
"Ahhh!!!!, kenapa harus aku sih yang berdiam diri di Castle ini, Padahal aku ingin bertarung bersama yang lainnya." Tasya menghembuskan Nafasnya, Dirinya sedikit kesal mendapat tugas untuk Diam di Castle dan tidak mendapat jatah bertarung.
"Tenang saja Nona Tasya, Apapun yang di lakukan tuan said pasti memiliki Tujuan tertentu pastinya" Balas rudolf sembari mengelap kursi tahta milik Said, Mengelap nya sampai bersih mengkilap dari debu.
Sesekali Rudolf meniup untuk memastikan tidak ada sebutir debu pun di kursi Tahta milik Tuannya.
Para bangsawan Alengka yang berada di aula bersama mereka berdua, Melihat tingkah aneh mereka.
Tasya yang sedang jongkok sambil coret coret gak jelas dengan bibir mencibir mengomel tidak terima.
"Kenapa aku tidak di ajak bertarung?"
"Apa salah ku?. "
"Apa dosa ku?. "
Sedangkan satunya Pria tua yang tampak lebih muda dan tampan, Tak berhenti nya mengelap kursi tahta sampai berdecit.
"Apakah mereka ini Orang orang aneh? " Mereka mulai berisik satu sama lain.
"Lihat yang lain sedang berperang, Mereka hanya duduk diam disini".
"bacottt lu Njirrr, Kita harus nya ikut perang juga lah terus kenapa kita diam saja di aula kastil ini"
"Ehhh!!! iya juga ya"
"Hehehehehe!!."
"Tidak apalah, yang penting selamat"
Lihatlah sifat para bangsawan, Yang hanya mementing kan keselamatan diri sendiri dan membiarkan orang lain terlantar dan menderita. Betapa mirisnya keadaan kerajaan Alengka, Sama juga seperti yang terjadi di dunia nyata, Khususnya negeri Konoha.
__ADS_1
*Ehhh, salah cakap!!*
Beberapa orang dari kerumunan tampak membuat gerakan yang mencurigakan, Saling memberi isyarat satu sama yang lain.
Tentu saja Tasya dan Rudolf menyadari nya dan berpura pura Gabut.
Mereka yang mencurigakan tersebut tak lepas dari tatapan Tasya terus memperhatikan gerak gerik mereka.
Orang orang mencurigakan tersebut, Tampak meminum sebuah pill aneh.
RAWWWWW!!!!
RRRRRAAAAAAWWWWW!!!!!
AAAAAAAAA!!!!!!!
Setelah meminum pill tersebut mereka berteriak kesakitan dan perlahan tubuh mereka mulai berubah menjadi monster yang sangat menyeramkan.
Semua orang ketakutan namun Di rasa tidak sempat lagi untuk kabur, Dan hanya bisa pasrah.
RAAAAAAWWWWWW!!!!!
Raungan Jahat dari orang orang yang telah menelan pil misterius tersebut, Tubuh monster mereka tampak telah sempurna. Dan bersiap menyerang.
Tasya mulai bersiap bertarung dengan sepenuh tenaga, Kecuali Rudolf yang masih saja mengelap Kursi Tahta tanpa ada rasa panik sedikit pun.
Para Monster menjijikkan itu mulai menyerang ke berbagai arah, Sangat sulit bagi Tasya untuk melindungi mereka semua.
"Hiiiyaaaaa!!!!! " Tasya menancapkan Pedang besarnya ke tanah, Tubuh Tasya di selimut cahaya emas yang terang.
"RINGGG OF JUDGEMENT!!!!!"
__ADS_1
Tasya mengaktifkan skill Elemental cahaya, Ring of Judgement.
Sebuah lingkaran cincin Emas dibawah para monster tersebut, Membuat mereka tak bisa bergerak. Tiba tiba tubuh mereka perlahan hancur sedikit demi sedikit di dalam Cincin tersebut.
"Terimalah serangan Cincin Penghakiman ini" Tasya tersenyum puas.
Citttt!!!!
Citttt!!!!
Suara decitan yang tak berhenti dari tadi.
"Heii pak tua bisa kau berhenti!!" Tasya meneriaki Rudolf merasa tidak nyaman dengan suara decitan tersebut.
"Ahh.... Tentu saja" Balas Rudolf kemudian berhenti mengelap dan memasukkan kain tersebut di balik bajunya.
Para Monster tersebut terus terbakar dan mengeluarkan bau daging panggang BBQ Perlahan tubuh mereka mulai hangus bahkan ada juga yang meleleh seperti lilin.
Para Bangsawan Alengka terkejut dan sedikit merinding dengan Kekuatan yang baru saja di keluarkan oleh Tasya.
"Sssssttt, Tuan Mereka Saja memiliki Kekuatan yang Nggak ngotak, Apa lagi Bawahan nya pasti lebih gila lagi" Bisik salah seorang dari mereka.
"Yahh kau benar, Aku tidak ingin mati konyol hanya karena berhadapan dengan mereka" Balas satunya lagi sambil berbisik.
Baru saja Para Monster tersebut dikalahkan, tiba tiba tubuh mereka bergerak sendiri, Dan mulai menyatukan diri satu sama yang lain.
Membentuk Makhluk mengerikan yang lebih besar dan menakutkan. Monster tersebut Adalah Ghoul. Salah Satu Spesies Hantu yang ditakuti dan mengambil Jiwa Makhluk kotor dan mengambil tubuhnya.
"Rudolf Tampaknya Ada hal yang lain untuk mengisi Kegabutan kita " Tasya begitu bersemangat dengan pedang menyangga di atas bahunya.
"Tentu saja, Ini akan menjadi Pekerjaan bersih bersih yang merepotkan" Balas Rudolf, memasang ke dua sarung tangan di tangannya agar tetap steril.
__ADS_1
...***************...