
Aura Negatif Berwarna Hitam dan merah pekat begitu mencekam, perasaan yang tercampur aduk, amarah, kesedihan, balas dendam, dan ketakutan.
Tubuh tiffany terasa mati rasa, dan tak sanggup untuk berdiri hanya dengan menyaksikan aura yang begitu menakutkan tersebut.
Kesembilan Raja iblis menatap mereka dengan hasrat ingin membunuh, Masing masing dari mereka sudah tidak sabar lagi ingin membantai.
"Hancur kan semua yang ada dihadapan kalian" Titah dewi kehancuran memberikan perintah.
"Tidak, Jangan Ashura, ku mohon sadarlah" ucap Kumba, Dirinya pun sudah siap memasang kuda kuda bertarung.
"Tampaknya sudah tidak ada pilihan lain " Rudolf mengepalkan tinjunya, dalam hatinya Rudolf berkata, dia hanya bisa menghadapi lawan satu persatu tidak bisa melawan sembilan sekaligus.
melirik kearah kumba yang sudah kehabisan stamina dan Tiffany yang gemetar ketakutan, Sudah tidak ada pilihan lain bagi Rudolf Untuk bertarung dengan mereka semua.
Nightmare dan Lightmare pun Hanya bisa bertarung secara penuh ketika menjadi alter ego. Dalam wujud manusianya Mereka tidak bisa menggunakan kekuatan aslinya.
Beberapa Raja iblis mulai maju, Raja iblis yang mengenakan Zirah yang terbuat dari kaca yang maju paling depan, Pedang kehancuran ke empat. Glass Sword, Raja iblis Kaca GlassGloght.
Raja iblis dengan Zirah bercahaya aneh juga ikut maju, selangka demi selangkah kedepan.
Dalam satu tarikan Nafas kedua Raja iblis langsung maju menyerang, siap mengayunkan Pedangnya.
"Demi Nama Dewi kehancuran, Matilah!!"
__ADS_1
Rudolf mengerahkan Semua kekuatan nya, Aura hitam legam yang membalut tubuh nya Menguat dan menciptakan Zona Kegelapan.
Satu hentakan, langsung membuat Tanah bergetar menciptakan Deru angin Badai, Rudolf langsung maju menghadapi Kedua raja iblis tersebut.
Meskipun Rudolf merupakan Mantan kesatria vatikan, Namun dia belum pernah berhadapan langsung dengan iblis, apalagi langsung melawan raja iblis.
Untuk sesat waktu terasa berhenti, Sesuatu yang lebih cepat muncul, Saking cepatnya waktu terasa tak bergerak.
Seseorang menjentikan jarinya, Snap!!.
Seluruh kota langsung berubah menjadi Hitam abu abu, Bukan hitam putih ygy.
Menciptakan Wilayah sihir sehingga siapa pun tidak bisa mengganggu.
Buuuuummm!!!!
Semua terkejut, heran dan penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
"A - apa yang sebenarnya terjadi? " Kumba shok melihat apa yang terjadi di depan matanya.
Serangan Rufolf terhenti, ketika kedua Raja iblis itu terkena serangan yang lebih kuat, dalam satu serangan.
benar benar tidak masuk akal, pemandangan yang sangat sulit untuk di percaya. Seakan Seluruh Lingkup Tanah yang ada dihadapan rudolf lenyap begitu saja.
__ADS_1
Terlihat 2 orang gadis berbalut gaun yang dilapisi Cahaya berdiri diatas tubuh kedua Raja iblis tersebut.
kecantikan kedua gadis itu mungkin saja membuat Dewi dialam para dewa akan iri melihat nya.
"bagaimana Mungkin, Benar benar sangat mustahil Bagaimana bisa Arch-Spirit seperti Mereka muncul Di bumi. " Indra selalu dewa pun dibuat terkena serangan jantung.
Sudah jelas jika keberadaan Arch-Spirit itu adalah hal yang tidak mungkin. mereka semua berada diluar imajinasi para dewa.
Konon katanya Arch-Spirit memiliki kekuatan Setara dengan Para dewa.
Kedua gadis Arch-Spirit itu menatap kelangit dengan pandangan kosong.
seseorang muncul Ke panggung utama, setelah membuat wilayah sihir. Dirinya yang memiliki Julukan God Slayer Muncul.
"Kerja bagus, Megiddo Dan Tzabaoth" Said Terkesima Dengan Kemampuan Kedua gadis itu.
"Master akhirnya kau datang juga!!" Lightmare langsung berlari dan memeluk Said.
"Humm, Dasar master tak berguna, Dari mana saja kau ini" Celoteh Kumba.
"Said, siapa kedua gadis itu? " tanya tiffany.
"Arch-Spirit!! " Balas said, sambil menatap kedua gadis yang ada di hadapan nya.
__ADS_1