I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 29.NightMare Berevolusi


__ADS_3

"Jadi Said anak siapa yang kau pungut itu? " Tanya Ovilla dengan tatapan intimidasi, Matanya mengeluarkan aura menakutkan.


Gleekkkk...!!!


Said meneguk air liurnya.


Kali ini Said sedang disidang, Dihadapan Ovilla dan juga Lala ikut termasuk kedalam sidang mengintrogasi Said.


Dengan santainya Said membawa seorang gadis kecil ke apartemen nya, Ditambah muka polosnya pengen di tampol.


Disamping Said, Berdiri seorang gadis kecil berusia 10 tahun, Dan memeluk erat lengan Said, Seakan tak mau lepas.


Lala bergidik kaget melihat nya.


"kusu kusu, Tak ku sangka selera mu seorang gadis kecil, Dasar lolicon, Dasar pedofil, menjijikkan..!!! " Lala menatatap Said dengan tatapan menjijikkan.


kesalahpahaman tampak terjadi diantara mereka semua.


Bahkan Said belum sempat bicara sudah dipotong kata katanya, Seakan Said lah yang paling bersalah.


kasihan bat dah si Said.


*


*


*


Beberapa waktu sebelum nya.........


Setelah sistem Said upgrade ke versi terbaru, Semua poin stat Said megalami perubahan dan penambahan fitur baru.


Said berlutut tersungkur di tanah, Menangisi koper hitam yang berisi duitnya yang ikut terbakar, Bahkan said rela tidak tidur malam selama seminggu. Mencicipi nya belum sempat untuk berfoya foya.


Harapannya menjadi orang kaya sirna begitu saja, Harapan ingin menikmati hidup mewah.


Lebih tololnya lagi Said tidak menyadari, padahal dirinya sudah memiliki banyak kekayaan yang diberikan oleh Queen Elizabeth, Sekitar 7 triliun jika di konversi kan ke mata uang.


Duit sekoper bukan lah apa apa bagi Said, cuma yah Begitulah.....


"Duit ku " Menangisi kepergian duit


"Ohhh, Duittt...!!! "


"Hikssss..!!! "


"Hiksss...!!! "


Ingus Said ikut keluar saat menangis, Orang yang melihat nya pasti merasa jijik, Tidak bagi Tasya yang sudah fanatik terhadap Said, menganggap itu sebuah moment langka tuannya, Dan sempat memotret Said beberapa kali dengan mata berbinar binar, Dan wajah seperti sedang Sang*an.


Rudolf beberapa kali menyediakan sapu tangan, Untuk mengelap ingus Said.

__ADS_1


Njirr kek punya kantong ajaib aja si Rudolf, Semua bisa keluar dari bajunya.


sableng semua.


Tiba tiba cahaya terang muncul dari balik baju said, Bersinar begitu terang, Sampai sampai ingus Said ikut glowing jadinya.


Tinggg..!!!


[Memulai evolusi Alter Ego.]


[NightMare akan segera berevolusi.]


Cahaya terang tersebut mulai mempunyai Bentuk dan wujud, Melayang layang kemudian wujud tersebut menapakkan kakinya di tanah.


Tubuh kecil mungil terlihat begitu imut, Seorang gadis kecil cantik berdiri dihadapan Said, Tersenyum manis dan imut.


Rambut hitamnya sama seperti warna rambut said, Dan memiliki bola mata berwarna ungu terang, Mengenakan gaun hitam yang begitu anggun.


"Hehh..?, Kau ini siapa? " Hanya itu respon Said.


Padahal sudah jelas, Bahwa sistemnya memberitahukan bahwa NightMare mengalami evolusi.


Gadis kecil imut tersebut membungkuk dengan anggun, Hingga ujung gaunnya menyentuh tanah.


"Saya adalah NightMare master, Mulai sekarang gunakanlah saya sebaik mungkin" Ucap NightMare, Meskipun tubuhnya seorang gadis kecil tampak memiliki aura wanita dewasa yang bijakasana.


"Ohhh!, NightMare tohh " Said meng-oh, Dalam hatinya dia masih kepikiran.


"Benar Master.., Saya adalah senjata yang master gunakan " Ucap NightMare.


Trapppp...!!!


Tasya langsung mendekat melihat kehadiran NightMare, Dan hampir menyerang nya. jika bukan dihentikan Said dengan isyarat tangannya.


"Wahhhh, Apakah kau bawahan master yang baru" NightMare menoleh kearah Tasya.


