
Dalam sekejap Sekte sesat domba hitam berhasil di habisi, Yah. Meskipun Kekuatan mereka tidak ada apa apa nya di banding kan dengan said walaupun dirinya Masih di Lv. 1.
Setelah perjalanan yang panjang (Ceritanya nih), Dengan susah payah Said akhirnya berhasil membuka ikatan Tali yang melilit tubuh Gadis elf tersebut.
"Avicenna!! " Sebuah cahaya hijau terang menyinari seluruh Tubuh Gadis elf itu, Dalam sekejap Luka dan memar langsung pulih seketika.
"Bagaimana bisa? " batin Gadis elf, tercengang tidak percaya. Selama yang dia tahu jika sihir penyembuhan tingkat tinggi Avicenna hanya di miliki oleh Ras elf.
Terlebih lagi jika Avicenna merupakan salah satu sihir kuno dan tidak mudah untuk di kuasai.
"Apa kau baik baik saja? "
Gadis elf berusaha untuk bangkit, dan di bantu perlahan oleh said, Mulutnya komat kamit seakan ingin berbicara. Namun suara dari pita suaranya tidak kunjung keluar.
Rantai baja Yang melingkar di lehernya menyebabkan nya sukar untuk berbicara.
Krakk!!!
Said dengan mudah nya langsung menghancurkan Rantai baja tersebut dengan cengkeramannya, Padahal Rantai baja itu bukanlah Rantai baja biasa melainkan Rantai baja khusus yang dilapisi dengan sihir, Butuh Kekuatan sebesar 1 Ton lebih untuk bisa dihancurkan, Itu berarti kekuatan Cengkeram Said melebihi Satu ton.
"Uhukkk!!, Uhukkk! " Gadis elf terbatuk, dan bersusah payah untuk mengeluarkan sepatah kata dari bibirnya.
"Sihir it-tu?, sihir itu bagaimana bisa kau mengetahui nya? " Gadis elf masih penasaran Dari mana said bisa menguasai Sihir kuno tersebut.
__ADS_1
"Ahh!!, Sihir yang mana? " Said sendiri tidak tahu Sihir yang mana di maksud, Said Hanya memperhatikan Telinga berbentuk Runcing Dengan Wajah nya yang memerah, Tak sabar ingin mengelus Betapa Lembut nya telinga itu.
Arrrggghhhh!!.
Rupanya si Jony masih hidup, meskipun Hanya di sentil oleh said, Jony masih bertahan. Tubuhnya remuk dan ruangan nya yang kesakitan, Membuat nya mengamuk.
Jony melompat Dan menyerang dari Arah titik buta. Said sendiri setidaknya mampu Melihat Hampir 360 Derajat.
"Astral Blade!! " Sebuah siluet Yang berbentuk pedang transparan membelah Jony menjadi dua bagian.
Tanpa sadar Gadis elf langsung Mengeluarkan sihir untuk melindungi Said, Gadis elf menatap kedua tangannya. Merasakan Energi yang terisi penuh dan sensasi Yang begitu kuat.
"Woahh, Hebatnya. sihir macam apa itu!!, Bisakah kau mengajariku? " Ucap said dengan mata berkaca kaca.
"Oh begitukah?, Bukankah harus nya kau bisa lolos dengan mudah" kekeh said.
"Mau bagaimana lagi, kalian manusia itu begitu licik"
Sesat Gadis elf itu melirik.
"Maksudku tidak semua nya" sambungnya.
"Emily!! "
__ADS_1
"Ha? "
"Namaku Emily E. GrandAltar., Meskipun Tabu bagi ras superior seperti kami Mengucapkan terimakasih pada Ras manusia Rendahan. "
"Keuhkk, Omongan gadis ini terlalu Tajam" batin said.
"Said kusuma, Panggil Saja Said" Balas Said dengan tersenyum.
"Terima~kasih !!" Bisik Emily Dengan wajahnya yang memerah karena malu.
"Heee, Bukankah Ras superior Tabu untuk mengucapkan terimakasih? " Cibir Said.
"Huhh!!! Aku tarik kembali Terimakasih ku" Kesal Emily.
Eluss!! Eluss!!
Said mengelus Telinga Emily senang akhirnya bisa merasakan sensasi telinga elf, Seketika Emily mendesah Nikmat. "Ahhh~"
"Ahhh~Tolong Jangan lakukan itu, Telinga Elf Adalah bagian yang sangat sensitif!! " pinta Emily agar said berhenti, Tubuh Emily terasa panas hanya dengan telinga nya yang di elus.
"Hehehe!! "
Mendengar hal itu bukannya berhenti, Said justru makin Bersemangat mengelus telinga Emily.
__ADS_1
"KYAAAAHHHH!! ~"