!!!!
Gada tersebut menghantam dengan sangat keras, Sampai sampai dunia dalam gate tersebut berguncang dengan hebatnya.
Dengan serangan sehebat itu, Tidak akan ada yang selamat bahkan jika dia seorang petarung sihir Rank S sekalipun.
"Tidak mungkin dia langsung mati!!" Rekan Anton sangat sok melihat nya, Didepan matanya melihat secara langsung.
Sedangkan yang lain berteriak histeris, Dan takut akan mengalami nasib yang sama.
"Seharusnya kita tidak harus melibatkan pemuda tersebut, Sial kenapa dia harus mati begitu saja" Pria tersebut memukul tanah dengan sangat kuat.
"hooqo, Kasian sekali pemuda tersebut ya?, Apalagi jika mati muda itu tidak lah menyenangkan, Tidak bisa menikmati rasanya wanita, Btw wanita dewasa itu lebih nikmat seperti nya. " Sambung suara misterius.
"Aku gagal sebagai petarung sihir yang bahkan tidak bisa melindungi orang orang" pria itu melanjutkan bicara nya, Sedangkan yang lain yang awalnya berteriak histeris kini Mereka tampak begitu terkejut sampai sampai tidak percaya apa yang dilihatnya.
"Heee, Lalu mengapa kau tidak berhenti saja menjadi petarung sihir" Balas suara misterius tersebut.
Sreeruuuputt!!
Sembari menikmati teh hangat dengan santainya.
Merasa ada yang aneh, Apa lagi ucapannya dibalas suara misterius.
Pria tersebut menoleh dan betapa terkejut nya dirinya.
"Ahhhhh!!!!"
Ternyata suara misterius yang membalas ucapan pria itu adalah Said.
"Bukannya kau sudah mati, Lalu kenapa kau disini??? " Pria tersebut sangat tidak percaya jika Said masih hidup
"Hoii, Apa kau menginginkan aku mati? " Balas Said.
"Jelas jelas aku melihat mu dihantam oleh gada raksasa itu, Bagaimana Mungkin kau masih hidup bukan? "
"Ohhh, Kalau itu mah aku cuma geser selangkah kesamping, Jadi gak kena deh hebat bukan." Said kembali menyeruput teh nya.
Dan masih sempat nya meminum teh ditengah kondisi seperti ini.
"Apa apaan kau ini, Siapa kau sebenarnya?" Tanya Anton yang mendekati Said.
"Sudah kubilang aku orang biasa bukan" Balas Said dengan santainya.
"Jangan coba berbohong!!!, Atau aku akan menghajar mu" Gertak si Anton
"Hooo!!!, Cobalah kalau berani" Said membalas dengan tatapan yang mengerikan.
Anton langsung bergidik ketakutan, dan berlutut dengan sendirinya.
__ADS_1
"Huhhh!!!, Bukan kah sudah kubilang kalian tetap berdiam saja disini, Masalah monster besar tersebut serahkan saja Pada ku" Said segera berdiri dan meregangkan tubuhnya, setelah menghabiskan teh nya.
Melawan hukum dunia lain yang dimana sihir mampu di manipulasi bahkan di tiadakan, Apakah Said tanpa sihir mampu menghadapi nya?.