
Mata Emily mulai terbuka perlahan, menatap langit - langit Bangunan, Ini bukan di ruangan bawah tanah, Tunggu ?, Bukankah dia harusnya sudah mati ?, Emily mulai mengingat bahwa dia hampir mati di tangan Blood Hawk.
Perlahan Emily berusaha Untuk bangkit, Dan mencoba duduk sambil memperhatikan sekitarannya.
Tak disangka Emily Melihat Saudarinya baik baik saja, Sambil tersenyum mereka semua langsung memeluk Emily.
"Kakak Syukurlah kau baik baik saja, Huaaa!!" Lime memeluk Emily sambil menangis terisak.
"Syukurlahh!!, Syukurlahh!!, Aku sangat takut kakak tidak akan membuka mata lagi" Sydney Sangat bersyukur kakaknya masih baik baik saja.
April, Rea, Lily Tak kalah senangnya mereka semua memeluk erat Emily seakan tak akan lepas.
Setelah Reuni keluarga itu berlangsung, Mereka lantas bertanya - tanya di mana mereka ini sebenarnya, Lagipula bagaimana mungkin Raja Fenrir mau membantu mereka, Sungguh tidak masuk akal.
"Dimana Zoewhy ?" Tanya emily, Tidak melihat keberadaan Zoewhy, Padahal sudah jelas keadaan zoewhylah yang sangat parah untuk saat ini.
"kami melihat Raja Fenrir itu membawa nya, setelah tiba disini " Balas lime.
__ADS_1
"Gawat !!, Dia dalam bahaya !!" Emily segera berusaha untuk berdiri untuk pergi menyelamatkan Emily.
"Tenanglah kakak, Aku yakin dia pasti baik baik saja, mungkin Raja Fenrif membawa untuk di obati " Ucap Sydney meskipun hanya spekulisai nya semata.
Tanpa di sadari mereka ber enam, Sosok lain muncul di dekat mereka tanpa mereka sadari Keberadaan nya sebelumnya.
"Apa kalian lapar?, Mau makan ini?" Sesosok gadis kecil muncul, Sambil menyodorkan Bakpao kepada mereka, Di atas tangan mungil nya memegang semangkok besar yang berisi bakpao.
Tiba - tiba saja Para elf mulai terlihat ketakutan, Menatap gadis kecil itu, Sudah jelas dia bukan makhluk biasa.
Emily dapat merasakan kekuatan Roh dalam diri gadis kecil itu, Kekuatan roh yang ada dalam legenda, ARCH-SPIRIT !!.
"Enak bukan ?" Gadis kecil itu tampak bahagia melihat Lime memakan bakpao kesukaannya.
"Iya enak sekali" balas Lime, Tanpa pikir panjang langsung melahap habis bakpao itu, Lime benar benar kelaparan.
Sydney bermaksud mencegah tindakan lime, yang terlihat tidak sopan, terlebih di hadapan mereka itu adalah makhluk agung.
__ADS_1
"Hei Megido !!, Bukankah sudah ku bilang waktu nya untuk tidur, besok sekolah tau " Dari balik bayangan gelap itu muncul lagi Gadis kecil yang tak kalah menakutkannya bagi para elf.
"Apa - apaan ini bagaimana bisa ada dua arch-spirit disini." Batin Emily tampak begitu terheran menyaksikan pemandangan yang baru kali ini dia saksikan.
"Heeee, Master saja tidak memaksa ku untuk sekolah." Ucap Megiddo membalas perkataan Tzabaoth.
"Mau sampai kapan kau terus manja dengan master, Ayo tidur sekarang." Tanpa banyak basa - basi Tzabaoth menyeret Tubuh megiddo menuju kamar, Sedangkan megiddo pasrah sambil menikmati kembali Bakpao nya.
"Ah halo!!" Tzabaoth menyapa para Elf, lalu pergi begitu saja.
Para Elf membalas Sapaan Tzabaoth dengan penuh keraguaan, dan Sedikit gemetar.
"Master ?, Jangan bilang jika Raja Fenrir dan Arch - Spirit ini memiliki tuan dan tunduk padanya, Aku penasaran seperti apa Master yang mereka maksud?" Batin Emily masih di penuhi banyak pertanyaan.
Kemudian tak lama setelah itu muncul Empat sosok lainnya, yang tak kalah kuat.
Keempat Raja Surgawi.
__ADS_1
"Selamat datang, Maaf Jika penyambutannya kurang meriah " Ucap DasaMuka dengan Menatap para Elf tersebut.