
Langit gelap menutupi kota, meskipun badai telah berhenti awan hitam masih mengerubungi langit kota, Halilintar menyambar dan menghanguskan apapun yang disambarnya.
"Glekk!! " Ashura begitu ketakutan, keringat dingin, batin dan mental ashura begitu tertekan. napasnya begitu berat berusaha mendapatkan ketenangan. tapi tetap saja meskipun sudah ribuan tahun dia sudah tidak merasakan takut seperti ini.
"Kakak apa yang kau lakukan disini? " ashura mengepalkan tangan nya.
Tiffany melihat ashura sedang tidak baik baik saja, lantas mengajak yang lainnya untuk keluar.
"Lihat apa itu, ada seseorang terbang diatas langit!! " anak anak menuju kearah sosok yang sedang melayang diatas sekolah.
"Apakah dia itu dewa? "
"Tapi kenapa dia terlihat begitu menakutkan!" sebagian anak anak yang takut menangis.
"Anak anak cepat semuanya keluar dari kelas!! " Guru yang merasakan hal yang tidak enak langsung menyuruh anak anak keluar dari kelas.
"Huaaaa!! aku takut!! "
"Ibuuu!!!"
"Mama!! "
"Apa yang sebenarnya terjadi? " batin rei, untuk saat ini dia mengikuti perintah dari gurunya, namun dia sedari tadi tidak melihat ashura.
tiffany, lightmare dan nightmare segera keluar menuju lapangan.
"Dimana Kumba? " tanya tiffany
"Soal itu... "
disisi lain kumba tidak bisa ikut dikarena perutnya sedang sakit akibat terlalu banyak makan.
"Jadi disinilah Adikku tercinta berada!! " guman Indra memperhatikan dari atas.
"Baiklah untuk pertama Mari hancurkan tempat ini terlebih dahulu!! " Amukan petir biru mengelilingi tubuh dewa indra.
Sebuah pedang yang diselimuti petir maha dewa, Bajra. salah satu senjata dewa terkuat.
__ADS_1
BIJALEEE GIRANA!!!!
DUAR!!!
Halilintar menyambar dengan dahsyat, menciptakan Ledakan serta guncang yang hebat di kota.
Tiffany dan yang lainnya tak sempat menghindar serangan yang sangat kuat tersebut.
"ohhh!!, tak kusangka didunia manusia ada yang bisa menahan serangan Dewa ku" Dewa indra tersenyum sinis.
Seluruh gedung dan bangunan sekolah hancur dan rata dengan tanah, tapi semua orang selamat.
sebuah sihir pelindung melindungi semua orang.
"Semuanya apakah kalian baik baik saja, hahh!! " Sihir pelindung tersebut berasal dari Male. Dirinya tampak kelelahan setelah menggunakan sihir.
"Male?, Kau menyelamatkan kami semua" Guru memuji male.
"Hahahaha, serangan seperti itu takan bisa mengalahkan ku yang menguasai seluruh dunia_ tubuh male tumbang.
"malee!!! " teriak semua orang.
"Guru Bawa mereka semua ketempat yang aman!! " pinta tiffany yang memiliki jiwa kepemimpinan.
guru mengangguk dan membawa anak anak pergi ketempat yang aman.
"Untuk saat ini kita harus menahan nya, sampai master datang. aku juga tidak yakin kita bisa mengalahkan nya" ucap nightmare yang tidak ingin menyerang secara gegabah.
"Sialan kau!!!, Baj*ngan!!!" diantara reruntuhan puing Kumba keluar dan melompat sangat tinggi langsung menyerbu menyerang dewa indra.
"Kumba hentikan!! " Nightmare berusaha menghentikan kumba.
"Apanya dihentikan, Baj*ngan ini berani sekali mengganggu waktu hajat alam ku" Kumba memasuki mode Raja surgawi miliknya, pedang besar keluar dari lingkaran sihir.
"Hah!!, percuma saja!! " Indra mengayunkan kembali bajra.
Menyambar lah!!
__ADS_1
Girana!!!
Dua halilintar dahsyat menyerang dan menyambar kearah Kumba.
"Kau terlalu meremehkan kan ku" Kumba tersenyum sinis.
"Makhluk seperti kalian takkan bisa mengalahkan Dewa seperti ku"
"Dewa atau apa pun itu, Aku tak peduli. aku akan mencincang habis tubuh mu!! "
"Ahhhhhhh, Rahwana Full counter!!! " Dalam sekejap kumba mengaktifkan ultimate skillnya.
SLASHH!!!
SLASHH!!!
sambaran halilintar dahsyat Tersebut di hancurkan oleh tebasan pedang kumba.
"Mustahil!! " Indra terlihat begitu terkejut, dan segera ingin melancarkan serangan lanjutan.
tapi Kumba sudah berada sangat dekat dengan jarak Indra. Kumba langsung menebaskan pedangnya.
blarrr!!!! Ledakan besar diudara membuat puing puinh bangunan ikut terbang.
"Haduhh!! kau membuat ku kaget, wahh kaget!!, hahaha. aku akui kau kuat tapi belumlah cukup untuk mengalahkan dewa seperti ku!! " Indra menahan serangan pedang kumba dengan ke dua jarinya.
Kumba menggigit bibirnya, kenapa dirinya masih sangat lemah, padahal dia sudah banyak berlatih kenapa masih tetap saja kalah.
"Mustahil Raja surgawi seperti ku kalah dari mu!! " Kumba berusaha melewati batasan nya.
Udara yang ada sekitar Kumba mulai terbakar, suhu panas membuat Langit memerah.
Terbakar lah!!!!
dengan api yang super besar, Kumba membakar Seluruh udara yang ada dilangit dan memfokuskan Pembakaran membakar dewa yang ada dihadapanya.
Kumba memasuki Mode terkuat nya.
__ADS_1
...FLAME MONARCH!!...