
"Ayolah, apakah kau masih marah tentang yang tadi pagi?" Tanya said, setelah pulang sekolah said langsung menjumpai ovilla di kantor guru.
"aku tidak marah kok" balas ovilla yang bahkan tidak melihat wajah said sedikit pun.
"jika kau marah atau ada sesuatu yang ingin dikatakan cobalah untuk mengatakan nya" ucap said, wanita memang sangat sulit untuk dimengerti.
"Sudah kubilang aku tidak marah!!!, kenapa kau ini!!!" dengus kesal ovilla, berdiri dan merapikan mejanya.
said hanya terdiam dan memperhatikan gerak gerik ovilla.
ovilla berlalu pergi dan meninggalkan said tanpa memandang wajahnya.
"Said!!!" Panggil ovilla tanpa menoleh kebelakang.
"Hmm"
"Sebenarnya kau anggap apa aku ini?" pertanyaan ovilla tampak begitu serius.
"Yahhh kau adalah guru yang baik, dan juga kau sudah menjadi kakak yang sangat penyayang " balas said, tanpa tau jika ucapan nya dapat memicu hal buruk.
"Benarkah?, jadi kau hanya menanggap ku sebagai seorang guru dan Kakak yang penyayang " ovilla yang mendengar ucapan jahat said dadanya begitu terasa sesak.
"lagi pula kenapa kau bertanya demikian?"
"Said, aku harap kau tak pernah menampakkan wajah mu lagi dihadapan ku, dan juga malam ini kau tidak perlu pulang malam ini, Lakukan lah sesuka mu!!" dengan aura yang sangat dingin ovilla pergi meninggalkan said yang masih belum peka terhadap keadaan.
"hehh?, kenapa tiba tiba aku diusir memangnya aku salah apa?" Batin said
__ADS_1
"huhhh, yasudah lah!!!!" Said bahkan tak merasa bersalah sedikitpun.
Malam harinya, ovilla selesai memasak tanpa sadar dia memasak lebih untuk said, sesekali memandangi pintu melihat apakah said akan pulang.
"Jadi anak itu tidak pulang malam ini?" Batin ovilla.
"terserah lah, lagipula aku tidak peduli lagi dengannya!!"
ingatan sepuluh tahun lalu kenangan ovilla bersama dengan said terus muncul di kepala ovilla hingga membuat nya menangis.
"Said kenapa kau berubah, Hikssss!!!" tangis ovilla, sesuap nasi pun tak di makan olehnya.
tiba tiba sebuah serine bahaya di kota berbunyi menandakan kota sedang dalam bahaya. ovilla cepat menyalakan televisi dan melihat berita apa yang sedang terjadi.
berita di tv menunjukkan kota sedang di serang oleh sekelompok monster yang keluar dari dari Gate break, perintah evakuasi segera di keluarkan.
"Tidak mungkin, said dalam bahaya!!" Ovilla langsung bergegas keluar untuk mencari said.
ovilla terus berlarian mencari keberadaan said, dan tak mengindahkan perintah evakuasi. semua orang memperingati ovilla agar tidak menuju kearah serangan monster.
"Dimana kau berada Said!!!" teriak ovilla
"Kenapa kau selalu merepotkan kan ku!!!"
"Saiiddddd!!!!" Teriak Ovilla hingga membuat nya menangis.
"Sial ini salah ku membiarkan nya untuk tidak pulang" Air mata membasahi wajah cantik ovilla.
__ADS_1
DUARRRR!!!!
sebuah ledakan hebat yang tak jauh dari lokasi ovilla berada, ovilla langsung menghampiri asal ledakan tersebut.
dirinya sangat terkejut mendapati orang yang selama ini dia cari sedang berada di hadapannya.
said mengalahkan monster tersebut hanya dengan satu kali serangan.
"Said kemana saja kau pergi" Teriak ovilla.
"wahhh guru apa yang kau lakukan disini, bahaya tau" said menoleh mendapati ovilla berada di belakang nya.
Tap!!!! Sebuah tamparan keras Mengenai wajah said.
"Guru kenapa kau menampar ku?"
"Guru kata mu, kenapa kau masih memanggilku begitu!!" Ovilla marah dengan mata yang menangis.
"Memang benar kau seroang guru bukan"' balas said.
"Kenapa kau menganggap ku seperti itu, kenapa kau tak pernah memanggil nama ku, apakah pertunangan kita hanya lah sebuah permainan?!!, Hikss hiksss!!!" Ovilla meluapkan semua emosi nya, membuat said tak bergidik sedikitpun.
"Kenapa kau tidak peka terhadap perasaan ku, apakah kau menganggap ku sebagai kakak yang penyayang hah?"
"Kenapa???!!! kenapa?!!!, Aku tanya kenapa Said, Kenap_
Cupppp!!!!
__ADS_1
Sebuah ciuman hangat mengenai bibir lembut ovilla, said mencium Ovilla untuk pertama kalinya, ovilla tenggelam akan kehangatan ciuman tersebut dan menikmati nya.
"Maafkan Aku Ovilla!!" Said melanjutkan ciumannya.