Meskipun NightMare telah berevolusi, NightMare tidak bisa dikatakan sebagai Servant, NightMare hanya sebatas senjata yang memiliki jiwa dan pikirkan


"Hahahahaha, Beruntung lah kau bertemu dengan bawahan tuan yang kuat ini." Tasya tertawa menyombongkan diri didepan NightMare.


"Hmmm!!!, kalau begitu mohon kerja sama nya" Ucap NightMare dengan penuh senyuman.


"Tentu saja lhooo..!!!! " Tasya mengacungkan jempol, Dengan hidung seperti Pinokio.


...********...


"Yahh..., Kira kira begitulah ceritanya " Ucap Said menjelaskan mengapa dia membawa seroang gadis kecil ke apartemen mikiknya.


Said tidak menjelaskan bahwa NightMare adalah senjata miliknya.


Said menjelaskan bahwa NightMare adalah sepupunya Tasya yang seumuran Tiffany.

__ADS_1


"Apakah kau mengatakan yang sebenarnya? " Ovilla masih tidak percaya dengan dengan ucapan Said.


"Hmmmm..!!! Hmmmmm..!!!!"


Said mengangguk beberapa kali, Meyakinkan.


"Baiklah aku akan menanyakan secara langsung" Ovilla langsung beranjak pergi


Said langsung panik, Dan mengikuti Ovilla dari belakang, Lala pun ikut juga.


"Tunggu dulu kenapa kita kekamar apartemen sebelah, Bukannya kita mau kerumah Tasya" Tanya Said keheranan, Yang membuat Said panik adalah jika Ovilla datang kerumah Tasya mendapati rumah mereka telah menjadi debu.


Tinggg...!!


Tongggg...!!


Ovilla mengetuk pintu kamar apartemen tersebut, Terdengar langkah mendekat dari sebalik pintu tersebut.


Pintu kemudian terbuka, Dan Said terkejut ketika yang membuka nya adalah Tasya.


"Ehhhh..??, Tasya..!! " Said terkejut bukan main.


"Woahhh Tu-an...." Saking girangnya Tasya hampir menyebut Said tuan dihadapan semua orang, Sebelumnya Said meminta tidak memanggil nya tuan dihadapan orang banyak.


"Lhooo, Kenapa kau disini Tasya?? " Tanya Said.


"Yahhh tentu saja, Rumah kami masih dalam perbaikan untuk sementara waktu, Jadi kami akan tinggal disini sementara waktu" Tiba tiba pertanyaan Said dijawab oleh Tessia yang muncul.


Tessia mengatakan alasannya pindah ke apartemen tersebut, Karena perbaikan rumah kepada Ovilla.


Sesaat Ovilla melirik kearah Said yang melihat kearah Tessia, Ovilla paham betul jika Said menyukai wanita yang lebih dewasa, Tampak nya saingan baru muncul, Pikir Ovilla.


"Oh, Ya ngomong aku gak lihat penghuni lain, memangnya pada kemana ya? " Said baru menyadari bahwa dia tidak pernah melihat orang lain di komplek apartemen tersebut, kecuali bagian kebersihan rutin.


"Oh yaa!!!, Kau sudah lupa ya Said kita tinggal di Royal apartemen, Yang baru didirikan milik keluarga Norwej" Ovilla mengingatkan Said yang lupa dengan tatapan seram.


"Ehhhh..." Said baru sadar dan juga selama ini Said masuk ke apartemen melalui jendela wajar tidak menyadari nya, Anti mainstream.


"Tunggu dulu ada yang ingin aku tanyakan, Hei Tasya apa benar gadis kecil ini sepupu mu?" Tanya Ovilla dan membawa ke topik Sebelumnya.


"Ohhh, Tentu saja aku tau gadis kecil itu adalah senjatanya Said" Dengan tanpa rasa bersalah Tasya menjawab pertanyaan Ovilla.


"HEEEEEE..!!!!!!!"


Ovilla dan Lala tampak begitu kaget, Senjata disini yang dipikiran mereka berdua adalah hal yang ******


Kesalahpahaman tanpa makin menjadi rumit, Ketika NightMare ikut menambah kan kata kata. "Itu benar, Tubuhku adalah milik Master dan Bisa di gunakan master sesukanya" polos sekali NightMare.


Tampak Ovilla dan Lala sedang bersiap siap membogem Said.


"Tolong selamat kan aku" Batin Said.

__ADS_1


__ADS_2