I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 140.Serangan Gangster selatan.


__ADS_3

"Anak itu benar benar kebiasaan!!, Sudah malam begini masih belum pulang, Padahal dia tidak mengikuti Estrakuler manapun, Huh.. Sebenarnya apa sih yang dia lakukan?."


Dengan wajah cemberut Ovilla menunggu kedatangan Said sambil berbaring di atas Sofa, Ovilla bahkan belum sempat mengganti bajunya dan menyempatkan untuk memasak makan malam.


"Huhmp..!!, Kenapa aku jadi seperti istri yang tidak sabar menunggu kepulangan suaminya, Ehhh apa sih yang aku pikirkan, Meskipun kami sudah tunangan, Itu juga belum resmi.karena kakek akan segera menyiapkan acara pertunangan setelah Said ujian kelulusan." Wajah Ovilla memerah mengingat Acara pertunangan mereka telah dekat.


"Benar juga jika aku menjadi istrinya aku tidak akan membiarkan dia pulang malam terus, Tunggu apa jangan jangan saat ini Said sedang kencan dengan wanita lain." Ovilla mulai curiga.


"Tidak, tidak mungkin, Said itu polos karena aku yang telah merawatnya, Itu berarti pasti ada wanita J4lang yang menggodanya...!!" Emosi Ovilla mulai meluap tidak sabar ingin menghajar wanita yang menggoda Said.


"Aku ingat wanita itu juga menggoda Said, Aku harus memberikan dia pelajaran." Ovilla ingat, Bahwa Tessia pernah menorobos masuk ke kamar Said.


"Kenapa aku terus memikirkan Said sihh....., Huhh lihat saja aku akan menghajarnya karena sudah membuat ku memikirkannya." Ovilla memeluk bantal Sofa dengan wajah merah merona.


"Aku juga penasaran sebenarnya Said ini menganggap ku apa.?" Pikiran Ovilla seakan tak berhenti, Sebenarnya Said menganggap Ovilla seperti apa.


Ovilla memperhatikan jam menunjukkan waktu telah larut, Merasa tubuhnya gerah, Dia kemudian melangkah ke kamar mandi.


Ketika melepaskan pakaiannya, Ovilla memerhatikan tubuhnya di cermin, Tubuh yang begitu indah nan mulus, Memiliki kaki yang panjang, Postur tubuh yang ramping, Dan Oppai yang lumayan besar.


Ovilla mencubit perutnya.


"Wahhh.. Gawat sepertinya aku bertambah gendut, Apa yang di pikirkan Said nantinya kalau aku tambah gendut, Padahal aku sudah berusaha diet ( Sekali makan bisa 10 Porsi)." Ovilla menangisi perutnya yang berisi sedikit lemak.


Kemudian Ovilla Mandi lalu dilanjutkan dengan berendam Air panas di sebuah Bak yang terbuat dari batu marmer.


"Ahhh Enak sekali rasanya...." Ovilla menikmati berendam di salam air panas.


...********...


Di luar Royal Apartement Mulai di kelilingi segerombolan orang orang tak di kenal.

__ADS_1


"Ohhh Disini rupanya cucu bajingan tua itu tinggal." Pria yang merupakan bos mereka tersenyum senang.


"Rejeki anak soleh nih bos, Sikat ajalah biar Organisasi Ganster selatan bisa mengalahkan kelompok utara." Balas anak buahnya.


"Kekeh beberapa ikut dengan ku, Sisanya kalian berjaga disini jika ada serangga yang menggangu segera musnahkan." Perintahnya


"Baik Bosss...!!" Bersamaan.


Mereka mulai menorobos masuk ke dalam apartement dan menghancurkan barang yang ada di hadapan mereka. Membuka setiap pintu kamar.


Saat ini hanya Ovilla sendirian di apartement, Di tambah Tessia tidak ada, Ovilla benar benar dalam bahaya.


"Akhirnya selesai juga mandinya." Ovilla keluar kamar mandi dengan mengenakan sehelai Handuk.


Samar samar Ovilla bisa mendengar kebisingan di luar berfikir jika Said telah kembali.


"Said apakah kau sudah pulang.?" Ovilla memanggil Said memastikan dia sudah pulang atau belum.


Pintu Apartement tempat Ovilla tinggal di dobrak secara paksa hingga hancur, Ovilla bisa melihat beberapa orang berbahaya di depannya.


Merasa dalam bahaya, Ovilla segera berlari menuju jendela.


"Itu dia Bunuh dia sekarang...!!" Perintah Bos.


Beberapa dari mereka mulai menerobos masuk mengejar Ovilla.


Sayangnya tak ada jalan keluar buat Ovilla, Bahkan Ovilla nekat untuk melompat dari jendela yang berada sepuluh lantai.


"Maaf kan aku Said." Ovilla Naik ke jendela untuk melompat, Dia rela mati daripada kehormatannya di cemari.


Namun boss mereka menarik tangan Ovilla dan membantingkan tubuhnya ke lantai.

__ADS_1


"Ughhh...." Ovilla menahan rasa sakit ketika di banting dengan sangat kuat.


"Kau tidak bisa kemana mana lagi nona kecil." Kekeh pria itu.


"Bos bukankah wanita itu memiliki tubuh yang bagus, Bagaimana sebelum membunuhnya kita menikmati tubuh indahnya." Ucap anak buah nya yang menatapi tubuh Ovilla yang hanya di balut dengan handuk.


Ovilla sangat ketakutan mendengarnya, Tiba tiba dia tidak bisa berteriak, Suara nya seperti tertahan.


"Ohhhhoho benar juga, Baik nona kecil kami akan memberikan mu kenikmatan sebelum kau mati." Pria itu mulai melepas baju nya.


Tubuh Ovilla tak bisa di gerakkan, Dia tidak ingin hanya pasrah begitu saja, Dengan merangkak Ovilla berusaha untuk kabur.


"Aaaaarrrghhhh....!!" Ovilla berteriak kesakitan ketika kaki nya di patahkan dengan cara di injak oleh pria itu.


"Jangan coba - coba untuk kabur kau L*cur" Pria itu mulai kesal melihat Ovilla yang masih belum menyerah.


Pria itu mulai mencekik leher Ovilla sedang tangannya yang lain mulai membuka handuk itu, Anak buahnya sangat antusias melihatnya dan tak sabar mendapat giliran.


"To.... lonnggg Saaa iddd!!" Lirih Ovilla.


"Percuma saja tidak akan ada yang menolong mu tempat ini sudah di kepung." Kekeh pria itu menikmati Ovilla yang begitu menderita sebelum kematiannya.


Sesaat sebelum handuk itu terlepas, Sebuah moncong senapan menempel di kepala Pria itu.


"Matillah.....!!"


Duaaarrrrr.....!!!


Membuat pria itu mati seketika dengan kepala berlubang, Darah mulai berhamburan hingga mengenai Ovilla.


Sesaat sebelum kesadarannya menghilang, Dia bisa melihat sosok hitam dengan sebuah senapan di tangannya.

__ADS_1


"Said?."


__ADS_2