I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 00.Side Chapter 4


__ADS_3

Said mendatangi sebuah rumah sakit di pusat kota, Membawa serangkai bunga indah dan juga buah buahan segar, Hari itu juga Said langsung berpamitan dengan Ana dan yang lainnya yang ada di panti asuhan ladang amal.


Cukup sulit untuk bisa kabur dari sana, Nia yang terus merengek agar ikut dengan Said, Dan Jo yang selalu ingin di ajarkan menggunakan sihir yang hebat.


Dengan sedikit gugup Said memberanikan diri memasuki sebuah kamar 2003, Sebuah decitan pintu terdengar samar meskipun dirawat dengan baik. Hembusan angin lembut menerpa wajah Said, Sebuah kilau cahaya kehidupan membuat kerinduan Said menjadi nyata.


Seorang wanita duduk terbaring di atas kasur menatap langit diluar jendela, Kedua tangannya mengepal tak berhenti berdoa memohon perlindungan dari tuhan.


Said mendekat tanpa berkata sepatah kata pun, Mata nya tak sanggup menahan air mata kerinduan pada orang yang telah dianggap nya sebagai seorang ibu.


Wanita itu menoleh melihat kedatangan Said lalu berkata." Kau sudah besar ya nak." Sister tersenyum, Membuat gelombang kerinduan Said tak tertahankan lagi.


Said lantas memeluk sister dengan tangisan tanpa suara, Hanya ada air mata kerinduan. Dalam bekapan wanita itu, Sister mengelus lembut kepala Said yang sudah seperti anaknya sendiri.


"Kau masih saja cengeng seperti dulu ya Said."Bahkan Sister juga ikut menangis melepaskan kerinduan nya pada sang anak.


Meskipun Said terlihat kuat namun dia sangat rapuh di dalam dirinya, Apalagi melihat jika orang yang dia cintai dan sayangi terluka.


"Kenapa kau tidak pernah mengabari ku jika kau sudah sakit sejak dua tahun dulu." Ucap Said yang masih merasa nyaman dalam bekapan Sister.


"Bagaimana mungkin aku mengatakan nya pada mu, Justru jika aku mengatakan nya padamu kau pasti akan sangat khawatir dan melakukan apapun demi diri ku." Balas Sister dengan suara yang sangat lembut, Tangannya terus membelai rambut Said yang sangat halus dan harum.


"Kenapa kau selalu saja menganggap ku seperti anak kecil?." Setelah beberapa lama Mereka melepas kerinduan, Said melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Tentu saja semua orang tua akan menganggap anak nya adalah kecil, Maupun itu kau telah dewasa atau sudah tua sekalipun orang tua akan menganggap mereka sebagai anak kecil." Sister menyeka air mata Said yang terus menatap dirinya.


"Saat aku menemukan mu di dalam hujau badai, Orang akan berfikir bahwa dirimu yang masih bayi adalah pembawa malapetaka, Aku bisa melindungi dirimu yang saat itu penuh dengan kesedihan, Oleh karena itu aku memberi mu nama Said, Yang berarti bahagia aku ingin kau menjadi orang paling bahagia didunia." Sister menceritakan kejadian masa lalu Saat dia menemukan Said dalam hujan badai yang sangat deras.


"Aku pasti akan menjadi orang paling bahagia didunia Sister." Balas Said tersenyum pada Sister.


"Said kusuma itu bukanlah satu nama melainkan dua nama sekaligus, Saat aku menemukan mu pada kain putih itu tertulis dalam tulisan yang tidak aku ketahui yang jelas aku melihat nya seperti membaca kusuma mungkin saja itu nama yang diberikan dulu pada mu." Jelas Sister.


Selama ini Said menganggap jika Kusuma pada nama belakang nya adalah nama keluarga, Ternyata bukan. Itu adalah nama keduanya juga.


"Maupun itu Said atau pun Kusuma, Aku tetaplah Said yang kau kenal Sister!!." Said mengangkat tangan Sister.


"Kau memanglah anak ku." Dengan tersenyum Sister mengelus kepala Said.


Saat itu juga Said bisa merasakan penyakit yang diderita oleh Sister hanya dengan menyentuh tanganya. Penyakit ini memang tidak diketahui karena disebabkan oleh lonjakan Mana yang ada didalam tubuh dan terjadi penyumbatan hingga membuatnya menjadi bengkak seperti tumor namun bukan penyakit.


Seketika darah Said menjadi bening bercampur dengab air minum yang segeta ia berikan pada Sister.


"Sister Minumlah dulu aku kau pasti haus setelah menangis." Dengan perlahan Said meminum kan air itu pada Sister.


"Kau masih saja perhatian seperti dulu pada ku, Andai saja kau perhatian pada semua wanita kau pasti akan melupakan ku." Sister kemudian meminum air tersebut.


"Tidak kau selamanya adalah wanita ku Sister." Tegas Said setelah memberikan Sister minum, Wanita yang dimaksud Said adalah wanita yang selalu berada disisinya yang menjadi sosok ibu bagi Said.

__ADS_1


"Sendainya hidupku tak lama lagi, Aku pasti akan terus bersama mu hingga kau menjadi seorang kakek kakek sekalipun." Batin Sister yang merasakan hidup nya sudah tidak lama lagi.


"Apakah ini hanya perasaan ku saja tubuh terasa lebih ringan dari sebelumnya."


Efek dari setetes darah Said langsung bereaksi di dalam tubuh Sister, Dimana darah Said mengandung anti body yang sangat kuat terhadap segala penyakit.


"Itu mungkin karena lepasnya kerinduan mu pada ku sister." Ucap Said yang tak ingin Sister tau bahwa darah Said telah menyembuhkan penyakit Sister.


"Benar saja mungkin karena aku benar benar merindukan anak ku." Balas Sister.


"Wahh ada buah nih boleh kah aku memintanya satu?." Said melihat buah buahan yang ada di atas meja yang tidak lain adalah buah yang dibawa Said sendiri, Ia lupa jika membawa buah buahan itu sendiri.


Sister tertawa kecil melihat kepolosan Said lalu berkata." Tentu kau boleh mengambil nya satu." Balas Sister.


"Asyiikkk!!." Said kegirangan lalu mengambil sebuah apel yang sangat segar dan memakannya.


Setelah itu Said berpamitan pergi, Dia senang melihat kondisi sister yang sudah pulih dengan baik.


"Baik Sister aku akan menemui mu lagi setelah kau kembali ke panti asuhan ladang amal." Ucap Said yang membuat Sister keheranan, Sudah jelas bahwa hidup Sister tidak lama lagi.


Setelah kepergian Said dokter dikejutkan dengan sebuah keajaiban yang dimana penyakit sister yang telah diderita selama dua tahun sembuh begitu saja tanpa kecacatan sedikit pun.


...**********...

__ADS_1


Mungkin cukup sampai disini saja bagian filler dari masa lalu Said, Auhtor akan segera melanjutkan chapter selanjutnya.


Dukung terus Author ya!!.


__ADS_2