
[Memulai perhitungan Point Pengalaman!!.]
[Menyerap semua jiwa pasukan surgawi.]
[Penyimpanan pada Soul Inventory berhasil.]
[Overlord System dalam proses Update.]
[Menghitung mundur.....
Setelah said membunuh jutaan pasukan surgawi yang muncul di dunia Abyss, Ia dapat merasakan kekuatan yang sangat luarbiasa yang berasal dari surga, Kekuatan yang teramat dahsyat hingga seluruh tubuh said diselimuti cahaya biru terang.
Hampir saja proses Update sistem membuka semua seluruh segel level yang telah di tutup oleh Said, Saat ini ia hanyalah berlevel 6 Yang sudah setara dengan kekuatan dewa.
Aura biru Said mulai terasa diseluruh penjuru alam dunia Abyss, Guruh gemetar membanjiri perasaan setiap God's Slayer yang merasakan nya, Seluruh kekuatan spiritual juga ikut berkumpul disekeliling Said.
"Kau melebihi Ekspetasi ku anak muda." Ucap kakek tua yang merupakan God Slayer generasi 0, Dari kejauhan ia bisa melihat kilauan cahaya begitu terang.
Bahkan 9 God's Slayer terkuat atau Ennaegram tidak menyangka jika Said memiliki kekuatan yang tidak masuk akal itu.
"Apa yang sedang di lakukan anak itu?." Ashoka hanya bisa mengamati dari balik jendela, Wajah nya di terpa cahaya yang begitu menyilaukan.
Tidak seperti God's Slayer lainnya yang hanya mengamati dan merasa kagum akan cahaya itu, Justru Arunika berniat menghampiri asal cahaya itu. Ia merasa sangat penasaran dengan kekuatan yang telah melebihi kekuatan surga.
[Jiwa baru telah di tambah pada Soul Inventory, Total jiwa : 6.800.112 Soul.]
__ADS_1
Itu berarti Said telah membinasakan sekitar 6 juta pasukan surgawi, Ditambah 4 penunggang kuda akhir zaman.
[Sistem telah di Upgrade ke versi 3.0 !!.]
[Penyusuaian status telah dilakukan.... Level telah kembali menjadi Level 1, Kekuatan tubuh belum bisa menampung seluruh kekuatan.]
[Membutuhkan tubuh yang abadi..... ]
[Mendapatkan Title Baru: Transcendent God]
"Kekuatan gila macam apa ini?." Said merasakan kekuatan yang begitu luar biasa keluar dari tubuhnya, Namun tanpa ia sadari beberapa bagian tubuhnya mulai mengalami keretakan.
Said mencoba berkonstrasi untuk menyerap kembali kekuatan nya yang berlipat ganda.
Cahaya biru di tubuh Said mulai terserap kedalam tubuhnya, Ia bisa bernafas lega bisa mengendalikan kekuatan nya.
"Yoo.. Arunika kau terlihat sehat ya." Said menyapa Arunika sembari tersenyum manis di hadapan nya.
Arunika langsung memalingkan wajahnya yang tiba tiba saja memerah.
"Humpphh Aku bertanya apa di balas apa dasar Bodoh." Balas Arunika dengan wajahnya yang panas karena tidak tahan akan senyuman manis Said.
"Maaf maaf, Kau kelihatan kurang sehat." Said Mendekat ke arah Arunika, Wajahnya terlalu dekat dengan Arunika.
"Apanya yang kurang sehat, Aku sehat tau!!." Arunika justru di buat emosi dengan ketidak pekaan Said.
__ADS_1
Dumm!!
Deg.... Dekk!!
Tiba tiba saja dada Said merasakan sakit yang luar biasa hingga tubuhnya ambruk ke tanah, Beruntung Arunika langsung menangkap tubuh Said.
"Said apa yang terjadi? kenapa kau terlihat kesakitan.?" Arunika terlihat sangat cemas, Ia juga mengalirkan panas matahari untuk menghangatkan tubuh said yang tiba tiba saja dingin.
"Argghh!!." Said merasakan sakit yang luar biasa di dadanya, Ia terus merintih kesakitan.
Rasa sakit di dada yang dirasakan Said akan terjadi jika orang yang dia sayangi dalam Marabahaya dan ancamam kematian.
Tingg!!.
[Sebuah celah telah terdeteksi, Koordinat kembali kebumi telah terkonfirmasi.]
Ternyata keretakan langit itu belum tertutup sempurna hingga menyisakan satu celah.
Tapi tubuh Said tak bisa menahan rasa sakit itu, Semakin banyak orang yang dia sayangi dalam bahaya maka semakin sakit pula yang dirasakan Said.
"Said!! Said.... Bangun!!." Arunika berteriak karena Said tiba tiba saja tidak sadarkan diri.
Teriakan Arunika membuat Ashoka langsung datang, Hingga Ashoka pun Syok melihat kondisi tubuh Said yang kian dingin seperti es, Panas matahari Arunika hanya bisa meringankan rasa sakit yang di alami Said.
Tanpa pikir panjang Ashoka langsung membawa Said ketempat yang lebih aman, Tak dirasa setetes air mata Ashoka menitik ke wajah Said.
__ADS_1
"Kumohon Said bertahanlah!!." Batin Ashoka.