I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 72.Membalas


__ADS_3

Lelang Pada hari ini telah berakhir, Yah meskipun Ada yang sedang naik pitam karena di permainan oleh seseorang, Tentu saja Ja'far siapa lagi.


Perusahaan nya merugi cukup besar, Pada malam itu juga nilai saham perusahaan nya turun drastis seperti perosotan, Dirinya terlalu sombong untuk menentang Dewi Saham.


Banyak pemilik Saham menarik saham mereka dari perusahaan Ja'far, Mereka menilai tindakan Ja'far terlalu Ceroboh dan bersikap kenakan.


"Bocah Kampung itu, Malam ini juga harus Aku bunuh, Semuanya Dari dia sampai dapat Hidup Atau mati seret dia kesini!!!" Dengan emosi bergejolak Ja'far memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Said.


"Baik boss!!"


"Bocah itu!!, Dan juga Tessia Aku akan membuat kalian menerima Akibatnya!" Ja'far memukul Meja di depannya hingga Hancur.


...****...


"Ahahaha, Apa kau tidak lihat bagaimana wajah nya tadi, Aku tidak bisa berhenti memikirkan nya, hahaha!!" Tessia masih terbahak, sudah lama sekali dia tidak tertawa sepuasnya.


"Iya, Setelah ini dia pasti datang untuk membalas" balas said.


"Tenang saja, dia tidak bisa membalas nya, Karena...


"Karena?"


"Kau akan terus melindungi ku bukan, Said!" Tessia menatap said dengan penuh perasaan wajah nya merah merona.


"Cihh, berhentilah menggoda ku" Said merasakan tatapan tessia membuat dirinya tak nyaman.


"Bukan menggoda, Aku serius. Andaikan Kita bertemu 20 Lebih dulu, Sudah pasti aku akan memilih mu!!" Ucapan tulus tessia mengungkapkan perasaan nya.


Said terdiam, Dia tidak tahu harus berkata apa.


"Sudahlah aku mau pulang, atau Guru akan memarahi ku" Said berlalu pergi.


"Ehh, Jahat sekali mengabaikan ku!!" tessia memasang wajah cemberut.


ketika akan memasuki mobil said berhenti didepan pintu.


"Said kau tidak masuk?" Tessia yang sudah masuk duluan kedalam.


"Ada hal yang perlu ku urus!!"


"Dasar, Hummph!!" Tessia menutup paksa pintu mobil.


"Ayo Rudolf Jalan!!"


"Baik nyonya!" Rudolf menyalakan mesin mobil dan pergi mengarungi jalan Raya.

__ADS_1


"Baiklah, lebih baik masalah diselesaikan malam hari ini juga" Said pergi kesebuah gang kosong.


lampu di gang tersebut gelap terang redup tak berdaya.


"Yooo!!, Bocah Kampung an akhirnya datang juga kau, tak perlu repot-repot aku mencari mu, kau datang sendiri akhirnya." Suara Ja'far muncul dari dalam kegelapan.


Bawahan nya juga muncul mengiringi, Said terkepung.


"Heee, Masih belom kapok ternyata ni orang!" Balas said.


"bocah, Jika kau berlutut pada 3 kali , dan memukuli wajah mu seratus kali. Aku akan mengampuni Lo, tentu saja setelah kau babak belur nantinya" Ancaman Ja'far tak main main. Ja'far juga mengenakan semua item sihir yang dia miliki termasuk, King Armor yang baru saja di beli di lelang.


"Kita lihat siapa yang meminta ampun, Tapi Na!! meskipun kau meminta ampun Aku tak kan memaafkan nya Lo!"


"Baj*ngan!!!, Semuanya Habisi dia. Patah kan semua tulangnya hingga dia berharap tidak pernah dilahirkan!!" Ja'far memerintahkan seluruh anak buahnya menyerang.


"Lemah!!" Said memasang tampang serius.


anak buah Ja'far menyerang dari semua arah.


"Matilah, pergi lah keneraka!!"


