
Perang makin berkecamuk, Dengan terikan pantang menyerah dari kedua belah pihak, Tak disangka pasukan biasa yang berasal dari kota Minerva begitu mendominasi pasukan perang alam Olympus.
Perbedaan itu makin terlihat mencolok ketika, Pasukan perang Olympus berkurang drastis, Bahkan dalam sepuluh menit pertama 400.000 pasukan kota Minerva belum ada satu pun yang gugur, Kebanyakan mereka adalah yang terluka.
Strategi yang diterapkan pasukan kota Minerva adalah setiap prajurit yang berhasil membunuh pasukan musuh mereka akan segera mundur kebelakang digantikan oleh pasukan yang bersiap, Lalu begitulah seterusnya, Strategi ini pernah di terapkan ketika perang David Vs Goliath.
Di tengah gempuran perang, terdapat pertarungan sengit antara makhluk fana melawan makhluk abadi yaitu dewa.
Duaarrr!!
Bummm!!
Kumba terpental sangat jauh setelah menahan serangan kuat dewa Ares sang dewa perang.
"Kau akan kubuat menyesal telah mempermainkan ku." Ares mengayunkan tombaknya hendak mengakhiri hidup wanita itu.
Dengan kuda kuda yang sangat rapuh, Kumba terus berusaha untuk berdiri, Kedua tangannya memegang ganggang pedangnya.
"Apa kau tak tahu malu ha? Apa jadinya jika dewa seperti dirimu akan dikalahkan oleh makhluk lemah seperti diriku." Ucap kumba dengan tegas, Dia tidak akan kalah begitu saja, Karena dia adalah raja surgawi.
"Kalau begitu selamat tinggal!!." Tanpa ada perasaan kasihan sedikit pun melihat babak belur karena serangan nya.
Kumba terkekeh sebelum Ares mengayunkan tombaknya.
"Ravana Full Counter!!." Kumba langsung mengaktifkan Ultimate skillnya.
__ADS_1
Hosshhh!!!.
Tubuh kumba segera diselimuti oleh kekuatan yang luar biasa, Memberikan Buff tanpa ada habisnya selama masih belum habis waktu, Dapat menangkis dan meniadakan setiap serangan yang diberikan nya, Mahkota dan sayap api Kumba terlihat sangat bercahaya.
Pedangnya dilapisi api yang megah dengan kekuatan api surga ilahi.
"Api surga?." Untuk sesaat Ares terpana akan api Surga ilahi yang ada di pedang Kumba.
Namun pada akhirnya dia tetap mengayunkan tombaknya.
Wushhhhh!!.
BLAAARRRR!!.
Dengan kecepatan yang sangat tinggi dan dalam ketenangan batin, Kumba dengan sigap menahan serangan dengan Ares.
DUAR!!.
Tombak Dewa Ares terpantul kebelakang ketika mengenai pedang Kumba.
"Belum pernah serangan ku terblokir seperti ini." Ares terkejut mengenai serangannya yang terpantul begitu saja.
"Tebasan berapi!!." Kumba melancarkan tebasan tepat ke arah perut dewa Ares.
Ares yang belum siap menerima serangan dari Kumba terpaksa harus menahan serangan tersebut dengan zirahnya yang kuat.
__ADS_1
"Urghhhhh!!."
Brukkkk!!.
Daaaarrr!!.
Bukannya tertahan karena serangan Kumba Justru Ares malah terpental karena pedang kumba tersebut memantulkan pertahanan mutlak milik dewa Ares.
Terpental hingga hampir satu mil, Membuat Ares merasa kesal, Belum pernah di di permalukan seperti ini.
"Masih belum!!." Belum sempat Ares berdiri Kumba kembali melancarkan serangan nya.
King Heavenly Brustt!!.
Tebasan Kumba menghasilkan Kobaran dan hembusan api yang sangat panas, Hingga membelah daratan Alam Olympus.
Meskipun Ares mampu menahan serangan kumba namun dia juga tetap terkena pantulan pertahan mutlak nya sendiri, Tidak hanya memantulkan dan meniadakan serangan bahkan Ultimate skill Kumba mampu memantulkan pertahan mutlak.
"Sialan belum pernah aku dipermalukan seperti ini semenjak kekalahan ku melawan heraklis." Ares meludahkan darah dari mulutnya.
Sebenarnya serangan kumba tidak terlalu berefek pada Ares, Namun pertahanan nya sendiri yang membuat nya terluka.
"Melepaskan pertahanan mutlak." Segera cahaya pelindung yang menyelimuti Ares menghilang, Mungkin adalah suatu kebodohan melepaskan perlindungan mutlak.
Kumba merasa sedikit gugup karena Ares melepaskan pelindung mutlaknya, Itu berarti Dewa Ares akan bertarung dengan mengabaikan pertahanan dan fokus pada serangan.
__ADS_1
"Aku ingin lihat apakah kau masih bisa tersenyum setelah ini." Ares segera memasuki mode pertarungan habis habisan.