
"Wahhhh, Ummeyyy enak sekali, Lejat dan bergiji belum pernah aku makan makanan seenak ini !!" Air mata bahagia Lime keluar, Makanan Yang dibuat Tessia terasa sangat enak.
"Syukurlah aku senang kalian menyukainya." Ucap tessia, wanita itu masih saja terlihat cantik meskipun usianya sudah mendekati 4 dekade.
Emily sempat berfikir jika Wanita itu adalah master mereka semua.
"Ahhh, Maaf aku belum memperkenalkan diri, Nama ku adalah Tessia Syahfitri kau bisa memanggilku Tessia." Tessia memperkenalkan dirinya.
"Emily E GrandAltar, Kau bisa memanggil ku Emily, Dan mereka semua adalah saudari ku, Lime, Rea, April, Sydney, dan Lily." Balas Emily memperkenalkan dirinya dan saudarinya.
"Nama kalian semua sungguh indah." Tessia memuji nama para elf.
"Terimakasih." Balas Emily.
"DasaMuka Raja Surgawi pertama." Ucap DasaMuka yang masih menikmati makanannya.
"RagaBima Raja Surgawi kedua."
__ADS_1
"Kenapa harus repot - repot memperkenalkan diri sih, GoKarna Raja Surgawi ketiga Devisi Pasukan Intel."
"Raja Surgawi ?" Sydney tanpa sadar bertanya.
"Benar mereka adalah raja surgwi, Petinggi kota ini, Sebenarnya masih ada satu lagi Tapi dia sedang tidak ada disini, Dia adalah Raja Surgawi ke empat, KumbaKarna Dari Devisi Destroyer." Tessia menjawab pertanyaan Sydney.
April terlihat ingin bertanya sesuatu, Namun tertahan.
"Kalian tidak perlu mengkhawatirkan gadis itu, Tenanglah dia sudah pulih sepenuhnya, Dia hanya butuh istirahat." Ucap Tessia, Melihat Para elf masih memikirkan Gadis yang bernama zoewhy itu.
Untunglah semalam Said ketika kembali ke mansion, Menyembuhkan Zoewhy dengan mantra Recovery.
"Apa yang kau katakan, Kau itulah yang bodoh, Dia itu telah mempertaruhkan nyawa nya demi kami semua." April yang tersulut emosi jika Zoewhy di katai bodoh oleh Karna.
"Tenanglah April." Sydney menenangkan April, Karena mereka semua adalah orang asing, yang tidak sepantasnya bertindak tidak wajar.
"Karena itu lah dia itu bodoh, mempertaruhkan nya pada ras yang membenci Ras nya sendiri, Kalian juga para elf juga termasuk bodoh, kehhh lucu sekali." Kata - kata Karna tersebut begitu menusuk.
__ADS_1
"Aku tidak menyangkal perkataan mu itu, Terserah pada mu ingin berkata apa itu adalah hak mu." Emily membalas perkataan Karna meski dia sedikit tersinggung akan kata - kata karna.
"Bagaimana dia bisa pulih sepenuhnya?, Bahkan kami para elf yang memiliki sihir penyembuhan tingkat tinggi membutuhkan Waktu yang lama." Tanya Emily pada Tessia.
"Apa yang tidak mungkin jika dia yang melakukannya." Balas Tessia sambil tersenyum.
"Dia?, Apakah Master yang mereka maksud?" Batin Emily, Tiba - tiba dia teringat dengan Said yang telah menolongnya semalam, Bagaimana keadaannya saat ini, Apakah said baik - baik saja?.
"Tapi kalau di ingat kembali, Bukan kah Said juga memiliki sihir penyembuhan tingkat tinggi, Apa jangan - jangan Said adalah master mereka semua?, Tapi itu tidak mungkin Said hanyalah manusia biasa, Tidak mungkin dia bisa membuat Raja Fenrir dan Arch-Spirit menjadi bawahannya, Mungkin saja kebetulan Said bisa menggunakan sihir penyembuhan tingkat tinggi." Batin Emily terus bergejolak.
"Apa yang kau lamunkan?, Atau makanannya akan segera dingin." Ucapan tessia menyadarkan lamunan Emily.
Emily yang tersadar langsung menyantap Makanannya.
"Hummm, Ini enak sekali." Tiba - tiba Emily teringat akan kampung halamannya.
"Lalu apa rencana kalian setelah ini ?" Tanya Tessia.
__ADS_1
"Rencana ya?" Emily masih memikirkan rencana kedepannya, Apa yang harus dia lakukan haruskah dia kembali lagi ke kerajaan Altar.