I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 92.Kenangan Tak Terlupakan


__ADS_3

"Alpha satu!!, Alpha satu!! ~ Target masih dalam pengawasan, Segera ikuti target." Bibir mungil itu memberikan perintah melalui Walkie-talkie.


"Logell !!!, Delta Dua. Dimengerti!! "Balas Lightmare, meskipun menyebut R dengan l.


Pasukan Liga loli loli mengintai Dari atas gedung dan belum kehilangan Target!!.


"Alpha satu!!, Alpha satu. Kita kehilangan Kontak Dengan Dewi cantik nan imut" ucap Tiffany, meskipun merasa aneh dengan sandi milik Ashura, dewi cantik nan imut.


"Delta dua!!, Delta dua!!, Keberadaan Talget mulai menghilang, Kontak dengan dewi cantik nan imut telputus!! " Lightmare panik, Sedangkan nightmare hanya mengikuti alur permainan.


"Alpha satu!!, Alpha satu segera ikuti target!! "


"Ayeee!!, Sill!! " Lightmare dan nightmare langsung mengikuti target, Yaitu said.


Tiffany melihat sekeliling mencari keberadaan Ashura, eh ternyata dan ternyata Lagi bucinan sama rei.


Keberadaan kumba menghilang!!.


"Hmmm pak guru kebenaran bukan? " Said memastikan jika orang yang ada dihadapanya Adalah pak guru kebenaran. wajahnya tampak bersembunyi dibalik boneka besar.


"Ahh tak mungkin, salah orang kali" Pak guru kebenaran meniru suara lain supaya tidak dikenali.


"Ternyata memang benar, Apa yang pak guru lakukan disini? " Tanya said, membuat Pak guru panik.


"Dan juga boneka beruang besar? " Sambung shinta.

__ADS_1


"Kenapa jadi macam ni!!?, Tak mungkin Bilang sebab suka boneka teddy bear" Batin pak guru kebenaran, Berfikir keras untuk mencari alasan.


"Hahahaha, kebenaran Tak payah beli boneka tak berguna macam ni" balas pak guru dengan tawa yang di paksakan.


"Haaaaa?, Jadi boneka ni buat apa? " Said menatap tajam, dengan aura yang menakutkan membuat Pak guru kebenaran gemetar.


"Tak lah, Ini boneka, itu~ ha buat latihan sparing, ciatt ciattt ciattt" Pak guru kebenaran memukul mukul boneka beruang.


"Lalu boneka yang kecil untuk apa? " Shinta memperhatikan ada boneka beruang yang kecil.


"Ha ini, anak dari emak dia. Kasihan dia kena tinggal emak nya, pak guru bawa lah, apa lagi, ha kamu orang masih muda, sangat rawan. Main asal tinggal anak je" Pak guru sok bijak.


Said sedikit nge lag.


"Dah, dah pak guru balik dulu mau latihan sparing, bye!! " Pak guru kebenaran langsung kabur.


"Untuk apa kau memikir itu, Ayo mari kita jalan"


Di balik gang sepi, pak guru kebenaran mengelus boneka beruang, sambil merengek. "Maafkan papa sudah pukul tadi ya, janji papa tidak akan begitu lagi" Pak guru memuluk erat bonekanya.


Said dan shinta mengunjungi Kebun binatang yang ada di pusat kota, Terlihat Shinta begitu senang melihat beragam macam bintang yang ada.


"Said said lihat lihat" Shinta begitu bersemangat.


"Ya, disini said"

__ADS_1


"Waahhh, panda panda nya imut sekali" Shinta melambai lambai pada anak panda.


"Ternyata dia bisa bersikap kekanakan juga hehehe" batin said sambil terkekeh.


"Said aku mau panda!! " Shinta merengek kepada said.


"Iya kita tidak boleh masuk kedalamnya tau"


"Panda!!!, Panda!!, Panda!! " Shinta memaksa said supaya diberikan panda.


"Ahh, merepotkan sekali!! " batin said.


beberapa menit kemudian.


"Pandaaaaa!!! " Shinta memeluk erat boneka panda yang baru saja dibeli oleh said yang tak jauh dari kandang panda.


"Indahnya masa muda" Seorang nenek tersenyum melihat Mereka berdua.


Said mengajak shinta melihat Akuarium yang ada didalam, Setelah masuk kedalam. shinta tak dapat menahan dirinya hingga melompat kegirangan.


Melihat begitu banyak ikan ikan yang berenang kesana kemari.


"Said" panggil shinta dengan lembut.


"Hmm, ya? "

__ADS_1


"Terimakasih Said , Aku sangat senang hari ini, aku tidak akan melupakan kenangan ini!! " Shinta berbalik dan tersenyum lebar, Saking bahagianya Air mata shinta menetes. Kedua tangan nya memeluk erat boneka panda.


"Sama - Sama" Balas said, Menatap wajah shinta yang ditimpa cahaya kebiruan, membuat matanya bersinar Indah.


__ADS_2