Said mengepal kan tinju nya, Dalam satu tarikan napas menghempaskan tinju tersebut ke tanah.


Bummmm!!!!


Bekas pukulan said menciptakan Kawah besar, Gedung gedung yang ada disekitar ikut roboh.


"Mustahil, Pukulan Macam apa itu, Aku tidak merasakan Energi sihir sama sekali. tidak mungkin pukul an biasa Sekuat itu!!" Ja'far Mulai ketakutan.


"Tidak ada yang mustahil, Tanpa menggerakkan Satu jari pun aku bisa membunuh mu sekejap, Ini belumlah satu persen kekuatan ku" Said berjalan mendekat ke arah Ja'far.


"Dasar monster!!"


"Arrrrrghhhhhh, Flame Trowerr!!!" Ja'far menyerang dengan Kobaran api yang Sangat panas Yang menghanguskan semua.


"Hahahaha, Mati kau!!" Ja'far terjatuh kebelakang.


dari kepulan Asap, Said muncul dengan kondisi tubuh yang baik baik tanpa lupa sedikit pun.


"Bohong kan, Kenapa kau tidak mati Padahal itu skill Terkuat milik ku!"


"Api lemah seperti itu ingin membakar ku, Perlu waktu ribuan tahun hingga Api mu bisa mengenai ku" Dengan tatapan dingin jarak said dan Ja'far semakin dekat.


Saat serangan api tingkat tinggi tersebut, Said mencoba menggunakan skill Tabel periodik, Manipulasi unsur, Menggunakan Unsur Nitrogen untuk menurunkan Suhu panas Api, Hingga Api berada di titik suhu terendah.

__ADS_1


Walaupun said tak perlu menggunakan skill tersebut, meskipun hanya untuk sekedar test.


"Ucapan selamat tinggal!!" Said mengangkat tangan nya layaknya sebuah pistol.


"Dasar Bodoh serangan mu takkan bisa melukai ku, Aku menggunakan armor Terkuat milik Raja Macedonia, Iskandar agung." Ja'far tersenyum mengira Said tak bisa membunuh nya.


"Mari kita coba!!"


Peng!!


Sebuah peluru angin keluar dari ujung jari said layaknya sebuah pistol.


"Arrgghh!!" Ja'far terbatuk-batuk, Melihat Dadanya telah berlubang.


"Armor Seratus miliar ku!!"


bruakkk, Ja'far jatuh dan tewas di tempat.


"Njirr, kok malah mati. padahal sudah ku tahan sekuat mungkin supaya tidak membunuh nya, Yasudah. masalah selesai, oh ya Tentang tanduk Tersebut itu akan menjadi milik ku" Said menatap mayat Ja'far.


"Benarkah, Terimakasih!!" Said tersenyum.


Said berbalik dan ingin segera pulang Tapi.


"Cukup Sampai disitu!!" Suara misterius muncul.


Dari langit turun sosok Seseorang.


Turun tepat dihadapan said.


"Lawan mu adalah aku, Aku akan memberikan mu penyiksaan yang mengerikan!!, Bersiaplah!!"


"Eh?"


"Eh!"


"Eh Shinta?!!"Sosok tersebut tak lain dan tak bukan adalah Shinta.


"Ahhh Sa- Sa- said!!" Shinta pun terkejut jika yang ada dihadapan nya adalah said. wajahnya memerah, sungguh memalukan.


terlebih Shinta said sedang menggunakan pakaian Dewa kematian milik nya.


"Bagaimana ini, Dia tahu identitas rahasia milik ku, Bagaimana, Harus kah aku membunuhnya, Tapi...., Aku Ahhh!!!" Batin Shinta kebingungan harus berbuat apa.


"Shinta, Apa kalau lagi Cosplay?" Tanya said polos tanpa rasa penasaran sedikit pun.

__ADS_1


"Cosplay?" Bodohnya Shinta harus ketakutan, Dia sadar jika said itu lemot.


__ADS_2