I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 187.Zirah Bam di curi


__ADS_3

"Hei pak tua kenapa kau membiarkan Bajingan itu mencuri pakaian dan zirah ku, Kau seharusnya bisa menghentikan mereka bukan." Ucap Bam dengan kesal pada pak tua itu.


Saat ini Bam hanya mengenakan Pelepah pisang untuk menutupi auratnya.


Mereka berdua sedang menyusuri hutan rimba yang ada di dalam pulau tersebut, Di temani pak tua yang sudah mengetahui seluk beluk tentang pulau siluman.


"Hohoho apa kau bercanda, Aku hanyalah pria tua yang sangat lemah, Mana mungkin aku bisa menghentikan mereka." Kekeh pak tua itu, Mata nya mungkin sedikit rabun tapi dia memang menyaksikan ketika beberapa Bajingan itu mencuri pakaian dan zirah Bam, Hanya tongkat nya saja yang tidak bisa dicuri.


Pak tua itu melihat beberapa bajingan itu bahkan tak bisa mengangkat tongkat Bam yang bahkan terlihat ringan, Tapi ia melihat Bam mampu mengayunkan nya tanpa merasa repot sedikitpun.


"Ahhhh sudahlah akan ku hajar bajingan itu, Lalu mencari jalan keluar dari sini secepatnya." Guman Bam, Ia terus membuka jalan semak dengan tongkatnya, Mengayunkan kesana kemari untuk membuka jalan.


Dalam benaknya ia masih kesal terhadap burung camar itu yang telah berak sembarangan, Bam masih berfikir untuk memberikan pelajaran pada burung itu. Benar mungkin sedikit hidangan burung bakar madu terlihat nikmat.


Bam bahkan terlihat ngiler membayangkan betapa enaknya daging burung tersebut.


Ssssttttt.....

__ADS_1


Semak belukar mulai terbuka, Dan sebuah tanda bahwa daerah semak itu akan berkahir. Bam membuka semak terakhir itu.


Dreeesssss!!!.


Suara lembut air jatuh ke permukaan disertai percikan indah. Sejuk dan adem itulah yang dirasakan Bam, Ini adalah surga dunia!!. Sebuah air terjun yang sangat indah.


"Sangat indah bukan?." Ujar pak tua.


"Wowwwww...Tak hanya surga dunia tapi lihatlah disana ada bidadarinya." Bam menunjuk ke arah air terjun.


Bam terpana akan keindahan dan kecantikan wanita itu, Bam terus menatapnya. Kemudian seperti nya wanita itu menyadari ada yang sedang memperhatikan nya. Wanita itu tidak terlihat panik Namun dengan santainya berjalan keluar dari air terjun lalu mengenakan Pakaiannya.


Bam bermaksud untuk mendekat, tapi wanita itu duluan yang mendekatinya.


Wanita itu menatapnya dengan penuh jijik, Bam bisa merasakan nya dari tatapan nya itu.


"Sepertinya kau sudah bangun ya tuan mesum." Ucap wanita itu dengan dingin nya.

__ADS_1


"Haaa?? Apa maksud mu mesum?."


"Bukankah sudah jelas jika itu sebuah kejahatan mengintip seorang wanita yang sedang mandi." Tatapan wanita itu semakin tajam.


"Heii mengintip kau bilang?, sudah jelas yang salah adalah dirimu mandi di tempat terbuka seperti ini." Bam merasa tak terima, Dan memberikan argumen. Ekspetasi nya terhadap bidadari dunia hancur melihat sifat wanita itu yang begitu judes.


"Heeee Lalu kenapa kau terus menatap ku sedang mandi?." Balas Wanita itu tak kalah.


"Ehhh... siapa yang menatap mu aku hanya melihat air terjun." Dusta Bam, Namun ia seperti nya mengenal aroma dari wanita di hadapannya.


"Owhhh buwong puyuh sudah lama tidak melihat mu." Pak tua itu ikut join.


"Yo pak tua kau terlihat sehat." Balas wanita itu singkat.


"Buwong puyuh?. Apa maksud mu... Wanita itu adalah burung camar yang terbang itu." Bam begitu terkejut jika wanita yang di depannya adalah Orang yang ingin dia masak.


"Haiii itu aku si burung camar!!." ujar wanita itu dengan wajah datar.

__ADS_1


__ADS_2